Cawapres Kandidat, Erick Thohir
Erick Thohir

Kandidat Cawapres, Hampir Pasti Untuk Erick Thohir

Diposting pada

Siapa kandidat Cawapres kuat pada masa datang?

Beritaku.id – Politik, Proses pergantian presiden dan wakil presiden Indonesia, tidak akan lama lagi. Siapa sosok yang akan menggantikan Joko Widodo sebagai calon presiden. Ada 3 nama yang mengemuka:

  1. Ganjar Pranowo,
  2. Prabowo Subianto
  3. Anies Rasyid Baswedan

Tidak hanya itu namu pertarungan sebagai Cawapres juga terus menggelinding. Entah siapa yang akan menjadi pilihan ketiganya dalam paket 01 02 sebagai kandidat untuk menjadi yang terbaik.

Beberapa waktu lalu, rilis Survei Poltracking Indonesia setelah menggelar simulasi 10 nama kandidat pemilihan bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.

Survei dilakukan yakni pada bulan April 2023 yang lalu. Dalam survei yang dilakukan tersebut terdapat 10 nama kandidat untuk posisi cawapres pada Pil[res 2024, yaitu:

  1. Andika Perkasa,
  2. Airlangga Hartarto,
  3. Agus H.Y,
  4. Erick Thohir,
  5. Mahfud MD,
  6. Muhaimin Iskandar,
  7. Puan Maharani,
  8. Khofifah Indar Parawansa,
  9. Ridwan Kamil, dan
  10. Sandiaga Uno.

Dalam survei Poltracking tersebut menghasilkan nama Menteri BUMN Erick Thohir mengantongi angka survei 17,1%. berikutnya Sandiaga Uno dengan angka 15,3%, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 13,5%.

Kemudian Menko Polhukam Mahfud MD dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam lima besar dengan perolehan angka 7,8% (Mahfud) dan 7,7% (AHY).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berada di urutan ke-6 dengan 6,8%, unggul jauh dibanding Puan Maharani yang memperoleh angka 3,5%.

Sementara itu tiga kandidat urutan paling buncit diisi oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (3,1%), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (3,0%), dan mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (2,5%).

Alasan ET menjadi Kandidat Cawapres Terkuat

Sukses di BUMN, Erick Thohir Dinilai Pemimpin Muda Brilian kandidat untuk Cawapres Masa Depan.

Kesuksesan Erick Thohir membawa perusahaan pelat merah milik negara meraih berbagai macam prestasi menjadi perusahaan yang setingkat dunia dengan perusahaan global lainnya.

Transformasi yang dilakukan Erick dalam membawa BUMN sangat terasa berdampak pada kemajuan dari mulai bersih-bersih membongkar kasus korupsi yang sudah lama mendera perusahaan milik negara tersebut.

Pencapaian berbagai prestasi tersebut mendapat tanggapan dari Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli menyebut Menteri BUMN Erick Thohir sebagai pemimpin muda brilian untuk posisi calon wakil presiden (cawapres).

Apalagi melihat berbagai keberhasilan di yang telah ditorehkan oleh menteri andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo tersebut di Kementerian BUMN.

“Erick Thohir memiliki latar belakang seorang pengusaha yang sukses, seorang yang masih muda, brilian, pekerja keras dan kita juga lihat dalam kabinet Presiden Jokowi. Erick Thohir bisa dikatakan berhasil mengelola perusahaan – perusahaan negara yang ada di BUMN,” terang Guntur dikutip Sabtu (6/5/2023).
Seperti diketahui, Erick Thohir banyak menorehkan keberhasilan selama memimpin Kementerian BUMN. Salah satu di antara keberhasilan Eks Presiden Inter Milan ini adalah meningkatkan laba secara konsisten setiap tahun dan dividen terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Di bagian peningkatan laba Kementerian BUMN, Erick Thohir secara konsisten meningkatkan laba sejak tahun 2020. Di mana pada tahun tersebut laba Kementerian BUMN hanya tercatat sebesar Rp 13 triliun kemudian menjadi Rp 124,7 triliun di tahun 2021.

Peningkatan laba ini kembali tercatat di tahun 2022, dari Rp 124,7 triliun menjadi Rp 240 triliun. Dividen kepada negara dari Kementerian BUMN pun menembus angka terbesar sepanjang sejarah yakni Rp 80,2 triliun.
Tak berhenti sampi di situ, Erick Thohir juga menorehkan prestasi dalam pemberantasan korupsi. Terbaru ia bersama Kejaksaan Agung berhasil mengungkap korupsi yang terjadi di PT Waskita Beton Precast.

Di mana kasus korupsi ini terjadi karena pengadaan proyek fiktif yang dilakukan oleh Dirut PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kasus ini juga telah merugikan negara sebesar Rp 2,5 triliun.

Sebelumnya, Erick Thohir juga telah berhasil mengungkap berbagai kasus korupsi selama di Kementerian BUMN. Di samping kasus Waskita Beton Precast, Ercik Thohir mengungkap kasus korupsi Jiwasraya, Asabri dan Garuda Indonesia.

Kinerja Erick Thohir

Pengamat: Kinerja Tinggi, Etika dan Loyalitas Dongkrak Elektabilitas Erick Thohir
Erick Thohir disebut-sebut menjadi calon wakil presiden (cawapres) potensial dari berbagai kalangan pengamat dan pakar politik karena rekam jejak dan kinerjanya profesional sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI.

Beberapa lembaga survei menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat tertinggi dalam kontestasi cawapres, itu merupakan apresiasi dari buah kinerja yang dilakukannya.

Walau namanya sering digadang-gadang masuk sebagai sebagai kandidat tertinggi dalam bursa cawapres, namun tak membuat Erick Thohir menjadi jemawa dan terjebak pada konstelasi politik.

Bahkan dalam satu kesempatan pertemuan dengan jurnalis, Erick menyatakan bahwa saat ini ia masih akan terus fokus untuk bekerja dan menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN.

Lebih lanjut Erick mengatakan saat dirinya akan tegak lurus dengan Presiden Joko Widodo dan akan fokus menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Menteri BUMN.

“Apa lagi dalam konteks politik di Indonesia, penentuan capres dan cawapres merupakan keputusan parpol. Karena bukan berasal dari parpol, maka saya akan fokus pada kerja sebagai Menteri BUMN yang saat ini cukup banyak, “ ujarnya.

“Saya tak mau terjebak politik. Hari ini fokus saja pada kerja. Karena fokus kerja di BUMN memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan masyarakat,” ucap Erick.

Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada Wawan Mas’udi menilai pernyataan yang dilontarkan Erick tersebut merupakan langkah yang tepat. Sebab untuk dapat membangun kepemimpinan politik, harus memiliki basis legitimasi yang sangat kuat.

Sebagai figur yang yang berasal dari teknokrat atau profesional, maka cara yang terbaik untuk membangun legitimasi harus dari performance atau kinerja. Kinerja yang dimaksud adalah prestasi dalam menjalankan program tertentu sesuai dengan tugas dan amanah yang saat ini diemban.

Karena Erick saat ini memegang jabatan publik sebagai Menteri BUMN, menurut Wawan sudah sewajarnya beliau fokus untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Membangun legitimasi dari kinerja menurut Wawan juga bukan perkara yang mudah.
Ada pihak yang menilai kinerja seseorang sudah baik. Namun ada pihak lain yang menyatakan kinerja tidak baik. Sehingga langkah yang terbaik adalah dengan mengaitkan antara kinerja dengan apa yang menjadi agenda dan kebutuhan publik secara umum menjadi sangat penting.

“Jika dalam kaitan dengan reformasi di BUMN, maka kinerja yang harus dibuktikan oleh Menteri Erick adalah memastikan BUMN memiliki kinerja yang semakin baik dan semakin akuntabel. Sebab selain sebagai alat negara untuk menggerakkan perekonomian nasional, BUMN juga harus memiliki fungsi sosial,” terang Wawan, Kamis (4/5/2023).

Erick yang akan selalu tegak tegak lurus dengan presiden, menurut Wawan merupakan wujud dari dirinya yang menjunjung tinggi sistem politik presidensial yang saat ini dianut Indonesia. Dalam sistem politik presidensial, Menteri merupakan elemen yang terintegrasi dengan kepemimpinan presiden.