KKMB: Bupati dari Barat, Bulukumba Timur Seperti Anak Tiri

Diposting pada

BERITAKU.ID, BULUKUMBA – Bupati dari Barat.

Seperti janji yang pernah diungkapkan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) akan kembali melakukan aksi demo besar besaran bila tuntutannya copot Kadis Kesehatan Bulukumba, Copot Kepala Puskesmas Bulukumba tidak diindahkan.

Hari ini Kamis (09/05/2019) terbukti, KKMB kembali membentangkan spanduk membakar ban bekas dan berunjuk rasa di depan kantor Bupati Bulukumba.

Mereka menuntut hal yang sama yakni copot kepala Kepala Dinas Kesehatan, copot dan Mutasi Kepala Puskesmas Herlang, copot kordinator kepala perawat PKM Herlang dan mutasi keluar daerah lantaran dinilai abai dan tidak becus menahkodai Puskesmas Herlang sehingga salah satu warga meninggal dunia di ruang UGD Puskesmas Herlang karena tidak cepat tertangani, dan kemudian meminta kepada pemrintah Kabupaten Bulukumba menempatkan Dokter tetap di PKM Herlang dan penegakan Hukum atas pelanggaran UU No 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan

Namun menurut jenderal lapangan pada aksi itu, Andi Ahriadi Bakri, sikap Bupati Bulukumba Andi Sukri Andi Sappewali sangat terlihat bahwa warga Herlang dan Bulukumba timur pada khususnya sepertinya dianak tirikan.

“Pasalnya, aksi yang saya lakukan berkali kali, tidak sekali pun mendapat respon. Jangankan merespon, Bupati malah memerintahkan Satpol PP agar “mengusir” kami dengan menyemprotkan air dari pemadam kebakaran. Selain itu, Satpol PP yang ditugaskan mengawal aksi kami ternyata dilengkapi dengan senjata tajam dan salah satu rekan kami diancam hendak ditikam,” ujar Andi Ahriadi Bakri kepada media ini.

“Inilah bila Bupati berasal dari Barat, maka timur sepertinya dianak tirikan. Kami tidak menuntut kepentingan pribadi atau kelompok kami KKMB, tapi kami menyuarakan kepentingan rakyat, dimana akibat kelalaian Kepala Puskesmas Herlang dan petugas petugasnya, nyawa masyarakat melayang,” ujar Andi Ahriadi Bakri.

Untuk diketahui, seorang warga kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, bernama Puang Dontu, beberapa bulan lalu meninggal dunia di Ruang UGD Puskesmas Herlang, hal itu diduga karena kelalaian petugas Puskesmas Herlang yang tidak menangani pasien tersebut hingga meninggal dunia.(*)

Editor: Sy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *