Uang Panai Mahal, Tergantung Status Sosial Perempuannya

06/08/2019-Budaya, Sorot, Sorot Utama-289 dilihat

BERITAKU.ID, MAKASSAR – Kusimpan malam malam dimana aku  memikirkan mu, binar mata di tiap gemintang. Yang kutatap dimatamu kita adalah cerita yg tak pernah selesai.

Uang panai kini masih terbayang-banyang di kalangan muda mudi yang nantinya akan beralih ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Uang panai yang wajib diserahkan pihak calon suami kepada keluarga calon istri, kerap membuat pria Bugis-Makassar kesulitan untuk meminang kekasihnya.

Banyak faktor yang mempengaruhi mahalnya uang panai, salah satunya tingginya gelar pendidikan calon istri.

Dikutip dalam jurnal berjudul ‘Uang Panai’ dan Status Sosial Perempuan Dalam Perpektif Budaya Siri’ Pada Perkawinan Suku Bugis Makassar Sulsawesi Selatan’ oleh Hajra Yansa, Yayuk Basuki, M. Yusuf K dan Wawan Ananda Perkasa, besaran nilai uang panai dipengaruhi tingkat pendidikan sang calon istri.

“Tamatan SD (Rp20 Juta), SMP (Rp20-25 Juta), SMA (Rp30 Juta), dan S1 (Rp50 Juta), serta S2 (Rp100 Juta ke atas),” tulis Hajra Yansa, Yayuk Basuki, M. Yusuf K dan Wawan Ananda Perkasa dalam tulisan yang dimuat jurnal ‘Journals Pena Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Unismuh Makassar, Vol. 5: Edisi II 2016’.

Faktor lain yang juga mempengaruhi nilai uang panai ialah status ekonomi keluarga calon istri. Semakin kaya keluarga calon istri, kian tinggi pula uang panai yang harus diberikan. Begitu sebaliknya, apabila keluarga calon istri berasal dari keluarga miskin, uang panai bisa kecil.

Tidak hanya itu, faktor kehormatan dan Perempuan yang memiliki pekerjaan akan mendapatkan uang panai’ yang tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki pekerjaan. Laki-laki menilai perempuan yang memiliki pekerjaan akan mengurangi beban perekonomian kelak.

Penulis: Dicky Minion
Editor:

PILIHAN Beritaku

Komentar