20 Tahun Ini Aku Rindu, Kunang-Kunang Telah Punah

6 hari lalu-Beritaku, Lingkungan, Pendidikan, Sorot Utama-47 dilihat

Beritaku.Id, Lingkungan – Berapa banyak anak keturunan kita yang tidak pernah melihat Kunang-kunang? Bagi pembaca yang berumur 30 – 40 Tahun mungkin telah melihatnya, Kamis (13/2/2020).

Coba tanyakan pada anak umur 10 – 15 Tahun, pernahkan anda melihatnya?

Kemungkinan dia akan bertanya balik, apa itu, binatang apa dan bagaimana bentuknya?

Bersyukurlah bagia anda yang pernah melihatnya, sebab sekarang keberadaannya semakin langka.

Kunang-Kunang Untuk Orang Desa

Selamat, bagi kita yang pernah mendiami atau masih mendiami Desa yang terpencil.

Dulu kita masih menyaksikan, ketika duduk diserambi rumah, pada malam hari, menatap jauh kedepan digelapan, berkas cahaya.

Kunang-kunang yang hampir punah
Hampir kita tidak pernah lagi menemukan Kunang-kunang dalam 20 Tahun Terakhir

Cahayanya seperti lampu kerlap-kerlip yang ada sekarang, menyaksikannya sekarang adalah hal yang kampir mustahil.

Bahkan mungkin kita tidak akan menyaksikannya lagi, sebab ini telah tiada, jangan harap ada di kota-kota yang telah tercemar polusi.

Lampu yang diciptakan oleh Thomas Alfha Edison itu belakangan, jauh sebelum itu, nah binatang kecil telah hadir di bumi ini, dihutan-hutan yang dulu masih terjaga.

Cahayanya, memberikan pemandangan yang menarik ketika duduk disebuah dusun atau desa yang sunyi, ditemani suara jangkrik yang riuh.

Semuanya telah punah, hampir tidak bisa lagi ditemukan, karena hutan kita telah kita babat habis untuk pemukiman.

Hutan telah tiada, sementara habitatnya sangat dekat dengan hutan.

Tubuhnya berisi zat kimia khusus bernama lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase, dan ketika 2 zat ini bercampur akan menghasilkan cahaya yang luar biasa.

Efektif hampir 100%, atau mengalahkan penemuan Thomas Alfha Edison yang hanya efektif 10% pada cahaya bola lampu yang dihasilkan dan selebihnya menghasilkan panas.

Jujur, Kapan Terakhir Menyentuhnya?

Mungkin membaca pertanyaan diatas, kita akan diam sejenak sambil berpikir bahwa ternyata telah lama menyentuh dan melihat kunang tersebut?.

Seiring berjalannya waktu, jangankan menyentuh, melihatnyapun kini sangat susah atau berat.

Penulis: Dhilah

PILIHAN Beritaku

Komentar