oleh

Ada Kejanggalan, Rapat Pleno Kecamatan di Hujani Protes dan Sempat Rusuh

-Politik-13 kali dilihat

BERITAKU.ID, PEMILU – karena tak ada bijaksana sehingga amarah memuncak dalam merespon riak-riak nafsu sesaat, Senin (22/4/2019).

Sejumlah saksi partai politik memerotes data-data yang ditampilkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Mamuju, karena dianggap terdapat beberapa kejanggalan.

Misalnya, di TPS 3 Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, ditemukan ada suara parpol dan calon anggota DPRD yang bertambah dan dikurangi.

“Yang pasti kami menemukan ada suara calon yang bertambah dan dicuri, kemudian ada juga kejanggalan pada perolehan Parpol, yang sebelumnya kosong pada C1, namun saat diinput tiba-tiba ada. Ini temuan kami, dan ini akan merugikan. Ini sangat berbahaya,” tegas saksi Partai Golkar, Hartono.

Baca Juga:  Tina Toon Lolos Jadi Anggota DPRD DKI dari Hasil Suara Sementara

Kemarahan sejumlah saksipun semakin tersulut saat Ketua PPK Kecamatan Mamuju, Rahmat Saleh mengeluarkan statemen yang tidak bisa diterima oleh para saksi.

“Yang jelas Ketua PPK ini bodoh dan tak tahu aturan. Pernyataannya terkait ingin mencabut mandat itu secara hukum melanggar. Apa haknya. Kami tidak terima, itu melanggar hukum,” kata Hartono.

Rahmat Saleh berujar, saksi yang memilih keluar dari ruangan agar tidak kembali diberi mandat menjadi saksi dalam proses rekapitulasi peehitungan suara tersebut.

“Mending kita bubar saja. PPK macam itu. Kita saksi menolak. Kejanggalan ini kami yakini dilakukan secara sistematis. Dan ini merusak demokrasi,” tutup Hartono.(*)

Baca Juga:  Pilwali Makassar, MK Tolak Appi-Cicu Menjadi Pasangan Tunggal

Editor: Sy

Komentar