Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Worskhop ”Tata Kelola Pemerintahan Sektor Publik”, Berikut Orientasinya

1 hari lalu-Agenda-123 dilihat

BERITAKU.ID, AGENDA – Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut berperan dalam perubahan sudut pandang dalam membangun sumber daya manusia merupakan misi mulia setiap element terdidik, Senin (9/9/2019).

Workshop dan study banding yang dilaksanakan oleh lintas sektor pemerintahan dan swasta dengan mengusung tema Tata Kelola Pemerintahan Sektor Publik Menuju Revolusi Industri 4,0”, serta Studi Banding Industri dan Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan pada tanggal 4-7 Sepetember 2019 bertempat di Hotel Ibis Makassar.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (P DPC APDESI) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) 17-8-1945 Makassar, serta di dukung oleh Dinas Industri dan Pariwisata Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Kegiatan Workshop tersebut dibuka langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo (Prof. Dr. Jasruddin, M.Si), yang didampingi oleh Kabag Umum LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan gorontalo (Muhammad Amir, SH, MH), Ketua STISIP 17-8-1945 Makassar (Syahrul, S.Kom., M.Si), Camat Biduk Biduk Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur (H. Syafri, S.Sos, M.Si), Koordinator P DPC APDESI Wilayah Pesisir Kecamatan Biduk Biduk Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Irvand Kiay), serta Kepala Kampung Batu Putih peraih juara II Regional III pada lomba Desa tingkat Nasional tahun 2019 (H. Krisdianto).

Pada kegiatan tersebut Kepala Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo berkesempatan memberikan sambutan dan menyapaikan harapan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Untuk meningkatkan pembangunan Desa ada beberapa hal yang mesti dilakukan antara lain peningkatan tata kelola pemerintahan, Pengembangan Sumber Daya Manusia serta memperbanyak studi lapang,” ujar Prof. Dr. Jasruddin, M. Si. Dalam sambutannya.

Sebagai panitia pelaksana kegiatan, Nasaruddin H memiliki harapan dan tujuan dalam pelaksanaan kegiatan dan capaian yang yang akan dicapai sehingga menjadi alasan kuat sehingga kegiatan ini terlaksana.

“Workhsop dan studi banding tersebut bisa terlaksana berkat kerjasama semua pihak yang membantu proses pelaksanaan kegiatan tersebut dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 62 orang yang terdiri dari; Kepala Desa/Kepala Kampung, Staf Kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa, Badan Usaha Milik Desa, Perangkat Desa serta Ibu PKK,” pangkas Nasaruddin H dalam penyampaian laporan kegiatan.

Materi Pengembangan Industri difokuskan pada tanggal 4 September 2019, kemudian dilanjutkan kunjungan studi banding ke Industri Pabrik Roti di Kabupaten Maros serta kunjungan ke Semen Bosowa Maros pada tanggal 5 September 2019. Pelaksanaan workshop kemudian dilanjutkan kembali di Hotel Ibis tanggal 6 September 2019 dengan fokus materi pengembangan Pariwisata serta kunjungan lapangan ke Taman Wisata Bantimurung dan Goa Leang-Leang Kabupaten Maros pada tanggal 7 September 2019.

“Adapun narasumber yang hadir pada kegiatan tersebut: Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si (Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik), Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Perwakilan Dinas Perindustrian Kabupaten Maros, Dr. H. Syamsu Rijal, M.Pd. (Direktur Eksekutif LSP Pariwisata Phinisi Makassar), Dr. Risma Niswaty, SS., M.Si (Disiplin Ilmu Kebijakan Publik) dan Drs. Syahrier Rier, M.Si (Disiplin Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia),” tutup Nasaruddin H.

Penulis: Syahrul

PILIHAN Beritaku

Komentar