oleh

Lurah Berua Barisan Terdepan Berantas PK5 Depan Bukit Katulistiwa

-Agenda-0 kali dilihat

BERITAKU.ID, MAKASSAR – Gusar warna dalam jemari yang tak lentik lagi oleh bringasnya terik matahari, bercucuran keringat sesekali menggoda kelopak mata, perih pun tak terhindar, Senin (25/3/2019).

Tim Trantib bersama Satpol PP BKO Kecamatan Biringkanaya dan pihak kelurahan Berua kecamatan Biringkanaya, Makassar, kembali turun melakukan penertiban pedagaang kaki lima (PKL) dan pedagang musiman di poros Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Perumahan Bukit Katulistiwa.

Penertiban tersebut dikomandoi langsung oleh Lurah Berua, Bustan, S.Sos. Diikuti anggota Bibmas dan Babinsa Kelurahan Berua.

Dari kegiatan itu, sejumlah PKL dan pedagang musiman khususnya penjual buah buahan yang berjejer di depan Bukit Katulistiwa ditertibkan.

Tidak ada kendala dalam aksi tersebut, para pedagang dengan sendirinya membongkar lapak-lapaknya. Begitupula mobil pickup yang digunakan menjual buah juga sudah meninggalkan lokasi tersebut.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Kaum Duafa Empat Kecamatan

“Tidak adami, semua kita sudah bersihkan. Pokoknya tidak ada toleransi, apalagi sebelumnya kita sudah peringatkan. Hari ini kami turun, melakulan sapuh bersih,” kata Lurah Berua, Bustan.

Menurut Bustan, penertiban PKL dan pedagang musiman di poros Perintis ini sebagai quick respon keluhan masyarakat khususnya para pengendara yang merasa terganggu karena menjadi biang macet di daerah tersebut.

“Banyak sekalimi masuk keluhan warga soal pedagang buah di depan Bukit Katulistiwa. Memang menjamur sekali penjual buah di daerah itu, apalagi mereka menempati daerah milik jalan. Sehingga menimbulkan kemacetan,” pungkasnya.

Kedepan, lanjut Bustan, pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan terhadap pergerakan PKL di poros Perintis.

Baca Juga:  Camat Mariso Hadiri Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kebakaran

“Insya Allah kedepan PKL dan pedagang musiman di poros Perintis sudah tidak ada lagi. Kami sudah mewarning mereka agar tidak berjualan sepanjang poros Perintis, apalagi menempati daerah milik jalan,” tegas Bustan. (*)

 

 

Editor: Sy

Komentar