Buntut Pemukulan Oleh Aparat, 100 Aktifis Akan Mendatangi Polrestabes Makassar

5 hari lalu-Beritaku, Kriminal, Sorot Utama-537 dilihat

Beritaku.Id, Makassar – Tidak menunggu lama setelah postingan aksi pemukulan aparat terhadap aktifis di Polrestabes, beberapa aktifis kini mulai bereaksi.

Foto yang menunjukkan adanya luka pada leher salah satu Aktifis GAM yang selama ini menyuarakan keadilan, Supriadi, membuat beberapa aktifis berang. Akibat pemukulan oleh aparat kepolisian di Polrestabes Makassar tersebut

Korban Pemukulan

Organda Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) angkat bicara, Asrul Syam kepada Beritaku.Id menyampaikan sikap menyayangkan prilaku arogan aparat pada kegiatan demo mereka di depan Polrestabes kemarin.

“Menganiaya seseorang dengan Alasan Apapun tidak do benarkan dalam Uu! Apalgi kalo menyampaikan Aspirasi yg legal ad di uu, harusnya Polisi sadar itu” Tutur Asrul dengan intonasi tajam.

Gerakan demonstrasi mereka itu diatur oleh undang-undang, kenapa polisi-polisi ini masih seperti masa orde baru yang menghadapi demosntran dengan kekerasan. “Tindakan memukul aktifis itu bukan tindakan heroik, justru sebaliknya, penilaian arogan” Jelas aktifis di Makassar tesrebut.

Dirinya menyebutkan bahwa akan menggalang beberapa kekuatan di Makassar untuk melakukan gerakan solidaritas ini, sebab keadilan adalah milik semua orang.

Sesekali Asrul mengepalkan tangannya ketika dilakukan wawancara beberapa waktu lalu, dengan nada tegas, tidak menerima prilaku tindak kekerasan oleh aparat.

“Ini bukan zaman orde baru, yang membungkam suara demokrasi” tutup Asrul.

Berita Sebelumnya : Nurdin Abdullah Tidak Terima Di Demo, Aktifis di Jebloskan Kedalam Tahanan. Apakah Sikap Otoriter?

Suara mahasiswa menyuarakan ketidak adilan, ketika suara mengalami distorsi, terkadang tempo gerakan mereka naikkan, entah hitam atau putih hasilnya itu urusan nanti, Rabu 4/12/2019

Suara mahasiswa tentang BPJS didepan kantor gubernuran beberapa waktu lalu, berbuntut panjang, mereka para demonstran telah menjadi bulan-bulanan rezim, beberapa aktifis telah dijebloskan kedalam penjara.
Adalah Muhammad Ilyas Panglima Gerakan Aktifis Makassar (GAM) bersama beberapa aktifis saat ini ditahan di Polrestabes Makassar.

Atas penangkapan tersebut, aksi Solidaritas yang dilakukan oleh beberapa aktifis, menilai bahwa pihak kepolisian, pemukulan adalah membangun pola lama dengan konspirasi kepada pemerintah sulsel, dalam hal ini pihak gubernur Sulsel (Nurdin Abdullah) yang dianggap lebay menghadapi kritikan mahasiswa.
Mahasiswa menilai bahwa gerakan mereka pro rakyat dan pemerintah provinsi menunjukkan sikap otoriter terhadap kritikan mahasiswa. Dengan suara parau dibalik mikropon, para mahasiswa meneriakkan keadilan dan meminta untuk dibebaskan aktifis yang ditangkap pihak polrestabes tersebut.

Siapa yang berunjuk rasa saat insiden pemukulan?

Adapun gabungan aktifis yang bergabung yakni : LMND Makassar, GAM, PPM Sulsel, Prodem dan Mapera.
Dalam aksi solidaritas tersebut, beberapa aktifis menjadi korban kekerasan oleh aparat. Adi Bintang, kepada beritaku.id menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap represif aparat tersebut, pada kegiatan aksi solidaritas mahasiswa didepan Polrestabes perihal penangkapan beberapa aktifis dengan kasus demosntrasi issu BPJS di kantor Gubernur beberapa waktu lalu.

Tampak goresan luka dileher lelaki bernama lengkap Supriadi tersebut, dan mengaku telah di cekik oleh pihak kepolisian ketika melakukan demontrasi pada aksi solidaritas 04 Desember 2019 dengan Jenderal Aksi adalah Aldi.

Nurdin Abdullah Di Mata Mahasiswa

Kini teriakan yang menganggap bahwa Nurdin Abdullah bersikap tidak mampu mengayomi para mahasiswa dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat pemerhati lingkungan.

Beberapa waktu lalu melakukan aksi demonstrasi didepan kantor Gubernur Sulsel, namun aspirasi mereka tidak pernah direspon baik oleh pihak pemerintah provinsi dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah.

Dikonfirmasi oleh Beritaku.Id apakah Gubernur Sulsel itu otoriter? Aktifis LSM Jatam yang fokus pada lingkungan berkomentar “Yah bisa dibilang otoriter karena beberapa aksi mahasiswa dan LSM di gubernuran sama sekali tidak pernah direspon baik”

“Aslinya memang otoriter, teman-teman yg pernah aksi di gubernuran banyak yg dipermasalahkan” Ujar Bintang, aktifis dengan gaya santun dalam setiap berkomunikasi.

“Kami pernah melakukan aksi selamatkan pesisir, ini hubungannya dengan perlindungan lingkungan, tapi Gubernur seakan tidak peduli dengan aksi kami, jelas kami sayangkan” lanjutnya.

“Stop pembungkaman Mahasiswa. itu yang saya harapkan selaku jendral lapangan dari aliansi mahasiswa kota palopo yang juga tadi melakukan aksi unjuk solidaritas di Mapolres Palopo terkait pengkapan aktivis di kota Makassar” Lanjutnya.

Sekedar diingat bahwa tindakan pemukulan di depan polrestabes adalah aksi solidaritas mahasiswa karena sesama aktifis ditangkap akibat aksi didepan Gubernuran mengenai kenaikan iuran BPJS.

Penulis: Fauzi
Editor:

PILIHAN Beritaku

Komentar