oleh

2019 Mahasiswa Keperawatan Menulis Untuk Bangsa

-Opini-10 kali dilihat

Oleh: Nur Rahma Awalia

Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan (UU No. 38 Tahun 2014). Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia setiap tahun, maka kebutuhan tenaga kesehatan mengalami peningkatan khususnya tenaga perawat.

Di Indonesia, jumlah perawat paling banyak bila dibandingkan tenaga kesehatan lainnya, yaitu sekitar 347.521 tenaga keperawatan, data ini diambil berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) di Indonesia per Desember 2017 . Dengan jumlah itu, perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun rumah sakit.

Menjadi seorang Mahasiswa merupakan kebanggaan tersendiri dari beberapa orang yang menyandangnya. Mahasiswa dianggap lebih bisa bertanggung jawab terhadap dirinya dibandingkan dulu saat menjadi siswa. Banyak orang yang mengatakan bahwa mahasiswa merupakan agen pembangun dan pembawa perubahan bagi bangsa dan negara. Mahasiswa memegang peran penting dalam masyarakat karena keberadaannya bisa membantu masyarakat dalam berbagai bidang salah satunya dibidang kesehatan. Mahasiswa harus berbuat sesuatu untuk masyarakat, bangsa, dan negaranya. Begitu juga dengan mahasiswa keperawatan harus berbuat sesuatu untuk kemajuan profesinya di bidang pelayanan kesehatan maupun untuk negara Indonesia.

Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu berkontribusi dalam lingkungan masyarakat agar tercapai tujuan Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia keempat “ melindungi Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta untuk menjalankan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Salah satu sarana mahasiswa untuk mencapai tujuan itu adalah dengan menulis. Menulis merupakan ungkapan emosi atau perasaan seseorang yang dituangkan kedalam bentuk tulisan.

Baca Juga:  Seberapa Buruk-Kah Ekonomi Indonesia?

Namun masih ada juga mahasiswa yang ragu untuk menulis, padahal dengan menulis dapat merangsang kreativitas seseorang dan memunculkan ide-ide segar untuk membantu pengembangan karakter bangsa yang harus diaktualisasikan secara nyata untuk menjaga jati diri bangsa dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Kesatuan Republik Indonesia.
Menulis memiliki banyak manfaat. Dalam sebuah buku karya Bernerd Percy yang berjudul “The Power Of Creative Writing” mengungkapkan sekurang-kurangnya ada enam manfaat karang-mengarang diantaranya sebagai sarana pengungkapan diri, sarana memahami sesuatu, sarana untuk mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggan, dan rasa harga diri, sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan sekeliling, sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat, sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa.

Selain itu, menulis juga ternyata memiliki manfaat di bidang kesehatan. Dr. James Pennebaker dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa menulis akan meningkatkan kekebalan tubuh (immune system). Pada tahun 1986 Pennebaker dan rekannya Sandra Beall mengadakan riset di University of Texas. Mereka ingin mengetahui seberapa jauh hubungan kegiatan menulis dengan kesehatan, dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan menulis mahasiswa. Mereka mengukur seberapa aktif mahasiswa menulis dan dihubungkan dengan seberapa sering mereka sakit, yang diukur dengan seberapa sering mereka berobat ke klinik. Dalam riset tersebut disimpulkan bahwa seseorang yang lebih sering menulis lebih jarang sakit.

Baca Juga:  Eksploitasi Guru Di Kabupaten Maros

Dasar teori Pennebaker bermula dari pemikiran bahwa menulis akan mengurangi kegelisahan. Menulis akan membuat seseorang lebih tenang dan tidak cepat merasa lelah. Kegelisahan membutuhkan energi yang sangat banyak sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk membangun sistem kekebalan tubuh akan tersedot untuk memerangi kegelisahaan. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh tidak berjalan dengan sempurna. Dengan menulis, seseorang akan lebih tenang dan kegelisahan bisa teredam. Akibatnya, energi yang sedianya digunakan untuk meredam kegelisahan bisa terkumpul untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, maka dengan menulis seseorang akan memiliki kekebalan tubuh yang semakin baik.

Yang perlu dipertanyakan adalah apakah bangsa ini bisa maju jika tidak ada yang memberi pendapat? Apakah bangsa ini bisa menjadi bangsa yang kuat jika tidak ada yang memberikan ide-ide kreatif? Apakah bangsa ini bisa menjadi sehat jika tidak ada yang memberikan pemikiran mengenai cara membuat bangsa menjadi sehat?

Untuk itu di tahun 2019 nanti, mahasiswa perlu berpartisipasi dengan membuat tulisan-tulisan yang dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Presiden Jokowi pernah berkata, “Bangsa yang maju, Bangsa yang kuat adalah bangsa yang sehat. Jadi, tanpa kesehatan jangan harap negara maju.” Mendengar perkataan itu, sebagai seorang mahasiswa kesehatan harus turut membantu membuat bangsa ini menjadi bangsa yang maju, kuat dan sehat dengan mengeluarkan tulisan-tulisan yang dapat membantu membangun bangsa. Tidak perlu ragu untuk menulis. Kita dapat membantu membangun bangsa dengan menulis sebuah karya, terlebih lagi menulis baik untuk kesehatan. (WK)

 

Editor: Dicky Minion

Komentar