oleh

Menakar Perdamaian dan Persatuan di Tahun Politik

-Opini-22 kali dilihat

Oleh : Syahrul Hakim

Tahun politik di Indonesia telah memasuki tahap sosialisasi, dimulai dari Pemililhan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 hingga Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pada tahun-tahun seperti ini demokrasi masyarakat akan memilih pemimpin yang akan memimpin lima tahun kedepan mulai dikobarkan. Dalam politik tentu saja momentum kompetisi diantara kandidat peserta pemilu.

Namun, dampak negatif akan ditimbulkan pada tahun politik. Ketika peserta kontestan pemilu salah dalam pemanfaatan media sosial. Media sosial hadir dalam kehidupan melenial seharusnya menjadi alat bersosialisasi argumentasi dan program yang mampu menambah minat pemilih terhadap peserta kontestasi politik.

Menurut UNESCO, Indonesia hanya berada diperingkat 60 dari 61 negara. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia, menyebabkan berita bohong (hoaks) mudah disebar karena masyarakat Indonesia saat ini cenderung kurang detail dan teliti dalam memahami informasi yang beredar.

Baca Juga:  Bersosial Media dengan Bijak, Melawan Hoaks yang Marak Beredar

Seperti yang terjadi pada saat ini pemberitaan pada media sosial dominasi isu permasalahan SARA yang menjadi domain politisasi kepentingan politik, ini akan membuat potensi disintegrasi dan persatuan Indonesia pun semakin tergerus. Sebab tidak sepatutnya negara dengan kemajemukan dan terciderai oleh permasalahan SARA.

Politik adalah sebuah kempetisi, identik dengan kekalahan dan kemenangan. Oleh karena itu, saat ini di tahun politik pasti ada upaya-upaya saling menjatuhkan. Baik dari mengungkap aib atau keburukan pribadi, maupun membuat isu tidak benar mengenai pribadi tokoh politik. Hal ini tentunya akan membuat Indonesia mengalami ketidaksehatan politik, berdampak pada karakter politik yang apatis.

Sebagai bangsa yang besar seharusnya kita sadar bahwa politik adalah momen yang wajib dimeriahkan dengan penuh landasan persatuan. Oleh karena itu sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus bertekad menjaga perdamaian dan persatuan bangsa.

Baca Juga:  Tanda Baca Tetap Penting Agar Tulisan Menarik di Era Digital, Mengapa?

Yang pertama adalah teliti membaca atau menyimak informasi politik. Identifikasi kebenaran berita tersebut sebelum memercayai dan menyebarkanya. Bacalah berita dari sumber-sumber terpercaya dan media memiliki kredibilitas..

Yang kedua tetap menghargai perbedaan dan menghindari permasalahan SARA. Sudah sepatutnya sebagai negara yang besar dan beragam, masyarakatnya harus bisa menyadari. Meskipun pilihan dan demokrasi berbeda dalam politik, menghindari isu SARA kewajiban mutlak dalam pelaksanaan sistem demokrasi. Hal itu karena tujuan politik yang mulia tentunya menginginkan pemimpin yang mampu menjawab permasalahan masyarakat dan menciptakan perdamaian dan persatuan antar masyarakat.

Yang ketiga adalah menghindari saling menjatuhkan lawan politik dan cara yang tidak benar. Berpolitik dengan sehat dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjaga persatuan. Beradu gagasan dan visi-misi bukan sekadar lisan tetapi menjadi aksi nyata dalam kehidupan masyarakat mandiri.

Komentar