oleh

JPU Siap Hadapi Banding, JPU Akan Layangkan Kontra Memori Banding

-Hukum-3 kali dilihat

BERITAKU.ID, MAKASSAR – Pengakan hukum hal yang mutlak mengacu pada sebuah aturan yang mengikat, menjadikan peta dalam menuntun pada pengambilan keputusan, Jumat (20/4/2019).

Dikonfirmasi terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Tabrani saat disampaikan kedua terdakwa mengajukan banding melalui Penasehat Hukumnya, dia menyatakan siap menghadapi banding tersebut dengan melayangkan kontra memori banding bila ingin melanjutkan kasusnya.

Meski demikian, pihaknya belum menerima informasi dari penasehat hukum dua terdakwa itu yang akan mengajukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi Makassar.

“Sudah sesuai aturannya dan itu hak terdakwa yang memang diberikan kesempatan untuk melakukan upaya hukum lain atas putusan majelis hakim,” sebutnya.

Sebelumnya, dua terdakwa ini diketahui merupakan pelaku pembakaran satu keluarga dengan secara sengaja membunuh enam orang di jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar pada 6 Agustus 2018 lalu .

Baca Juga:  Wasekjen PB MDHW: Kapolri Jangan Terpancing Isu Murahan Elite politik

Enam orang dalam rumah itu yakni Ahmad Fahri, alias Desta, H Sanusi (kakek) Bondeng (nenek) dan sepupunya, Musdalifah, Namira, dan Hijas. Mereka meninggal karena hangus terbakar.

Kasus pembunuhan ini bermula ketika korban Ahmad Fahri alias Desta diketahui memiliki utang hasil penjualan narkoba jenis Sabu sebesar Rp29 juta kepada kartel narkoba Akbar Daeng Ampuh kala itu mendekam di Lapas Gunungsari Makassar.

Akbar (almarhum) kemudian memerintahkan anak buahnya menagih utang kepada korban, namun korban terus mengelak dan terus menghindar. Desta mencoba bersembunyi di rumah neneknya bernama H Sanusi untuk mencari aman dari orang suruhan Akbar Ampuh dan bersiap ke Kendari.

Namun sayangnya dia ketahuan, hingga akhirnya kedua terdakwa mendatangi rumah kakek korban. Karena geram korban tidak kunjung keluar, dan kedua terdakwa ini dibawa pengaruh narkoba dan alkohol langsung menyiram bensin ke rumah korban hingga rumah naas itu hangus terbakar bersama enam orang di dalamnya.

Baca Juga:  Berkata Kasar Kepada Masyarakat, Jukir Ini Diamankan

Polisi berhasil menangkap pelaku berjumlah enam orang. Tiga orang awalnya ditangkap karena dituduh mengeroyok korban Desta sebelum kejadian pembakaran, namun belakangan tiga orang yang ditetapkan tersangka berubah status menjadi saksi.

Sementara otak pelaku pembakaran Akbar Daeng Ampuh yang mendekam di Lapas Makassar sementara dalam proses hukum dikabarkan bunuh diri dengan alasan sedang stres. Meski demikian kabar kematiannya pun menjadi misteri, sementara dua pelaku ini kemudian menjadi terdakwa dan akhirnya divonis hukuman mati.(*)

Editor: Sy

Komentar