oleh

Jenuh Janji Pemerintah Belum Ditepati, Warga Tamaona Tanam Pohon di jalan

-Lingkungan-12 kali dilihat

BERITAKU.ID, BULUKUMBA – Antara janji besar dan janji kecil tidak terlalu berbeda. Saat tidak ditepati kedua-duanya berpotensi menyebabkan suatu kerugian yang besar, Bulukumba, Kamis (7/2/2019).

Warga Dusun Galu Lohe desa Tamaona Kecamatan kindang berbondong bondong tutup jalan dengan menanami pohon pisang dan kopi serta batu.

Hal tersebut dilakukan karna sudah bosan di janji oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali dan wakil rakyat yang tiap pemilihan masuk di wilayah tersebut berjanji akan memperbaiki jalan.

Seperti 3 tahun lalu AM. Sukri memasuki kampung itu berkampanye dan berjanji akan mengaspal jalan tersebut bila terpilih, yang sampai hari ini masih di ingat warga dan sudah berapa kali di tagih, begitu juga anggota dewan provinsi Arum Spink berjanji yang sama akan memperbaiki jalan itu saat melakukan kampanye di wilayah itu.sampai hari ini tidak ada bukti.

Bahkan tiap tahun Musrembang selalu diusulkan dan usulan tersebut selalu masuk dalam skala usulan prioritas, namun sampai sekarang tidak ada terealisasi, ungkap Irfan Kamis (7/2/2019) dengan nada kesal.

“Kami di cari kalau adapi pemilihan, kalau lewat pemilihan sudah di anak tirikan, padahal kami punya hak untuk menikmati jalan yang bagus dan kami membayar pajak tiap tahun,” kata Irfan.

“Kasihani kami pak bupati Andi Sukri Sappewali dan semua anggota dewan yang ada di Kabupaten Bulukumba dan yang di Provinsi, ingatki juga kampungku kodong, jangan selalu janji-janji palsu,” harap Irfan.

Bila musim hujan jalanan becek dan genangan air terkadang sampai di perut, susah bagi kami untuk lewat sedihnya.

Senada yang di ungkapkan oleh Ihwan yang merupakan pendamping Desa dan juga Pemuda tamaona itu mengaku ,jika jalanan masuk dikampung itu selalu diperjuangkan setiap musrembang, namun belum ada hasil.

Bahkan ia mengaku pernah menjadi tim dilegasi kecamatan untuk mengawal aspirasi warga Galun lohe soal pengaspalan jalan itu , namun sampai hari ini tidak ada terealisasi. bebernya.

Sementara itu kepala desa Tamaona Bustan yang dikonfirmasi Awak Media membenarkan adanya penanaman pohon pisang dan kopi di tengah jalan dusun galun Lohe.

“Benar itu ada penanaman pohon di jalan,menurut warga disana sudah bosan di janji oleh pak bupati dan anggota Dewan,” katanya.

Iapaun menambahkan tidak bisa melarang warganya untuk melakukan itu,karna dirinyapun sudah berapa kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut.bahkan mengaku sebelum menjadi kepala desa jalan itu sudah di usulkan ,sekitar 10 tahun yang lalu.

“Sedangkan untuk memperbaiki menggunakan dana desa itu tidak bisa,nanti temuan, karna jalan itu wewenang kabupaten,” pungkasnya.

Sekedar diketahui jalan tersebut panjangnya sekitar 2 KM dan jalan itu menghubungkan Desa Anrang.kecamatan Rilau ale serta penduduknya ada 800 jiwa.

 

Editor: Dicky Minion

Indira Mulyasari

Komentar