oleh

Jadi Inspirasi Genre Musik Lain, Reggae Dinobatkan Sebagai Warisan Budaya Dunia

-Budaya, Internasional-27 kali dilihat

BERITAKU.ID – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menobatkan reggae sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda. Reggae tergabung dalam daftar budaya dunia lain seperti keahlian berkuda Spanish Riding School di Wina, ritual menaklukkan unta Mongolia dan permainan boneka di Ceko, serta 300 tradisi lainnya.

“Kontribusi musik reggae dalam isu internasional seperti ketidakadilan, perlawanan, cinta, kemanusiaan, menekankan pada elemen dinamis dalam bidang sosial, politik dan spiritual,” ungkap UNESCO dalam pernyataannya, Kamis (29/11/2018) kemarin.

“Ini adalah sebuah musik yang telah menembus semua sudut dunia,” kata UNESCO.

Meskipun hanyalah simbolis, dimasukkannya musik ini pada daftar warisan budaya UNESCO dipandang dapat meningkatkan kedudukan suatu negara dan juga musik atau budayanya.

Awal Mula Reggae

Pada akhir tahun 1960-an, reggae mulai muncul di Jamaika. Istilah reggae merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady, disamping dipengaruhi juga oleh jazz dan blues Amerika.

Baca Juga:  Muhammad Hasyim Perkenalkan Kebudayaan Royong pada Festival Sarasehan IMBASADI di UGM

Selain di Inggris, gaya ini segera digemari di Amerika Serikat, di mana banyak imigran Jamaika yang pindah setelah Perang Dunia Kedua.

Reggae juga dikaitkan dengan Rastafarianisme. Para penganut Ras Tafari menggunakan musik sebagai pemujaan bagi kaisar Etiopia, Haile Selassie, yang dianggap sebagai juru selamat.

Pada album The Harder They Come (1972), lagu “Do the Reggay” yang dinyanyikan oleh Toots and The Maytals menjadi lagu populer pertama yang menggunakan kata itu. Marley dan The Wailers juga kemudian merilis lagu hits seperti “No Woman, No Cry” dan “Stir It Up”.

Suara reggae, dengan bass dan drum yang kental, telah mempengaruhi banyak seniman dan menjadi inspirasi berbagai genre musik lain. Reggae juga terbukti berperan penting pada hip-hop: lagu Sister Nancy “Bam Bam” misalnya, yang banyak mempengaruhi bintang seperti Kanye West, Lauryn Hill, Chris Brown dan Jay-Z.

Baca Juga:  Pemerintah Republik Ceko Membuka Kantor Perwakilan di Yerusalem
Bob Marley
Bob Marley

Reggae di Indonesia

Sekitar tahun 1986, musik Reggae mulai terdengar di Indonesia dari band Black Brothers Papua dan Black Company.

Tahun 1988, sekelompok anak papua yang sedang belajar di Bandung mendirikan sebuah group band reggae bernama Emergency Reggae Band yang beranggotakan Eddie Mangun (Lead Vocal), Ian Linderth Rumaropen (Bass), Onggo (Rythem Guitar), Max Karubaba ( Keyboard), dan Marthin Kondologit (Drums).

Beberapa tahun kemudian, mulailah bermunculan band-band lainnya, Asian Roots, Asian Force dan Abresso, Jamming, Tony Q Rastafara.

Selain itu, dunia musik Reggae dan sub-ragamnya di Indonesia menjadi kian banyak. Ada Imanez, Gangstarasta, Steven & Coconut Treez, Souljah, Ras Muhammad, Joni Agung(Bali),The Small Axe (Bali), Marapu (Yogyakarta), dan Cozy Republic (Jakarta).

Komentar