Kasus Penjualan Tahura Belum Jelas Muaranya, PMII Bulukumba Pertanyakan Kejari Bulukumba

31/01/2019-Hukum-53 dilihat

BERITAKU.ID, BULUKUMBA – Penindakan kasus Tahura masih menjadi tanda tanya besar bagi seluruh elemen masyarakat Bulukumba, termasuk Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba., Kamis (31/1/2019).

PMII menilai Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba sengaja mengulur-ulurkan waktu dalam hal penetapan Tersangka Kasus ini yang dimana sudah jelas ada kerugian Negara sebesar 3 Milyar berdasarkan laporan dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kejari Bulukumba sengaja mengulur-ulurkan waktu dalam penetapan Tersangka kasus penjualan Tahura yang mana sudah jelas ada temuan kerugian negara oleh BPK itu sendiri,” ungkap Rahmat Rusman (Ketua II PMII).

PMII Bulukumba sangat menyayangkan atas pernyataan Konyol yang dilontarkan oleh Andi Thirta (Kasi Pidsus Kejari) pada salah satu Media Berita Online yang meyatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan yang banyak terkait kasus penjualan Tahura Karena saat ini tengah memasuki musim politik.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan konyol dari Kasi Pidsus, beralasan Musim Politik maka Penegakan Hukum jadi terbengkalai, ini kan Konyol,” tambahnya.

Selanjutnya, PMII Bulukumba juga mencium adanya Indikasi Konspirasi yang dimainkan oleh pihak Kejari,Maka PMII Bulukumba akan melakukan langkah-langkah strategis dalam hal untuk memperjelas kasus yang selama ini belum ada titik terangnya dan kepastian hukum pada kasus ini.

“Kami merasa ada Indikasi Konspirasi yang dilakukan oleh Kejari, dan kami akan lakukan langkah strategis untuk memperjelas dan mendapat kepastian hukum,” tutupnya. (**)

 

Editor: Dicky Minion

PILIHAN Beritaku

Komentar