Ketika Menyebut Kata Jagung, Daerah Apa Yang Anda Ingat?

29/07/2019-Beritaku, Budaya, Kolom, Wisata-45 dilihat

BERITAKU.ID, TAKALAR – Jika saja kamu datang bercengkrama di tanah Makassar, mendengar bahasa yang lembut, perempuan yang tatakramanya menyenangkan, mungkin anda sedang berada di area suku Makassar, yakni :Takalar.

Ketika dalam perjalanan dari Makassar ke Sinjai, Bulukumba, Selayar dan Jeneponto atau sebaliknya, dan menyebut kata Jagung, maka yang biasa melewati perjalanan tersebut akan terlintas jawaban, Takalar. iya sangat tepat sebab tempat yang konsisten untuk menyajikan Jagung rebusnya yang enak dan lezat adalah di Kabupaten Takalar. disajikan dengan garam dan cabai rawit, adalah sensasi rasa yang berbeda.

Namun tahukah anda bagaimana sejarah Takalar?

Berikut tim Beritaku.id menghimpunnya dari berbagai sumber,

Kabupaten Takalar adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Pattallassang. Kab. Takalar terdiri dari delapan kecamatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 566,51 km² dan berpenduduk sebanyak ± 250.000 jiwa.

Kabupaten Takalar yang hari jadinya pada tanggal 10 Februari 1960. Sebelumnya, Takalar sebagai Onder afdeling yang tergabung dalam daerah Swatantra MAKASSAR bersama-sama dengan Onder afdeling Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan dan Jeneponto.
Onder afdeling Takalar, membawahi beberapa district (adat gemen chap) yaitu: District Polombangkeng, District Galesong, District Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone. Setiap District diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala Pemerintahan yang bergelar Lo’mo.
Setelah terbentuknya Kabupaten Takalar, maka Districk Polombangkeng dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Districk Galesong dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara, Districk Topejawa, Districk Takalar, Districk Laikang dan Districk Sanrobone menjadi Kecamatan TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan Sanrobone) yang selanjutnya berubah menjadi Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu.

Perkembangan selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 terbentuk lagi sebuah Kecamatan yaitu Kecamatan Pattallassang (Kecamatan Ibukota) dan terakhir dengan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007 dan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007, dua kecamatan baru terbentuk lagi yaitu Kecamatan Sanrobone (Pemekaran dari Kecamatan Mappakasunggu) dan Kecamatan Galesong (Pemekaran dari Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara). Sehingga dengan demikian sampai sekarang Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) buah Kecamatan, sebagaimana telah disebutkan terdahulu. Kesembilan kecamatan ini membawahi sejumlah 82 Desa/Kelurahan.

Keadaan Geografi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan dan perbukitan. Di bagian barat adalah daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0–25 m, dengan batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa pantai, batu gamping, terumbu dan tufa serta beberapa tempat batuan lelehan basal.

Sebagian dari wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang 74 Km meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan SandraBone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota dan Kecamatan Galesong Utara. Kabupaten Takalar dilewati oleh 4 buah sungai,yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai Jenemarrung. Pada keempat sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha.
Kabupaten Takalar terletak antara 5031 sampai 50381 Lintang Selatan dan antara 1990221 sampai 1990391 Bujur Timur dengan luas wilayah 566,51 Km2, yang terdiri dari kawasan hutan seluas 8.254. Ha (14,57%), sawah seluas 16.436, 22 Ha (29,01%), perkebunan tebu PT. XXXII seluas 5.333,45 Ha (9,41%), tambak seluas 4.233,20 Ha (7,47%), tegalan seluas 3.639,90 Ha (6,47%), kebun campuran seluas 8.932,11 Ha (15,77%), pekarangan seluas 1,929,90 Ha (3,41%) dan lain-lain seluas 7.892,22 Ha (13,93%). Dengan batas wilayah Kabupaten Takalar sebagai berikut :
Sebelah Utara dengan kota Makassar dan Kabupaten Gowa
Sebelah Selatan dengan Laut Flores
Sebelah Barat dengan Selat Makassar
Sebelah Timur dengan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa
Adapun beberapa objek wisata ditakalar yang terkenal dengan sejarah dan keindahannya, yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah

Objek Wisata Perburuan Rusa
Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka di sulawesi selatan. Sejak dulu kegiatan berburu rusa di desa Barugaya dan Ko’mara sudah sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000 Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll. Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dalat menikmati pemandangan alam, melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya.
Objek Wisata Sejarah Lapris
Pada tanggal 17 juli 1946 Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai Pucuk Pimpinan Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi (lapris) yang beranggotakan 19 organisasi kelaskaran diseluruh Sulawesi Selatan dan Tenggara. Dalam kedudukannya sebagai Panglima Lapris di desa Bulukunyi yang sekarang dijadikan sebagai Monumen Lapris. Monumen Lapris yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.
Objek Wisata Topejawa
Panjang Garis Pantai di Kabupaten Takalar sekitar 74 Km. Dari panjang garis pantai tersebut, terdapat 3 (tiga) Objek wisata Pesisir dikabupaten Takalar (Pantai Topejawa, Pantai Galumbaya dan Pantai Ujungkassi) Permandian Alam Topejawa yang panjangnya sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasana berenang di laut yang menyenangkan, selain itu panorama alamnya yang memukau.
Selain pemanfaatan sarana wisata pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan ikan sertai berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur, olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.
Objek Wisata Pulau Sanrobengi
Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan karena selain berpasi putih juga dapat dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai kegiatan laut lainnya. Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, dan dermaga lainnya.

Objek Wisata Terumbu Karang Pulau Tanakeke

Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam. Pulau-pulau tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai 25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri, cocok untuk penyelam.

Objek Wisata Benteng Sanrobone

Pembuatan tembok dan dinding benteng Sanrobone dilakukan oleh Dampang Panca Belong (Raja I Kerajaan Sanrobone) atas perintah Raja Gowa dan dikerjakan oleh rakyat secara gotong royong sekitar abad XVI. Benteng Sanrobone terbuat dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km. Benteng tersebut mempunyai 7 pintu benteng yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukit sejarah di antaranya, Meriam dengan berat sekitar 150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

Objek Wisata Pantai Punaga

ada sebuah pantai bernama Pantai Punaga di Kabupaten Takalar mungkin belum banyak yang tahu. Pantai Punaga adalah sebuah kawasan wisata yang baru dikembangkan dan terletak di ujung kabupaten Takalar. Lokasinya benar – benar di ujung bila kita melihatnya pada peta, Pantai Punaga bukanlah pantai yang memiliki pasir putih melainkan sebuah pantai yang memiliki tebing batu karang cantik dipandang mata. Pada bagian ujung pantai ini terdapat tebing besar dan cukup luas, tebing ini dipertahankan dan dibiarkan modelnya tetap alami. Saat berada di tebing ini saya sarankan sebaiknya hati – hati karena lantainya yang masih cukup tajam bagi kaki kita. Di pantai punaga tidak memiliki pasir putih tetapi air lautnya tetap jernih yang membuat siapa saja tertarik untuk mandi di ujung tebing pantai punaga, bagi pengunjung yang ingin mandi sudah disediakan beberapa anak tangga yang langsung menuju ke laut. Bila anda datang di sore hari cobalah untuk tinggal sejenak menunggu hingga datangnya cahaya orange dari matahari tenggelam. Dari lokasi ini anda dapat leluasa menikmati keindahan sunset tanpa ada yang menghalangi pandangan

Objek Wisata Teluk Laikang

Teluk Laikang berada di desa Laikang Teluk Puntondong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, 5 kilo meter dari pusat kota Kabupaten Takalar, 2 kilo meter dari perbatasan antara Takalar dan Jeneponto.

BUPATI KEPALA DAERAH :

  1. Donggeng Dg. Ngasa, masa Jabatan 1960-1964.
  2. Makkatang Dg. Sibali, masa Jabatan 1965-1967.
  3. M. Suaib Pasang, masa Jabatan 1967-1978.
  4. Ibrahim Tulle, masa Jabatan 1968-1983.
  5. Batong Aminullah, masa Jabatan 1983-1987.
  6. Drs.H. Tadjuddin Nur, masa Jabatan 1987-1992.
  7. Drs.H. Syahrul Saharuddin, MS, masa Jabatan 1992-1997.
  8. Drs.H. Zainal Abidin, M.Si, masa Jabatan 1997-2002.
  9. Drs.H. Ibrahim Rewa,MM, masa Jabatan 2002-2007.
  10. DR.H.Ibrahim Rewa,MM, masa Jabatan 2007-2012.
  11. DR.H.Burhanuddin Baharuddin,SE,M.Si masa Jabatan 2012-2017
  12. H. Syamsari Kitta, SPt.,MM masa jabatan 2017-2022

Syamsari Kitta dan Achmad Dg Se're

WAKIL BUPATI :

1. Drs.H. M. Said Pammusu, M.Si, masa Jabatan 1999-2002.

2. Drs. A. Makmur A. Sadda, MM, masa Jabatan 2002-2007.

3. Drs.A. Makmur A. Sadda, MM, masa Jabatan 2007-2012.

4. H.M. Natsir Ibrahim, MM, masa Jabatan 2012-2017

5. H. Achmad Dg. Se’re, S.Sos masa jabatan 2017-2022

 

KETUA DPRD :

1. H. A. Dahlang Dg. Sibali, masa Jabatan 1966-1970.

2. Ashar Mangung, masa Jabatan 1970-1971.

3. H. Halollang Adam, BA masa Jabatan 1971-1977.

4. Hasbuddin Muntu, masa Jabatan 1977-1982.

5. H. ABD. Wahab Dg. Ngerang, masa Jabatan 1982-1987.

6. H. Semming Bennu, masa Jabatan 1987-1992.

7. Drs. Sirajuddin Lopo, masa Jabatan 1992-1997.

8. Tjardiman, masa Jabatan 1997-1999.

9. Drs. H. Ibrahim Rewa, MM, masa Jabatan 1999-2002.

10. Drs. H.Napsa Baso, masa Jabatan 2003-2004 dan 2004-2009

11. Drs.H.Abd.Majid Makkaraeng, MM., masa Jabatan 2009-2014

12. H. Djabir Bonto, masa jabatan 2014-2019

Source : Wikipedia.Com dan http://humassetda.takalarkab.go.id

Editor : Walid

PILIHAN Beritaku

Komentar