Namanya Barrang, Bocah Kecil Pemecah Batu yang Ingin Jadi Perawat

03/11/2018-Feature-75 dilihat

BERITAKU.ID, MAMASA – Anak Sekecil Itu berkelahi dengan waktu. Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal… (Iwan Fals)

Setiap pelintas jalan melewati Poros Mamasa-Polewali, sosok kecil Barrang selalu menjadi perhatian di antara puluhan pemecah batu dewasa lainnya.

Meski usianya masih belia, tapi beban hidup yang harus dia “pecahkan” sungguh besar. Di usianya, Barrang seharusnya sudah tamat Sekolah Dasar, namun kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, Barrang terpaksa menjadi pemecah batu.

“Tak ada biaya beli sepatu dan pakaian sekolah,” kata Buntu Kawangan, selaku ayah Barrang.

Barrang sekarang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, dan akan naik ke kelas 6. Ia bersekolah di SDN 004 Lumbatu, Kecamatan Mamasa, kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Tiap hari selepas jam sekolah, saat teman seusianya asyik bermain, Barrang kecil justru bergegas ke tempat pemecah batu di balik bukit batu yang banyak terdapat di antara Kota Mamasa dan Malabbo.

Di bawah tenda, ia bekerja bersama keluarganya dengan memecahkan batu yang sebelumnya diangkut bapaknya dari bukit. Tak ada rasa takut sedikitpun dalam benaknya jika tiba-tiba bukit itu longsor tertimpa batu. Baginya, membantu orang tua dan mendapatkan uang untuk sekolah jauh lebih penting ketimbang rasa takut itu.

Tangan kecilnya terus memukulkan palu ke arah batu sepanjang hari. Kadang, tangannya berair dan kapalan karena gesekan palu yang besar dan berat.

Dari tangan kecilnya, dia bisa memecahkan 1 karung sak semen dalam sehari. Tiap karung dia jual Rp10.000, kadang lebih murah jika pembelinya ngotot menawar. Bersama 5 Anggota keluarganya mereka bisa menghasilkan 6 Sak Batu perhari, meski kadang tak ada pembeli.

Tiap Hari Barrang terus memecah batu bersama keluarganya, demi sekolah dan cita-citanya yang ia impikan, menjadi seorang perawat. Alasannya, ia senang melihat perawat berperawakan cantik dan berpakaian bersih, sepeti yang sering ia lihat di Rumah sakit daerah Kondosapata yang tak jauh dari desanya.

“Semoga batu-batu yang kau pecahkan banyak yang laku hari ini adik Barrang, Agar Cita-citamu menjadi perawat bisa terwujud.” kata Hasyim, Seorang Pelintas yang prihatin melihat kondisi Barrang.

Editor: Syahrul

PILIHAN Beritaku

Komentar