Bacaan Sholat Muhammadiyah
Muhammadiyah Sebagai Ormas Besar Di Indonesia (Foto: MadaniNesw)

Bacaan Muhammadiyah: Sholat Fardhu, Jenazah, Dhuha

Diposting pada

Muhammadiyah sebagai salah satu Ormas Islam besar, memiliki landasan Ayat Dan Hadist dan filosofi kuat dalam hal bacaan sholat untuk Sholat Jenazah, Fardhu dan Dhuha.

Beritaku.id, Berita Islami–Muhammadiyah, ormas Islam yang satu ini telah berdiri sejak 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta. Pendirinya yaitu Muhammad Darwis atau sekarang lebih kita kenal dengan nama K.H. Ahmad Dahlan.

Oleh: Angger Dhestyasari (Penulis Berita Islami)

Melansir dari laman Muhammadiyah.or.id, awal mula pembentukan ormas ini karena K.H Ahmad Dahlan merasa sedih dengan keadaan agama Islam. Karena telah mendapat banyak sekali tambahan yang tak sesuai syariat. Bahkan hingga menjurus ke syirik.

Sebelum mendirikan organisasi Muhammadiyah, beliau mulanya membangun sekolah. Yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islmiyah.

Sekolah tersebut resmi berdiri pada 1 Desember 1911. Namun, proses dan pengalaman oleh K.H Ahmad Dahlan dalam membangun sekolah tersebut sempat mengalami penolakan dari masyarakat.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu masyarakat mulai menerima. Bahkan murid yang saat peresmian sekolah hanya berjumlah 29 murid. Namun, 6 bulan kemudian sudah bertambah menjadi 62 siswa.

Pendiri Muhammadiyah
KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah (Foto: Bosscha)

Demi membuat sekolah tetap berdiri meski nanti K.H Ahmad Dahlan sudah tidak mengurus atau meninggal. Maka dirintislah sebuah organisasi. Meskipun begitu organisasi ini terus berkembang, hingga besar seperti yang kita kenal sekarang.

Selaras dengan namanya, tujuan organisasi masyarakat Muhammadiyah yaitu menuntun anggotanya untuk melaksanakan ibadah sesuai ajaran Rasulullah.

Bicara mengenai ajaran ibadah, berikut ini adalah tuntunan dan bacaan sholat fardhu, jenazah, serta Dhuha menurut Muhammadiyah.

Tuntunan Sholat Fardu, Jenazah, dan Dhuha

Sholat merupakan ibadah utama bagi umat muslim. Ada syarat dan rukun-rukun yang harus terpenuhi supaya ibadahnya sah.

Syarat sholat yang harus terpenuhi, yakni:

  1. Islam
  2. Sudah baligh atau dewasa
  3. Memiliki akal yang sehat
  4. Tempat dan pakaian bersih dari najis
  5. Menutup aurat
  6. Menghadap kiblat
  7. Telah masuk waktu sholat
  8. mengetahui tata cara sholat; rukun wajib dan sunahnya

Lalu berikut ini merupakan tuntunan sholat Fardhu, Jenazah, dan Dhuha menurut Muhammadiyah.

tuntutan Sholat
Ibadah Bagi umat Muslim (Foto:Ped)

Tuntunan Sholat Fardhu

Sholat fardhu adalah sholat yang wajib untuk umat muslim. Berikut ini tuntunan sholat Fardhu beserta bacaannya menurut ormas Muhammadiyah.

Pertama, Niat (Setelah Berwudhu)

Pertama, berdiri tegak menghadap kiblat, lalu berniat sholat dalam hati. Ingat juga tentang waktu pelaksanaan sholat lima waktu. Nah, berikut ini lima tanda bila sudah memasuki waktu sholat.

  • Sholat Subuh

Sholat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shodiq. Fajar ini merupakan cahaya putih memanjang di arah timur.

Yang mana akan semakin terlihat terang hingga matahari terbit.

Ada juga perhitungannya. Dengan melihat ketinggian ufuk matahari. Awalnya Muhammadiyah Indonesia mematok ukuran minus 20 derajat.

Namun, pada 20 Desember 2020 Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memundurkan hingga 18 derajat, terlansir dari Republika.com.

  • Sholat Dhuhur

Dhuhur berari Zawal yaitu waktu matahari telah bergeser dari tengah-tengah langit menuju ke barat. Akhir waktu Dhuhur ketika bayangan sudah setinggi manusianya.

  • Sholat Ashar

Waktu sholat Ashar jika bayangan telah sama tingginya dengan benda tersebut. Berakhir ketika waktu matahari terbenam. Namun, ini masih banyak pertentangannya di kalangan ulama.

  • Sholat Magrib

Sholat Magrib jika matahari telah tenggelam. Hingga matahari benar-benar terbenam di barat. Biasanya di tandai dengan menghilangnya mega keemasan di langit.

  • Sholat Isya’

Isya’ berarti awal langit menjadi gelap. Awal Isya’ bermula saat langit warna kemerahan di langit menghilang.

Sampai sepertiga malam, meski begitu para ulama masih bertentangan dengan hal ini.

Kedua, Takbiratul Ihram

Kedua, takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan daun telinga bagian bawah untuk ibu jari. Kemudian membaca doa iftitah. Menurut Muhammadiyah ada 2 macam doa iftitah.

Ketiga, Membaca Doa Iftitah

Melansir dari Beritaku.id, berikut ini bacaan doa iftitah menurut Muhammadiyah.

Satu.

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ٠

Dua.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ ٠

 اَنْتَ رَبِّى وَاَنَ عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ٠

Keempat, Alfatihah

Keempat, membaca taawuz, bismillah, dan surat Al-Fatihah. Kemudian membaca surat pendek.

Kelima, Takbir Dan Rukuk

Kelima, takbir lalu ruku’ dengan punggung lurus dan membaca doanya, sebagai berikut;

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِ٠

Keenam, Takbir Dan Bangun Dari Rukuk

Keenam, takbir lagi dan bangun dari ruku’ dan membaca doa i’tidal.

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ٠

Ketujuh, Sujud

Ketujuh, membaca takbir tanpa mengangkat tangan lalu sujud dengan meletakkan lutut dan jari kaki di lantai. Kedua tangan, dahi, dan hidung di tempat sujud. Lalu membaca doa berikut;

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِ٠

Kedelapan, Duduk Diantara Dua Sujud

Kedelapan, duduk di antara dua sujud dan membaca bacaan berikut;

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى٠

Kesembilan, Sujud Kedua

Kesembilan, sujud untuk yang kedua kalinya dan masih membaca bacaan yang sama dengan sujud pertama.

Kesepuluh, Lanjut Ke rakaat Kedua

Kesepuluh, bangun dari sujud dengan hanya membaca takbir lalu berdiri untuk rakaat yang kedua. Lakukan seperti  pada rakaat pertama.

Bermula dengan membaca taawuz, basmalah, surah Al-Fatihah, dan selanjutnya dengan membaca ayat atau surah Al-Quran.

Lakukan juga gerakan ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk iftirasy.

Kesebelas, setelah bangun dari sujud kedua. Setelah takbir lalu duduk untuk tahiyat awal seperti duduk di antara dua sujud dengan membaca bacaan tahiyat awal beserta sholawat nabi.

Kemudian tambah dengan lafaz berikut.

Doa Setelah Tasyahud Awal

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ٠

Pada saat memulai membaca doa tasyahud, jari telunjuk tangan kanan mengacung ke depan.

Jika sholat dengan rakaat lebih dari dua, saat berdiri untuk rakaat ketiga maka saat takbir mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram.

Pada rakaat ketiga dan keempat hanya membaca taawuz, bismillah, dan surat Al-Fatihah. Kemudian mengulangi rukuk hingga sujud dan kembali berdiri untuk rakaat keempat.

Setelah menyelesaikan sujud kedua pada rakaat keempat dan bangun dengan membaca takbir, maka selanjutnya duduk tawaruk.

Cara duduknya dengan memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan. Duduknya bertumpukan dengan pantat di atas lantai.

Kemudian membaca doa sebagaimana tasyahud awal tadi tambah dengan membaca doa sebelum salam.

اللهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمحْيَا وَاْلممَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ٠

Lalu akhiri sholat dengan mengucap salam;

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ٠

Dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga pipi terlihat dari arah belakang.

Begitulah tata cara dan bacaan sholat Fardhu menurut Muhammadiyah. Bagaimana? Apa kamu sudah memahaminya? Baiklah, sekarang ke pembahasan berikutnya.

Tuntunan Dan Bacaan Sholat Jenazah Muhammadiyah

Sholat Jenazah adalah sholat yang untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dalam agama Islam.

Penyelenggaraan Jenazah
Penyelenggaraan Jenazah (Foto: Bimbingan Islam)

Sholat ini memiliki hukum fardu kifayah, yaitu kewajiban akan terpenuhi bila sebagian kaum muslimin menunaikannya. Namun, bila tidak ada satu pun yang melaksanakan maka semuanya berdosa.

Ada beberapa syarat untuk membuat sholat Jenazah sah, yaitu;

  1. Bersih dari najis, menutup aurat, serta menghadap ke kiblat. Seperti melaksanakan sholat yang lainnya.
  2. Pelaksanaan setelah jenazah terkafani.
  3. Jenazah diletakkan di depan orang yang menyalatkan. Letaknya berada di arah kiblat.

Waktu untuk sholat jenazah tidak ada penentuan khusus. Hanya saja tidak boleh dilakukan pada 3 waktu ini. Pertama, matahari terbit hingga meninggi. Kedua, waktu matahari berada di puncak langit atau siang hari, hingga bergerak ke barat. Ketiga, waktu matahari akan tenggelam sampai terbenam sepenuhnya.

Penempatan jenazah bisa dilakukan di mana saja. Asal tempat itu layak untuk sholat. Bahkan di dalam masjid pun tidak dilarang untuk sholat Jenazah.

Bacaan Sholat Jenazah Muhammadiyah

Melansir dari laman Muhammadiyah.or.id, berikut ini tata cara sholatnya.

Pertama, niat dengan ikhlas. Tidak perlu terlafazkan, hanya di dalam hati saja. Ada perbedaan niat untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Bedanya untuk jenazah laki-laki menggunakan “haadzal mayyiti”, sedangkan perempuan “haadzihill mayyitati”.

Kedua, takbir. Sebaiknya dilakukan dengan berjamaah. Posisi imam berdiri pada di depan kepala jenazah laki-laki. Serta pada arah pusar bila itu jenazah wanita.

Sholat jenazah dilakukan tanpa ruku’, i’tidal, dan sujud. Makmum hendaknya terbagi menjadi tiga saf.

Ketiga, setelah takbir membaca surat Al-Fatihah dan sholawat Nabi Muhammad SAW  yang berbunyi sebagai berikut.

إِنَّ السُّنَّةَ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجِنَازَةِ أَنْ يَقْرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَيُصَلِّيَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُخْلِصُ الدُّعَاءَ لِلْمَيِّتِ حَتَّى يَفْرَعَ وَلَا يَقْرَأَ إِلَّا مَرَّةً ثُمَّ يُسَلِّمَ ، وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ الْجَارُودِ فِي الْمُنْتَقَى . قَالَ الْحَافِظُ : وَرِجَالُهُ مُخَرَّجٌ لَهُمْ فِي الصَّحِيحَيْنِ٠

Keempat, takbir untuk kedua kalinya dan setelahnya membaca doa kepada Allah untuk jenazah. Begitu juga untuk takbir yang ketiga dan keempat.

Kelima, setelah selesai membaca doa untuk jenazah, lantas mengucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Begitulah tata cara sholat jenazah.

Tuntunan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha, sholat sunah yang setelah matahari terbit, hingga menjelang sholat Dhuhur, berikut tata cara sholatnya.

Pertama, niat. Sebelum itu, perlu kita ketahui bila sholat sunah dua rakaat ini bisa kita kerjakan tanpa batas. Untuk sholat Dhuha yang kita kerjakan lebih dari 2 rakaat, pengerjaannya setiap 2 rakaat harus salam.

Kedua, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, kemudian surat Al-Fatihah, lalu Surat Ad-Dhuha. Ketiga, melakukan sholat seperti biasanya sampai selesai.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang kentara. Hanya ada pada bagian niatnya saja. Namun, ada sebuah doa yang masih dipermasalahkan.

Mengutip dari Muhammadiyah.or.id, Syaikh Muhammad Shalih al-Munjid, dalam kitabnya yang berjudul “Al-Islam, Su’alun wa Jawabun”. Menuliskan bila As-Syarwani dan Ad-Dimyati mengkhususkan bacaan-bacaan indah pada ibadah sholat Dhuha. Tanpa berdasar pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Menurut hadis riwayat Bukhari, sholat Dhuha lebih baik dilaksanakan di rumah. Seperti ini bunyi hadisnya, “Hendaklah kalian melaksanakan sholat sunah di rumah kalian. Karena sebaik-baiknya sholat adalah sholat seseorang di rumahnya. Kecuali sholat wajib.”

Begitulah tuntunan sholat Dhuha menurut Muhammadiyah.

Bacaan sholat Jenazah Secara Lengkap

Bacaan sholat Jenazah terdiri dari niat, takbir, surat Al-Fatihah, sholawat nabi. Serta doa-doa yang dianjurkan oleh Rasulullah yang telah disebutkan dalam beberapa hadis. Doa-doa tersebut biasanya dibaca setelah takbir kedua sampai keempat. Supaya orang yang meninggal mendapat ampunan dari Allah.

Berikut adalah kumpulan bacaan sholat Jenazah secara lengkap yang dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id.

Pertama, doa menurut riwayat Imam Muslim dan An-Nasa’i.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ٠

Kedua, doa menurut riwayat Ibnu Majah, dan lain-lain.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا ، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا ، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا ، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ ، اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ ، وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ٠

Ketiga, menurut riwayat Abu Dawud.

اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ مِنْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ اللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ٠

Keempat, doa menurut riwayat Al-Baihaqi dan At-Tabrani, sebagai berikut.

اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، فَإِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ٠

Apabila ada seorang anak yang meninggal, doa yang diajarkan oleh Rasulullah ialah sebagai berikut.

 اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

Selain doa-doa di atas. Bila ingin membaca mengenai bacaan sholat Jenazah yang lain, bisa membaca: Bacaan Sholat Jenazah Muhammadiyah, dari Keputusan Tarjih.

Nah, itulah tuntunan sholat Fardhu, Jenazah, dan Dhuha menurut pandangan Muhammadiyah. Sudah mengerti belum?

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian yang tengah belajar mengenai Islam.

Referensi:

Gambar Gravatar
Merupakan Manajemen Redaksi dari Website Beritaku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *