Bahagia Terbalut Luka

08/11/2018-Feature-35 dilihat

Oleh: Desyinta Nuraini

Tak ada tetes air mata dipipi Ida ketika menanti jenazah kedua cucunya, Radhika Wijaya, 4 dan Rafezha Wijaya,1,9 bulan yang baru saja diidentifikasi tim disaster victim investigation (DVI), sore kemarin. Dia hanya terus mengucap syukur setidaknya bisa membawa pulang keduanya ke kampung halaman.

“Senin kami berangkat dari rumah, kami mau pulang sudah ketemu semua, lega hati ini biar sakit, biar berduka tapi ketemu,” kata dia.

Ida mengaku sempat gundah gulana lantaran kedua cucunya belum ditemukan. Sementara anaknya dan menantunya Resti Amelia; 28 dan menantunya, Daniel Suharja Wijaya; 30 yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin pekan lalu lebih dulu diidentifikasi.

“Saya bilang keluarlah dari dasar laut, keluarlah, kita pulang ke kampung, ke Bangka, pulang ke kebon lah,” tuturnya.

Benar saja, nama Radhika dan Rafezha keluar dari bibir Ketua Tim DVI Kombes Pol Lisda Cancer saat mengumumkan tujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi. Kendati senang, dia juga harus menelan pil pahit karena kehilangan mereka.

“Sedih. Enggak bisa lupa lah. Cucu paling sayang. Lebih sayang cucu dibanding anak. Mustahil sayang dengan cucu kalau enggak sayang dengan anak,” kata dia.

Rencananya, dia akan membawa pulang kedua cucunya itu ke kampung Kamis (8/11) pagi. Dua bocah itu akan dimakamkan tepat di sebelah makam ibunya.”Saya suruh cari tempat yang luas jadi berjejer,” imbuhnya.

Lokasinya pun tepat berada di kebun sawit milik Ida. “Jadi tiap hari aku ke kebon. Jadi setiap hari bisa ke pemakaman karena tepat di samping kebon ku. Biar terasa anak cucu ku tetap hidup di hatiku,”

Balik ke Bangka, Ida tak lupa mengucapkan pula rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Khususnya kepada tim SAR, tim DVI, hingga pejabat daerah setempat yang membantu semua proses yang ada. “Semua bersedia nolong kami sampai sudah,” pungkas Idariana.

 

Editor: Syahrul

PILIHAN Beritaku

Komentar