Ajak Dialog Masyarakat Papua, Dari Makassar Papua Damai

21/08/2019-Agenda-31 dilihat

BERITAKU.ID, MAKASSAR – Kerusuhan yang terjadi di Papua Barat, tepatnya di Monokwari dan Sorong memicu ketegangan para mahasiswa yang tinggal di Asrama Papua di berbagai Kota di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Makassar.

Aksi lempar batu pun tak terhindarkan. Karenanya, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb ingin meredakan ketegangan dengan mengajak para warga Papua, Ormas, aparat keamanan melakukan dialog terbuka, di Ruang Sipakatau, Rabu (21/8/2019).

Ratusan masyarakat Papua yang tergabung dari berbagai ikatan pelajar di Makassar ini hadir dan mendengarkan arahan dari Iqbal Suhaeb.

Iqbal mengemukakan beberapa poin penting dalam pertemuan ini. Seperti, memberi garansi dan rasa aman sebagai manusia yang memiliki hak-hak konstitusi. Ia tak sendiri pihak aparat seperti polisi dan TNI juga siap.

Ia juga ingin menjadikan Kota Makassar menjadi kota destinasi pendidikan. Di mana para peserta didik merasa aman menempuh pendidikannya di Kota Makassar.

“Dari Makassar Papua aman. Saya akan kordinasi dengan petinggi perguruan tinggi jika ada masyarakat Papua yang ingin melanjutkan studinya di Makassar kita akan terima dengan membukakan pintu seluas-luasnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Iqbal juga berjanji akan mengganti dan memperbaiki segala kerusakan akibat kerusuhan yang terjadi di Asrama Papua di Makassar beberapa hari lalu.

“Kami sementara memperbaiki bagian yang rusak. Dan kami infokan jika terjadi kerusakan di lokasi manapun di Makassar kami akan tindak lanjuti segera. Dan kita juga berkordinasi dengan pihak berwenang agar biang dari kerusuhan tersebut dapat diamankan,” paparnya.

Sementara, masyarakat Papua meminta Iqbal menyampaikan langsung ke pusat untuk lebih memperhatikan masyarakat Papua dan lebih menjaga persatuan NKRI.

“Karena Papua bagian dari Indonesia. Ini rumah kami. Kami mendambakan perdamaian,” sebut salah satu mahasiswa Papua yang hadir dalam dialog.

Dalam dialog tersebut nampak masyarakat Papua tenang dan berkomitmen untuk tidak melakukan aksi-aksi di luar batas.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan jamuan makan siang bersama Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb, mahasiswa dan warga Papua, insan media, serta Ormas seperti FPI dan Pemuda Pancasila.

PILIHAN Beritaku