Keprotokolan
Perbedaan Protokol, Keprotokoleran, Dan Keprotokolan

Keprotokolan Atau Keprotokoleran Formal, Benar Yang Mana

Diposting pada

Sering mendengar kata Keprotokoleran dan Keprotokolan, Yang dilakukan oleh seorang yang bekerja sebagai Protokol. Benar yang mana Diantar Kedua Kata Itu?

Beritaku.Id, Organisasi dan Komunikasi – Apa pengertian, arti, Definisi dan Maksud dari Kata Protokol.

Dalam berbagai acara resmi atau formal, oleh pejabat yang akan berkunjung. Sering mendengar bahwa “beliau adalah protokol” pejabat A atau B.

Pekerjaan mereka apakah disebut keprotokoleran atau keprotokolan?

Setelah materi Definisi dan Bentuk dari 6 Struktur Organisasi telah kita pahami. Serta Pengertian Organisasi, Tujuan, Bentuk dan 4 Ciri telah dikuasai.

Maka keprotokelan termasuk bagaiman Strategi Acara pada praktik lainnya.

Dalam hal pengatturan sebuah acara, maka yang diatur adalah posisi tempat duduk. Susunan acara dan sampai kepada hal kecil menempatkan posisi foto dalam pembuatan spanduk.

Keprotokolan Organisasi

Definisi atau Arti kata Protokol, Protokoler, dan Keprotokolan.

Dalam berbagai macam pengertian secara estimologis istilah protokol dalam bahasa Inggris protocol. Bahasa Perancis protocole. bahasa Latin protocoll(um), dan bahasa Yunani protocollon.

Awalnya, penggunaan istilah protokol merupakan halaman utama berada pada sebuah manuskrip atau naskah atau susunan.

Namun sejalan dengan waktu penggunaannya berkembang menjadi luas, yakni keselurahan naskah yang isinya terdiri dari:

  1. Note atau Catatan,
  2. Dokumen persetujuan,
  3. Perjanjian dan lain-lain dalam lingkup  secara nasional maupun internasional.

Kemudian mengarah kepada spesialisasi, menjadadi serangkaian formalitas, tata urutan dan etika diplomatik.

Peraturan yang berlaku untuk kegiatan seremoni pemerintah kemudian menjadi seperti sekarang ini.

Pengertian menurut UU No. 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan (pengganti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1987):

Keprotokoleran adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan aturan dalam acara yang diatur secara kenegaraan atau formal.

Yang mencakup:

  1. Tata Lokasi atau tempat,
  2. Tata Laksana Upacara,
  3. Tata Cara Pemberian Penghormatan sebagai suatu bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan pekerjaan. Jabatan dan/atau posisinya dalam negara, pemerintahan, serta sosial masyarakat.

Protokol mengatur tata penjemputan pejabat, mengatur cara penghormatan, mengatur waktu seluruh sesi, mengatur kegiatan secara berurut.

Pernah melihat bagaimana posisi penjemput tamu ketika presiden, gubernur atau bupati berkunjung dalam sebuah kegiatan?

Nah aturan mulai dari penjemputan sampai kedalam ketika acara berlangsung, hal itu diatur oleh protokol. Yang disebut dengan Protokol Istana.

Beda Protokol Istana Dengan Paspampres. Jika Pasmpres lebih kepada pengamanan Jiwa Raga Presiden. Maka protokol istana kepada susunan acara yang akan diikuti oleh presiden.

Nah protokol itu apa?

Protokol adalah objek atau aturan tentang acara yang mengatur pemerintah mulai dari pusat, sampai daerah dalam sebuah acara, termasuk kegiatan masyarakat.

Protokoler adalah seseorang yang bertugas mengatur acara yang dimaksud, pada pejabat pemerintah biasanya memiliki staff khusus sebagai protokoler.

Keprotokoleran adalah seluruh rangkaian, mulai dari protokol, protokoler dan proses berlangsungnya acara, yang diatur secara seksama.

Keprotokolan adalah lebih kepada Objek susunan kegiatan itu sendiri

Kenapa Keprotokoleran itu penting?

Menjaga “wibawa” organisasi, sehingga keprotokoleran jangan dipandang sebelah mata.

Simpelnya seperti itu tujuan adanya keprotokoleran adalah mengatur jalannya acara. Dan semua mengacu dan tunduk pada proses dan tata aturan acara yang berlangsung.

Selanjutnya, perlu diketahui, secara umum protokol tersebut adalah Ini berkaitan dengan urutan-urutan, yakni:

  1. Urutan atau posisi duduk
  2. Urutan dalam membawakan acara
  3. Urutan penempatan desain kegiatan.

Urutan posisi duduk, biasanya untuk mengurangi penjelasan verbal pada peserta.

Protokol posisi duduk mengatur dengan memberikan nama masing-masing meja, misalnya Bupati kemudian disampignya adalah Dandim dan Sekda dan sebagainya.

Dalam setiap acara, bagian depan adalah VIP (Very Infortant Person), dengan jenis kursi yang biasanya berbeda dengan peserta lainnya.

Penempatan posisi duduk Bupati diatur sedemikian rupa, sehingga posisi-possi Vip tersebut tidak sembarang diduduki oleh yang tidak sesuai dengan keprotokoleran.

Urutan membawakan acara, sebaiknya pejabat yang memiliki tugas (sambutan) dan sebagainya, mengetahui urutan acara yang berlangsung, sehingga mereka menyiapkan diri sesuai dengan urutan acara berlangsung.

Seorang staf protokol atau protokoler melakukan kontrol ketat dengan susunan acara tersebut.

Keprotokoleran mengatur posisi dan besaran foto pejabat tertinggi lebih besar dari yang lain

Urutan penempatan Desain Kegiatan, nah biasa dianggap sepel namun ini memiliki makna yang dalam.

Dalam hal desain spanduk atau backdrop misalnya, penempatan posisi pejabat tidak boleh tertukar satu sama lain, harus mengetahui tata urutan.

Memanfaatkan sisi kiri dan kanan spanduk atau backdrop, ini biasanya dikuasai oleh seorang designer profesional.