Sahabat Rasul: Abdullah Bin Hudzafah, Awal Keruntuhan Kerajaan Persia
Keruntuhan Kerajaan Persia, dimulai dari Kisah Abdullah Bin Hudzafah.
Sahabat Rasul: Abdullah Bin Hudzafah, Awal Keruntuhan Kerajaan Persia

Kerajaan Persia yang kuat, yang menguasai Irak (saat ini), runtuh. Awal kisah kesombongan Raja Persia, Kisra. Saat menerima surat dari Rasulullah SAW, Abdullah Bin Hudzafah.

Beritaku.Id, Kisah Sahabat Rasul – Cinta, itu menautkan tekad. Sayang yang mendalam akan melakukan kerelaan dan keikhlasan untuk berkorban. Ia termasuk dalam daftar sahabat dan sahabiyah Rasulullah.

Karena cintanya para sahabat kepada Rasulullah. Maka keamanan dirinya bukanlah pertanyaan mendalam yang membuatnya bimbang.

Rasa bimbangnya sirna, dengan senang dalam amanah. Seperti yang dilakukan Abdullah Bin Hudzafah.

Rasulullah mengirimkan surat kepada beberapa kerajaan Arab dan non Arab. Menyampaikan untuk mereka masuk dalam Islam.

Tidak ada data statistik dan data kuantitatif yang dipegang umat Islam tentang kerajaan-kerajaan tersebut.

Kejadian ini berlangsung pada tahun ke6 hijriah. Tatkalah Rasulullah mengutus para sahabat terpercaya menjalankan misi. Menyampaikan surat.

Abdullah Bin Hudzafah Untuk Kerajaan Persia

Saat ditunjuk oleh Rasulullah untuk menemui Raja Persia di Irak. Saat itu dipimpin oleh Kisra. Tidak adak keraguan dalam diri Abdullah Bin Hudzafah. Yang ada adalah rasa senang mendapatkan perintah dari rasul termulia tersebut.

Abdullah menyampaikan hal tersebut kepada istrinya, mengenai rencana keberangkatannya ke Irak. Pun anaknya yang membayangkan kekejaman Raja Persia yang tersohor.

Perpisahan yang mengharukan, Abdullah memeluk anak dan istrinya. Kesedihan terpaut diwajah istrinya, namun dalam batinnya penuh doa kepada Allah SWT.

Istrinya mengetahui, bahwa misinya adalah misi Islami yang ganjarannya adalah pahala atas ibadah.

Misi tersebut, adalah pertaruhan nyawa. Jika salah dalam menjalankan perintah. Maka kematian dan penyiksaan kadang membuat seseorang dilenyapkan oleh raja yang kejam, termasuk Kisra.

Baca juga: Pertempuran Besar Islam Pada Bulan Ramadhan, Muslim Menang Telak.

Abdullah berjalan dengan onta kendaraannya, melewati padang pasir tanpa oase. Kadang melewati kota dari Madinah menuju Iraq.

Kerajaan Persia, dengan bahasa Persia bukanlah bahasa yang dikuasai oleh Abdullah. Bisa dibayangkan dengan kejadian tersebut. Menjalankan amanah namun tidak mengetahui bahasa yang akan dituju.

Menghadap Raja

Memasuki Istana Raja Persia, Abdullah duduk berjarak dengan Raja Persia yang dikelilingi oleh pengawal kerajaan.

Abdullah menyampaikan niatnya, bahwa dirinya diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat.

Kisra, sang Raja Persia memerintahkan pengawal untuk mengambil surat tersebut. Namun Abdullah menahan dan memberikan isyarat bahwa surat tersebut harus diserahkan langsung olehnya ke tangan Raja.

Raja yang kejam tersebut marah. Sebab perintahnya terbatalkan oleh sikap Abdullah. Dengan hal itu, Abdullah bergerak maju mendekati raja dibawah pengawasan para pengawal yang garang.

Ke tangan Raja Persia, kemudian surat tersebut dibacakan oleh pengawalnya.

Dengan Menyebut Nama Allah Yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dari Muhammad Rasulullah kepada kisra yang agung raja Persia. Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk…” Sumber, Republika.

Mukaddimah surat tersebut dengan menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW, lebih dahulu disebutkan ketimbang namanya. membuat raja semakin tak bisa menahan amarahnya.

“Dia (Muhamamd SAW) adalah budak, Dia berani mengirim surat kepadaku. Dan tidak menyebutkan lebih awal namaku” Amarah Kisra yang tidak menerima mukaddimah dari surat tersebut.

Dengan sekali sambaran tangan, pada pengawalnya yang ada didekatnya. Meraih surat dan meremasnya.

Mendemonstrasikan kepada Abdullah, dengan tangannya merobek-robek surat tersebut.

Awal Keruntuhan Kerajaan Persia

Kisra, sang Raja Persia. Menghancurkan surat dengan kepingan-kepingan yang dikoyaknya. Marah, dan menunjukkan superioritasnya.

Dia meminta kepada pengawal untuk mengeluarkan utusan Rasulullah Muhammad SAW tersebut untuk meninggalkan istana.

Misinya selesai, bagi Abdullah tidak ada perintah lanjut untuk melawan secara langsung Raja Persia tersebut.

Ia meninggalkan istana.

Beberapa waktu kemudian, Raja Persia berubah pikiran dan meminta untuk Abdullah dikembalikan kedalam istana.

Seluruh prajurit mencarinya. Namun nihil. Sebab Abdullah Bin Hudzafah. Telah sampai di Madinah. Menemui Rasulullah dan melaporkan hasil dari tugas yang dijalankannya.

Abdullah menceritakan tentang perlakuan dan keengganan Kisra untuk bergabung kedalam Islam. Dan menceritakan tentang bagaiman reaksinya saat menbaca surat serta merobek surat tersebut.

Rasulullah menanggapi dengan bersabda. “Allah akan mengoyak-ngoyak kerajaannya.”

Hancurnya Persia Oleh Khalifah Umar Bin Khattab

Perkataan Rasulullah bahwa Kerajaan Persia akan terkoyak dan tercabik. Benar terjadi.

Di masa Umar Bin Khattab menjadi Khalifah, melakukan pelebaran syiar Islam ke Irak yang dibawah jajahan Kerajaan Persia.

Dengan jumlah pasukan yang minim. Pasukan Islam mampu menggempur pasukan Kerajaan Persia.

Menumbangkan keangkuhan Kisra. Namun belum menyerah. Tepatnya daerah Nahawan yang merupakan salah satu kantong kekuataan kerajaan Persia. Namun daerah itupun jatuh ketangan kaum Muslim.

637 – 642 M, merupakan masa keruntuhan Kerajaan Persia. Dan akhirnya kerajaan tersebut benar-benar lenyap dari permukaan bumi.

Demikian Kisah dari sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah Bin Hudzafah.

Baca juga: Pertempuran Zaman Rasulullah, Peperangan Tanpa Ketakutan, Bagian 1