Dedalu

Mengenal Tanaman Dedalu: 5 Ciri, Hingga Perawatannya

Diposting pada

Berteduh pada pohon Dedalu yang rindang berteman hembusan angin yang lembut, akan membuat jiwa merasa tenang dan nyaman. Dengan mengenal 5 jenis Tanaman Dedalu dan ciri-cirinya, akan menumbuhkan rasa cinta serta kekaguman kita pada keindahan pohon tersebut.

Beritaku.id, Lestari – Di perkotaan, siang hari terasa sangat terik. Udara panas di jalanan yang padat, penuh oleh gumpalan kabut asap kendaraan yang menyesakkan dada. Orang-orang terlihat berdesakkan memenuhi angkutan umum yang sedang berlalu lalang. Penampilan tidak lagi mereka hiraukan, yang ada di benak mereka hanyalah harapan agar hari itu segera berakhir.

Oleh: Riska Putri(Penulis Lestari)

Beda halnya dengan keadaan di lingkungan desa yang masih asri. Berbagai pepohonan menari pelan, menggoyangkan dahannya yang ringan. Beberapa helai daun terlihat berguguran terbawa oleh angin. Suara air sungai yang tenang, membuat makhluk hidup yang berada di sana merasa nyaman.

Sayup terdengar suara anak-anak kecil yang sedang bermain riang. Mereka berlarian kian kemari dengan raut wajah bahagia dan berseri.

Setelah merasa lelah, mereka merebahkan diri pada sebuah hamparan rumput hijau yang bertumpu pada pohon rindang yang indah, sambil merentangkan tubuhnya yang mungil. Menatap langit biru di antara sela-sela daun pohon.

Salah satu pohon yang sangat nyaman untuk menjadi tempat berteduh di tengah cuaca terik adalah Dedalu. Pohon ini tumbuh subur di berbagai daerah termasuk di Indonesia.

Beberapa jenis Dedalu memiliki batang yang kuat dan tinggi. Ada pula yang berhias dedaunan menjuntai indah seperti dalam lukisan-lukisan Tiongkok kuno.

Apa saja jenis tanaman Dedalu? Lalu bagaimana cara perawatan tumbuhan ini jika kita ingin memeliharanya di rumah? Simak artikel ini hingga akhir untuk mengenal segala hal tentang Dedalu.

Mengenal Ciri-ciri dan Persebaran Tanaman Dedalu Tangis

Dedalu Tangis dan daunnya yang begitu rindang

Dedalu Tangis atau juga dalam bahasa ilmiah disebut dengan Salix babylonica ini adalah spesies tanaman yang berasal dari Cina Utara. Tanaman ini di budidayakan selama ribuan tahun di tempat lain di Asia dan melakukan transaksi jual beli secara komersil di sepanjang Jalur Sutra ke Asia barat daya dan Eropa. Tanaman ini tumbuh pada awal musim semi.

Carolus Linnaeus, seorang ilmuwan asal swedia inilah yang memberi nama pada tanaman Dedalu Tangis dalam bahasa ilmiah, pada tahun 1736. Dalam bahasa Inggirs, Dedalu Tangis lebih sering disebut juga dengan nama Weeping Willow Tree atau Babylon Willow Tree.

Pohon ini memiliki cabang dan ranting yang menjumbai kebawah. Mungkin karena itulah sebabnya Dedalu ini memiliki nama akhir dengan kata Tangis.

Layaknya seorang manusia yang sedang merasa bersedih ataupun menangis, air mata dan wajahnya akan terunduk pilu dan lesu layaknya tanaman Dedalu Tangis ini.

Pohon Dedalu Tangis, dapat tumbuh hingga sebesar 20-25 meter. Waktu pertumbuhan tanaman ini ketika berkembang sangat pesat, namun sangat di sayangkan karena jangka waktu tanaman Dedalu Tangis tidak panjang. Yaitu berkisar 40-75 tahun di alam liar. Pada pohon Dedalu Tangis, terdapat banyak bunga yang tumbuh.

Bunga pada tanaman Dedalu Tangis, berbentuk panjang menjumbai ke bawah dan berwarna kuning. Secara sekilas, bunga Dedalu Tangis ini hampir mirip dengan hewan ulat bulu.

Bunga nya memilki duri-duri kecil yang tidak tajam pada seluruh permukaannya, dengan ujungnya yang berwarna merah bulat seperti topi.

Baca Juga Beritaku: Tanaman Puring Serta Klasifikasi Jenisnya Hingga Cara Perawatan

Mengenal Ciri-ciri dan Persebaran Tanaman Dedalu Putih

Dedalu Putih

Dedalu Putih atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan Salix Alba dan termasuk pada spesies keluarga Salicaceae. Tanaman ini berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Asia Tengah. Pemberian Dedalu ini berdasarkan oleh bunga dan bagian bawah daun yang di dominasi oleh warna putih.

Tanaman Dedalu Putih, biasa ditemukan di tepi sungai atau tanah basah yang tidak terkuras air sungai, dengan daun yang terbungkus ke dalam air. Akar tanaman ini menyebar luas dan memiliki kegunaan mengambil kelembaban dari daerah sekitarnya. Tanaman ini memberikan kegunakan bagi satwa liar, yaitu dapat memberi makan dan melindungi mereka.

Tanaman ini rentan terkena beberapa penyakit. Termasuk penyakit watermark yang disebabkan oleh bakteri Brenneria salicis dan willow anthracnose, bakteri ini terkontaminasi oleh jamur Marssonina salicicola. Penyakit-penyakit ini dapat menjadi masalah yang serius pada pohon yang di tanam untuk kayu atau ornamen.

Pohon Dedalu Putih, dapat tumbuh hingga sebesar 10-30 meter. Waktu pertumbuhan Dedalu Putih, sama dengan Dedalu Tangis. Yaitu dapat bertumbuh cepat, tetapi relatif berumur pendek.

Tanaman ini memiliki mahkota yang tidak teratur dan condong. Kulit kayu berwarna coklat keabu-abuan dan mengembangkan celah dalam seiring bertambahnya usia, dan ranting ramping, fleksibel, dan coklat kecoklatan.

Daun Dedalu Putih memiliki bentuk oval yang ramping lebih pucat daripada kebanyakan Dedalu lainnya karena penutup rambut putih halus yang terasa di bagian bawah.

Bunga pada Dedalu Putih ini terbagi menjadi bunga jantgan dan betina yang tumbuh di pohon terpisah. Panjang bunganya berkisar 3-4 cm.

Setelah penyerbukan oleh serangga, bunga betina akan memanjang dan menimbulkan sebuah kapsul kecil, yang nantinya akan di bantu penyebarannya oleh angin.

Akar pohon Dedalu Putih di kenal akan ketangguhanya yang luar biasa, ukuran, dan keuletan untuk hidup, dan akar pohon dapat dengan mudah tumbuh dari bagian mudah bagian pohon yang berada di udara.

Mengenal Ciri-ciri dan Persebaran Tanaman Dedalu Tiongkok

Dedalu Tiongkok

Dedalu Tiongkok di kenal dengan nama ilmiah Salix babylonica. Sejalan dengan namanya, tanaman ini berasal dari Tiongkok. Namun di negeri Panda itu, tanaman ini lebih populer dengan sebutan Janda Merana.

Hal itu karena pada zaman dahulu ada seorang janda bernama Dewi Kuan In yang selalu membawa tanaman muda Janda Merana ini di tangannya. Tanaman ini memiliki daun yang menjumbai ke bawah layaknya sedang menangis merana. Hal inilah yang menyebabkan penamaan Janda Merana pada tanaman Dedalu Tiongkok tersebut.

Pohon Dedalu Tiongkok dapat tumbuh dengan ketinggian sekitar 20-25 meter. Pohon yang memiliki daun berjumbai ini memiliki jangka waktu hidup berkisar 40-75 tahun.

Dalam semasa hidupnya, pohon Dedalu Tiongkok ini akan menggugurkan daunnya ketika musim gugur atau kemarau tiba. Pohon ini juga dapat hidup di dataran rendah atau tinggi, dengan keadaan tropis atau subtropis.

Daun pada Dedalu Tiongkok sekilas nampak layu dan lemas, spiral yang lebih terstruktur, bewarna hijau muda, dan memiliki panjang sekitar 4-16 cm. Lebar daun pada tanaman ini hanya 0,5-2 cm.

Dedalu Tiongkok memiliki getah kulit kayu encer yang berlimpah dibandingkan dengan Dedalu lainnya, getahnya mengandung asam salisilat dalam jumlah yang tinggi, memiliki kayu lembut yang kuat, dan biasanya mudah di bentuk, cabangnya ramping, dan memiliki akar besar berserat yang sering kali berjenis akar stoliniferous.

Baca Juga Beritaku: Mengenal Hanjuang Dan 9 Tanaman Anti Pelet Dan Santet

Mengenal Ciri-ciri dan Persebaran Tanaman Dedalu Merah

Salix Laviegata

Dedalu Merah memiliki nama ilmiah Salix laviegata. Tanaman ini mudah di jumpai di wilayah California, Amerika Serikat. Biasanya Dedalu Merah menghuni kawasan di dekat anak sungai. Pohon ini tumbuh sangat cepat dan memiliki waktu hidup yang lebih lama dibandingkan Dedalu lainnya.

Dedalu Merah dapat mencapai ketinggian sekitar 30-50 kaki. Pohon ini nampak bulat menyebar jika di lihat dari kejauhan. Kulit kayu pada batang pohon Dedalu Merah ini berwarna keabuan.

Namun ketika pohon sudah bertambah usia, warna batangnya akan berubah menjadi kemerahan. Bentuk batangnya cenderung lurus ke atas dengan ranting berwarna kemerahan dan lentur ketika masih muda.

Daun Dedalu Merah memiliki panjang sekitar 3-4 inci dan berwarna hijau mengkilap pada bagian atas. Sementara bagian bawahnya berwarna hijau keputihan kusam. Dedalu Merah akan menggugurkan daunnya selama musim dingin dan mulai timbul kembali pada musim semi.

Ciri-ciri dan Persebaran Dedalu Ungu

Salix Purpurea

Dedalu Ungu atau biasa disebut dengan nama ilmiah Salix purpurea ‘nana’. Tanaman ini tumbuh subur di sebagian besar benua Eropa, Asia Tengah, dan Jepang. Pohon Dedalu Ungu ini tumbuh dengan waktu yang cepat dan dapat bertahan selama 50-70 tahun. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai pengisap dalam membantu pengendalian erosi.

Dedalu Ungu merupakan semak gugur yang tumbuh dengan tunas ungu kecoklatan. Lalu ia akan berubah menjadi abu-abu pucat pada batang yang sudah tua. Tanaman Dedalu Ungu biasanya tumbuh pada awal musim semi. Dedalu Ungu banyak dijumpai di pekarangan rumah-rumah yang berjajar bagaikan pagar. Daunnya memiliki panjang 2–8 cm dan lebar 0,3–1 cm. Semak ini menyebar dan biasanya berbentuk bulat.

Kulit batang Dedalu Ungu adalah salah satu bahan tanaman obat untuk mengobati penyakit rematik. Bahan ini sangat ampuh karena mengandung banyak senyawa aktif secara farmakologis seperti glikosida salisilat, flavonoid, dan polifenol.

Baca Juga Beritaku: Philodendron, 10 Jenisnya Yang Menjadi Incaran Kolektor Tanaman

Cara Perawatan

Merawat tanaman Dedalu ternyata sangat mudah dan tidak memakan biaya banyak. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga kelembaban daerah sekitar pohon.
  2. Tanaman ini mentolerir dingin hingga -20 – 10° F. Pastikan suhu udara tidak lebih atau kurang dari angka tersebut. Karena bila suhunya tidak tepat, pohon Dedalu akan layu atau bahkan mati.
  3. Tanah yang ideal untuk menanam Dedalu adalah tanah lembab yang berat serta memiliki PH: 6 – 8.
  4. Semut dan kutu daun memiliki ketertarikan pada tanaman Dedalu. Jika hama tersebut tidak segera dibasmi, mereka akan menggerogoti bunga dan daun. Karenanya perlu perawatan seperti pemberian semprotan antiaksida.
  5. Saat meletakkan benih Dedalu, pastikan benih tersebut tidak tertutupi atau tertekan.
  6. Segera potong dahan atau daun yang sudah busuk. Gunanya untuk menghindari pertumbuhan benalu yang dapat merusak pohon.

Kelima jenis tanaman Dedalu di atas merupakan sekelompok pohon atau semak yang berasal dari satu keluarga. Namun masing-masing memiliki ukuran yang berbeda dan lama pertumbuhan yang berbeda pula. Genus ini terdiri dari sekitar 350 spesies yang tersebar di berbagai belahan bumi.

Sayangnya, pada masa kini, tanaman Dedalu sudah jarang ditemukan. Hal ini terjadi karena banyak orang yang terganggu dengan juntaian daun Dedalu yang memanjang dan dianggap dapat mengotori tempat di sekitar pohon. Selain itu, pohon Dedalu juga biasa hidup di dekat perairan. Karenanya, sebagian orang memilih untuk menebang pohon tersebut agar tidak mencemari air.

Padahal, pohon Dedalu dapat menyerap air dengan akarnya ketika terjadi hujan besar atau banjir, dan termasuk pada pohon yang kuat untuk bertahan lama.

Daftar Pustaka

  1. Sam. 2020. Ciri Ciri Pohon Dedalu Tangis (Salix Babylonica) di Alam Liar
  2. Woodland. 2021. White Willow (Salix Alba)
  3. Bibit Online. 2021. Tanaman Babylon Willow (Weeping Willow)
  4. California Native Science Society. 2019. Salix Laveigata
  5. Gardenia. 2017. Salix Purpurea (Purple Willow)