Wakil Komandan Batalyon Lahir Dari Ayah Tukang Becak, Berikut Kisahnya
Wakil Komandan Batalyon Lahir Dari Ayah Tukang Becak, Berikut Kisahnya

BERITAKU.ID, FEATURE – Mayor Inf. Imam Buchori adalah Perwira menengah TNI AD, yg saat ini menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Komando Pasukan Khusus, a terlahir dari keluarga tidak mampu. Ayahnya seorang tukang becak dan Ibunya hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Namun karena kegigihannya dan prestasinya, ia berhasil menjadi Perwira TNI.

Perjuangan dan kerja keras adalah dua kata yang tepat menggambarkan kegigihan para narasumber Kick Andy kali ini. Meski lahir dari keluarga miskin dengan kondisi perekonomian yang sangat sulit, namun dengan segala proses yang dilalui, kini mereka berhasil menjadi sorang Perwira TNI. Siapa saja mereka?

Sosok inspiratif pertama adalah Mayor Infanteri Imam Buchori. Pria asal Malang yang kerap disapa Imam ini adalah seorang Perwira Menengah TNI Angkatan Darat yang saat ini berdinas di Satuan Komando Pasukan Khusus sebagai Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1.
Semasa kecil Imam tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di daerah Malang, Jawa Timur, berupa rumah petak dengan dinding bambu, lantai tanah, dengan satu tempat tidur untuk satu keluaga dan dapur tanpa sekat. Saat itu ayah Imam bekerja sebagai tukang becak, sedangkan sang ibu menjadi ibu rumah tangga. Semua kebutuhan sehari-hari berasal dari hasil mengayuh becak sang ayah.

Semasa sekolah Imam merupakan anak cerdas dengan prestasi tiga besar di kelasnya. sehingga ia mendapatkan beasiswa dari SD hingga SMP. Ketika lulus SMP dengan nilai yang bagus, Imam berencana ingin masuk sekolah kejuruan karena ingin segera bekerja. Di usianya waktu itu ia hanya berpikir bagaimana bisa membantu kedua orangtuanya. Menjelang kelulusan ia melihat ada alumni yang melakukan promosi di sekolahnya tentang SMA Taruna di Magelang. Imam tertarik ketika dikatakan bahwa di SMA Taruna gratis, mendapat uang saku, dan juga asrama. Setelah menyelesaikan SMA tahun 2003, Imam memutuskan untuk mendaftarkan diri ke AKABRI Angkatan Darat. Karena kecerdasannya, sekali percobaan Imam langsung diterima pada percobaan pertama.

Imam  merupakan perwira pertama TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 2006. Ia pun mendapatkan anugerah bintang adi makayasa sebagai lulusan terbaik di angkatannya. Imam juga kerap mendapatkan beasiswa pendidikan, karena buah dari kegigihannya dalam meraih prestasi.(*)

 

Editor: Sy

Tinggalkan Balasan