oleh

Kejari Bulukumba Kaitkan Musim Politik dan Penyelidikan, PMII Bulukumba: itu Pernyataan Konyol

-Hukum-24 kali dilihat

BERITAKU.ID, BULUKUMBA – PMII Bulukumba kembali menyoal kasus penjualan Tahura yang ditangani oleh Kejari Bulukumba, Jumat (1/2/2019).

Belum adanya penetapan tersangka dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan Lembaga adiyaksa itu dalam menuntaskan kasus korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah.

Tidak hanya itu PMII Bulukumba ikut menyayangkan pernyataan Konyol yang dilontarkan Andi Thirta yang merupakan Kasi Pidsus Kejari pada salah satu Media Berita Online yang meyatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan yang banyak terkait kasus penjualan Tahura Karena saat ini tengah memasuki musim politik.

Baca Juga:  Bupati Ingkar Janji, Penggantian KAPUS Herlang Omong Kosong

“Kami sangat menyayangkan pernyataan konyol dari Kasi Pidsus, beralasan Musim Politik maka Penegakan Hukum jadi terbengkalai, ini kan Konyol,” ujar Rahmat Rusman yang menjabat Ketua II PMII Bulukumba.

Dari pernyataan konyol tersebut, PMII Bulukumba mencium adanya Indikasi konspirasi yang dimainkan oleh oknum pihak Kejari.

“Kami merasa ada Indikasi Konspirasi yang dilakukan oleh Kejari, dan kami akan lakukan langkah strategis untuk memperjelas dan mendapat kepastian hukum,” kata Rahmat Rustam.

Iapun menilai Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba sengaja mengulur-ulurkan waktu dalam hal penetapan Tersangka Kasus ini yang dimana sudah jelas ada kerugian Negara sebesar 3 Milyar berdasarkan laporan dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga:  Habib Bahar Smith Diperiksa Bareskrim Polri, Diduga Melanggar Hukum

“Kejari Bulukumba sengaja mengulur-ulurkan waktu dalam penetapan Tersangka kasus penjualan Tahura yang mana sudah jelas ada temuan kerugian negara oleh BPK itu sendiri,” tutup Rahmat Rusman.

 

Editor: Dicky Minion

Komentar