Lika-Liku Lahirnya Butta Turatea Jeneponto 1 Mei 1863
Logo Butta Turatea Jeneponto

Lahirnya Butta Turatea Jeneponto 1 Mei 1863

Diposting pada

Butta Turatea Jeneponto, Adalah Penggalan kata Yakni Butta Turatea dan Kabupaten Jeneponto.

BERITAKU.ID, JENEPONTO – Kelahiran adalah suatu proses yang panjang yang merupakan momentum awal dan tercatatnya sebuah sejarah Bangsa, Negara, dan Daerah. Oleh karena itu, kelahiran tersebut memiliki makna yang sangat dalam bagi peradaban manusia.

Jeneponto Butta Turatea Dan Sejarahnya

Butta Turatea Jeneponto merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Yang terletak di bagian selatan, tumbuh dengan budaya dan peradaban tersendiri seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman.

Penetapan Hari Jadi Jeneponto sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Merupakan waktu yang cukup panjang dan melibatkan banyak tokoh di daerah ini.

Kajian dan berbagai peristiwa penting melahirkan beberapa versi mengenai waktu yang paling tepat. Untuk dijadikan sebagai Hari Jadi Butta Turatea Jeneponto.

Menyadari perlunya kepastian akan Hari Jadi Butta Turatea Jeneponto. Maka dilakukan beberapa upaya dengan melibatkan berbagai elemen di daerah ini melalui seminar –seminar yang dilaksanakan secara terpadu.

Dari pemikiran yang berkembang dalam pelaksanaan seminar tersebut. Diharapkan bahwa kriteria yang paling tepat untuk menetapkan Hari Jadi Butta Turatea Jeneponto.

Berdasarkan pertimbangan historia, sosio-kultural, dan struktur pemerintahan, baik pada masa pra dan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Maupun pertimbangan eksistensi dan norma-norma serta simbol-simbol adat istiadat yang dipegang teguh, dan dilestarikan oleh masyarakat dalam meneruskan pembangunan.

Penelusuran Tentang Harla Butta Turatea Jeneponto

Selanjutnya, penelusuran tersebut menggunakan dua pendekatan yaitu tanggal, bulan, dan tahun menurut teks dan tanggal kejadiannya.

Serta pendekatan dengan mengambil tanggal-tanggal. Bulan-bulan maupun tahun-tahun yang mempunyai makna-makna penting yang bertalian dengan lahirnya suatu daerah. Yang dianggap merupakan puncak kulminasi peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi.

Adapun alternatif yang digunakan terhadap kedua pendekatan tersebut di atas yaitu:

Pertama:

November 1863 adalah tahun berpisahnya antara Bangkala dan Binamu dengan Laikang.

Ini membuktikan jiwa patriotisme Turatea melakukan perlawanan yang sangat gigih terhadap pemerintah Kolonial Belanda.

Tanggal 29 Mei 1929 adalah pengangkatan Raja Binamu . Tahun itu mulai diangkat “Todo ” sebagai lembaga adat yang refresentatif mewakili masyarakat.

Tanggal 1 Mei 1959, adalah berdasarkan Undang -undang No . 29 Tahun 1959 menetapkan terbentuknya Daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Butta Turatea Jeneponto. Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto.

Kedua:

Tanggal 1 Mei 1863 adalah bulan dimana Jeneponto menjalani masa-masa yang sangat penting yaitu dilantiknya Karaeng Binamu. Yang diangkat secara demokratis oleh “Toddo Appaka ” sebagai lembaga representatif masyarakat Turatea.

Mundurnya Karaeng Binamu dari tahta sebagi wujud perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda

Lahirnya Undang Undang No. 29 Tahun 1959 Diangkatnya kembali raja Binamu setelah berhasil melawan penjajah Belanda.

Kemudian tahun 1863, adalah tahun yang bersejarah yaitu lahirnya Afdeling Negeri- negeri Turatea. Setelah diturunkan oleh pemerintah Belanda dan keluarnya Laikang sebagai konfederasi Binamu.

Tanggal 20 Mei 1946, adalah simbol patriotisme Raja Binamu (Mattewakkang Dg Raja). Yang meletakkan jabatan sebagai raja yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda .

Dengan Demikian penetapan Hari Jadi Jeneponto yang disepakati oleh pakar pemerhati sejarah, peneliti, sesepuh dan tokoh masyarakat Jeneponto.

Dari seminar Hari jadi Jeneponto yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 21 Agustus 2002 di Gedung Sipitangarri. Dianggap sangat tepat, dan merupakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kabupaten Jeneponto 1 Mei 1863

Berdasarkan berbagai kesimpulan di atas, maka Hari jadi Jeneponto ditetapkan pada tanggal 1 Mei 1863. Dan dikukuhkan dalam peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 1 Tahun 2003 tanggal 25 April 2003.

Geografis

Secara geografis, Kabupaten Jeneponto terletak di 5°23′- 5°42′ Lintang Selatan dan 119°29′ – 119°56′ Bujur Timur.

Kabupaten ini berjarak sekitar 91 Km dari Makassar. Luas wilayahnya 749,79 km2 dengan kecamatan Bangkala Barat sebagai kecamatan paling luas yaitu 152,96 km2. Atau setara 20,4 persen luas wilayah Kabupaten Jeneponto.

Sedangkan kecamatan terkecil adalah Arungkeke yakni seluas 29,91 km2.

Topografi

Kondisi topografi Kabupaten Jeneponto pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 sampai dengan 1400 meter. Diatas permukaan air laut (mdpl).

Merupakan lereng pegunungan Gunung Baturape – Gunung Lompobattang. Sedangkan bagian tengah berada di ketinggian 100 sampai dengan 500 mdpl.

Pada bagian selatan merupakan pesisir serta dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 100 mdpl.

Karena perbatasan dengan Laut Flores maka Kabupaten Jeneponto memiliki pelabuhan cukup besar yang terletak di desa Bungeng.