Muadzin Utama Dunia
Muadzin Utama Dunia, Bilal Bin Rabah

Muadzin Utama Dunia, Pingsan Ketika Adzan Sepeninggal Rasul

Diposting pada

Menyebut kata Muadzin, maka itu adalah yang berdiri dengan suaranya mengumandangkan adzan. Muadzin Utama di Dunia ini Siapa?

Beritaku.Id, Kisah Islami – Dia yang pertama, dia yang Utama sebagai Muadzin di zaman Rasulullah masih di dunia.

Ia masuk dalam 170 Urutan Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW

Disamping sebagai sahabat Rasulullah SAW, ia juga dikenal sebagai muadzin pertama. Yang di restui Rasulullah mengumandangkan adzan saat hendak melaksanaka ibadah Sholat Wajib.

Pasca kepempinan Rasul, sebagaimana Urutan Lengkap 25 Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui dan Kisahnya

Keakraban dan kedekatan Bilal dengan Rasulullah, adalah sebuah kedekatan persahabatan.

Begitu cintanya Bilal kepada Islam. Sehingga ia rela di hukum dengan panas matahari di gurun pasir.

Ketika sahabatnya Rasulullah Muhammad SAW telah wafat. Airmata Bilal, hatinya ikut bersedih dengan kesedihan yang mendalam.

Muadzin Utama Dunia Memohon Pensiun

Kepergian Rasulullah, seakan membawa pula cinta Bilal, sehingga dimasa kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk pensiun mengumandangkan adzan.

Ketika itu, Sayyidina Bilal berkata kepada Khalifah, “Wahai Khalifah (Abu Bakar), aku minta izin. Tolong izinkan aku untuk tidak adzan lagi,”.

Lalu Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, “Wahai Bilal, aku tidak akan menurunkan orang yang telah diangkat Rasulullah,”.

Namun, Sayyidina Bilal kembali mengulangi kalimatnya dan meminta tolong diizinkan agar tak lagi adzan.

Namun Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan tegas menjawab ‘Tidak akan kuizinkan kamu berhenti adzan’ kecuali jika Bilal bin Rabbah memiliki alasan.

Kemudian Bilal bin Rabbah menyampaikan alasan itu bersama derai air mata.

Sambil melihat ke arah menara dan melihat ke kubur Rasulullah

Sebagaimana diketahui bahwa masjid dan rumah Rasulullah berdekatan.

“Wahai Abu Bakar, kebiasaanku dulu waktu Rasulullah hidup adalah sebelum waktu shalat aku membangunkan Nabi Muhammad, aku datang ke tempat Nabi Muhammad dan aku berkata ‘ya Rasulullah waktunya salat’.

Dan kadang Nabi Muhammad yang datang ke tempatku lalu berkata ‘Ya Bilal waktunya salat’.

Kemudian setelah itu, aku bersama Nabi Muhammad mendekat ke menara dan aku naik, Rasulullah melihatku.

Kenangan Dengan Rasul

Lalu aku menghadap ke kiblat, sebelum adzan aku menoleh kepada Nabi Muhammad yang di tempat itu kemudian aku melakukan adzan dan setelah itu aku turun disambut Rasulullah.

Dan itu aku lakukan sehari lima kali dan berulang-ulang. Sehingga sungguh suasana keadaan itu mengingatkanku kepada Rasulullah. Sehingga aku tidak mampu lagi melakukan adzan wahai Abu Bakar,”.

Abu Bakar ketika itu menitikkan air mata, lalu mengizinkan Bilal atas permintaannya tersebut.

Tak lama, Bilal memutuskan pergi ke negeri Syam selama beberapa bulan.

Hingga suatu ketika, Bilal bin Rabbah bermimpi bertemu Rasulullah. Dalam mimpi itu Rasulullah menegur Bilal dengan berkata, “Wahai Bilal, alangkah kerasnya hatimu. Lama kau tak kunjung kepadaku wahai Bilal,”.

Saat itu, Bilal terbangun dan menangis dengan keras dan sejadi-jadinya serta membuat keluarganya ketakutan.

Dan Bilal hanya bisa berkata, “Sungguh aku saat ini merasakan takut yang sangat, dan aku tidak pernah takut seperti saat ini. Aku bermimpi bertemu Rasulullah dan ditegur lantaran lama tak kunjung kepada Rasulullah. Aku takut ditinggal Rasulullah,”.

Ziarah Ke Makam Rasul

Lalu keluarga Sayyidina Bilal mengatakan jika memang waktunya Bilal berziarah ke Rasulullah.

Saat itu Sayyidina Bilal pergi dengan menunggang kuda menuju Madinah.

Melewati gurun pasir dari Mekkah ke Madinah, dimana jalan itu sering di lewati Sayyidina Bilal dan Rasulullah Muhammad SAW.

Magnet kebersamaan dengan Rasul masih terasa, hingga membuat airmata Bilal tidak bisa dibendungnya.

Ketika sampai di kuburan Rasulullah Muhammad SAW. Muadzin Pertama Yang ada di dunia itu tertunduk dengan suara lirih memberi salam.

Kehadiran Bilal disaksikan oleh Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Keduanya mendekati secara diam-diam.

Ketika sampai dibelakang Bilal, keduanya memegang pundaknya. Lalu disapa oleh Khlaifah Abu Bakar “Wahai Bilal engkau menangis dan tangismu tak seperti biasa,”.

Bilal menjawab “Wahai Khalifah, sungguh kali ini aku merasa takut yang sangat. Aku merasakan takut ditinggalkan Rasulullah. Aku bermimpi bertemu Rasulullah. Rasulullah pun menegurku. Sungguh aku takut ditinggal Rasulullah,”.

Kemudian Abu Bakar menghibur Bilal dengan berkata, “Wahai Bilal ketahuilah, air mata yang pernah menangis karena rindu Rasulullah tidak akan ditinggal Rasulullah. Dan engkau adalah orang yang tak akan ditinggal Rasulullah,”.

Abu Bakar membenarkan dan Bilal lega serta merangkul Abu Bakar.

Air mata Bilal reda, dan keduanya kembali melakukan percakapan.

Abu Bakar menggoda Muadzin utama dunia tersebut untuk adzan

Dengan tenang Bilan menjawab “Tidak wahai khalifah, tidak wahai Umar. Aku masih belum kuat,”.

Hasan Dan Husen Potret Fisik Rasul

Tak lama ada dua anak kecil datang pada Bilal dengan memegang tangan kanan dan kirinya.

Lalu kedua anak itu berkata “Hai tukang adzan kakekku,”.

Ia adalah Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.

Bilali lalu berkata ” Ya Allah terima kasih, aku rindu kepada kekasih-Mu Nabi Muhammad SAW dan telah kau kirim kepadaku orang yang sangat dikasihi kekasihmu Nabi Muhammad,”.

Hasan dan Husen adalah cucu Rasulullah SAW, anak Ali Bin Abi Thalib. Hasan mirip wajah Rasul dan Husen mirip kaki rasul.

Dua anak kecil itu dipeluk dengan derai air mata Sayyidina Bilal yang sangat deras.

“Ya Rasulullah sungguh bau keringatmu aku temukan di cucumu ya Rasulullah,”.

Begitu akrabnya antara Rasulullah dan Bilal, sehingga Bilal pun mengenali bau keringat Nabi Muhammad SAW.

Keduanya Curu Rasul meminta Sayyidina Bilal untuk adzan.

Tepatny untuk Adzan subuh, dijadwalkan Muadzin tersebut kembali mengumandangkan Adzan.

Kemudian berdirilah Sayyidina Bilal, orang yang memancar dengan kecintaan Rasulullah dan berdiri di tempat yang biasa.

Suasana itu mengingatkan ketika ia masih bersama Rasulullah Muhamad SAW.

Subuh itu bersamaan suara Bilal, terdengar suara tangis dari para jamaah yang datang sembari menjawab adzan. Banyak pula yang berjatuhan pingsan.

Orang-orang yang berada di luar Masjid pun bergegas menuju Masjid begitu mendengar suara Sayyidina Bilal.

Lalu mereka berkata, “Apakah Rasulullah dibangkitkan lagi?,”.

Pernyataan ini akibat kedekatan Bilal dan Rasul, bahwa dimana saat Bilal Adzan maka ada Rasulullah di dalamnya.

Sampailah pada kalimat Muhammad, suara Bilal hilang dan dia terjatuh lantaran pingsan.

Sayyidina Bilal kemudian meminta agar adzannya dilanjutkan oleh yang lain.

Sumber lain : Republika

Bagikan Ke