oleh

Kisah Haru Andini, Bocah 14 Tahun yang Hidupi Dua Adiknya Seorang Diri

-Feature-37 kali dilihat

BERITAKU.ID, RIAU – Andini berbeda dengan remaja pada umumnya. Di usia 14 tahun, ia sudah harus melepas seragam sekolahnya demi menghidupi dua adinya yang masih berusia batita seorang diri.

Andini yang merupakan warga Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampai, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan Riau, ini harus menghidupi dua adiknya seorang diri lantaran ibu mereka meninggal karena TBC di awal Januari 2019 ini. Sedangkan sang ayah pergi meninggalkan mereka tanpa pesan yang jelas.

Untuk seorang remaja berusia 14 tahun, tentu bukan hal mudah untuk menghidupi dua adiknya. Adiknya yang pertama bernama Purwanti, masih berusia 1 tahun 8 bulan. Sedangkan Siaratul Jannah, adik bungsungnya baru saja menginjak usia 4 bulan.

Baca Juga:  Kenali Perjuangan Arung Palakka, Raja Bone Penuh Kisah

Saat ini mereka bertiga tinggal di rumah papan yang sangat sederhana. Tanpa orangtua, Andini kini menjadi pembimbing sekaligus pemberi kasih sayang untuk adik- adiknya yang maish batita.

Kisah Hidupnya Ternyata Sangat Menyedihkan karena tanggung jawab yang harus diembannya, sekaligus faktor ekonomi, Andini terpaksa harus melepas seragam sekolah.

Salah satu pegiat sosial setempat, Dedi Azwandi, bercerita bahwa keluarga Andini siap mengasuh mereka bertiga. Sayangnya, Andini sendiri enggan meninggalkan rumah peninggalan orangtunya.

“Andini bilang terlalu banyak kenangan di rumah itu untuk ditinggalkan,” kata Dedi yang juga Wakil Ketua Yayasan Mualaf Center Riau.

Baca Juga:  Nikmati Seduhan Kopi Toraja Pulu Pulu di Yogyakarta

Dedi juga menginformasikan bahwa bantuan untuk Andini sudah diberikan. Andini bahkan sudah dijamin bisa melanjutkan sekolah hingga Pendidikan tinggi oleh Baznas. Hanya saja, karena tanggung jawabnya, ia masih enggan untuk meninggalkan kedua adiknya.

“Dia semangat sekolahnya bagus, tapi lebih memilih menjaga adiknya. Kita sedang berusaha mencari solusi terbaik dan membujuk Andini agar bersedia pindah,” pungkas Dedi.

 

Editor: Sy

Komentar