300 Orang Terlibat, Pada Festival Layang-Layang Marra’ di Bulukumba

13/12/2019-Beritaku, Komunitas, Lifestyle-1.283 dilihat

Beritaku.Id, Bulukumba – Suasana kehidupan sosial, yang telah tergeser oleh lifestyle perkotaan, banyak perubahan yang telah terjadi, sehingga perlunya mengembalikan nilai-nilai di masa lampau, untuk dilestarikan (Contoh : layang-layang), 12/12/2019.

Nilai yang dimaksud adalah tidak hanya, pada seremoni adat semata, namun juga termasuk olahraga, atau permainan yang ada dimasa lalu, dan beberapa dekade terakhir telah hilang, misalnya layang-layang.

Di Bulukumba khusunya di wilayah timur, layang-layang akan dijumpai sejenis Marra’, yang bentuknya unik dan terdapat suara (Konjo : dangong) yang dimilikinya, dan menemani tidur malam, kini telah hilang, semua telah dimakan oleh peradaban zaman. Sedih rasanya!

Tidak ada lagi kita jumpai, anak bertelanjang dada menaikkan layang-layang, tidak ada lagi anak berkumpul untuk hobby yang trend sebelum tahun 2000 ini.

Anak-anak disibukkan dengan gadget, android, IOS, permainanpun berganti menjadi permainan di handphone, dan lebih kepada elektrik, tidak mengandalkan motorik.

Apakah Budaya menaikkan layang-layang telah zirna?

Ternyata tidak demikian, masih saja ada orang membentuk komunitas untuk merecycle budaya ini. Entah kalau ini adalah suatu reuni, atau mengenang nostalgia selain dari tujuan utama, yakni Silaturrahim.

Kerinduan untuk mendengarkan alunan suara Marra’ ini rupanya menggugah hati seorang Lurah di Bontobahari, yakni Lurah Benjala Andi Sirajuddin Krg Olleng, SAP.

Lurah Benjala tersebut memprakarsai kegiatan, selaku penanggung jawab kegiatan pada perlombaan layang-layang (Bahasa bulukumba : lajang-lajang) Marra’.

Mengambil lokasi di daratan luas, pada tanah merah yang menambah suasana desa diarea tersebut, Lotong-lotong, lingkungan Batu Mesu’, Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Siapa Peserta Festival Layang-layang Tersebut?

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan ini diikuti oleh peserta dari beberapa kampung tetangga diantaranya dari

  1. Ulutedong
  2. Ara,
  3. Kalumpang,
  4. Garanta,
  5. Herlang,
  6. Kajang,
  7. Manyampa,
  8. Bontotanga,
  9. Tiro,
  10. Rilau Ale

Sekitar 300 Peserta telah siap untuk ikuti festival tersebut, dan pada hari ini telah memasuki hari ketiga babak penyisihan.

Nama kegiatan Lomba Panaik Lajang-Lajang Marra’ (Lomba menaikkan layang-layang jenis Marra’) di Lotong-Lotong.

Rencana penutupan kegiatan adalah hari ke 3 kedepan,

Adapun hadiah adalah :

  1. Kulkas,
  2. Kipas angin tornado,
  3. Kipas angin gantungn, dan
  4. Beberapa hiburan lainna

Karena kepedulian dan rasa ingin membangun silaturrahim antar warga, semua hadiah dipersembahkan oleh Lurah Benjala.

“Insya Allah, hadiahnya ini kami persembahkan, mungkin tidak banyak, tapi tujuannya adalah membangun silaturrahim buat warga dan peserta” Jelas Andi Sirajuddin Krg Olleh, SAP
Lurah Benjala

“Warga saya banyak petani, dan mbanyak juga pecinta layang-layang Marra’ ini, yang merupakan kearifan lokal, sekarang telah banyak tergeser oleh kehidupan modern” Lanjutnya

Festival Layang-layang Marra'
Andi Sirajuddin (tengah) di lokasi Festival Layang-layang Marra’ bersama unsur muspika
(Foto : Krg Olleng)

Profil Lurah Benjala

Lurah Benjala, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba (Foto : Krg Olleng)

Nama Lengkap : Andi Sirajuddin, S.AP, Lahir di Bulukumba, 21 April 1969, Pendidkan terakhir : Strata 1 STIA LAN Makassar, Jabatan : Lurah Benjala.

Penulis: Waldan

PILIHAN Beritaku

Komentar