Pemberontakan Andi Azis adalah pemberontakan paling kelam saat Indonesia masih menjadi negara RIS
fenomena dari Andi Azis adalah pemberontakan paling kelam saat Indonesia masih menjadi negara RIS

Pemberontakan Andi Azis: Tujuan, Tokoh, Dampak, Penumpasan

Diposting pada

Sejarah menuliskan Pemberontakan Andi Azis menjadi genderang warga Indonesia pada pemerintahnya. Hal tersebut tercipta dengan adanya tujuan dari peristiwa tersebut. Hingga berujung pada dampak yang dihasilkan. Namun, bagaimana cara penumpasan dari fenomena itu?

Beritaku.id – Pendidikan Coretan tinta masa lalu akan sebuah hak dan tuntutan seorang saudagar biasa pada Tuannya. Meminta belas kasih dari sang Tuan, namun tidak kunjung datang.

Oleh : Ayu Maesaroh (Penulis Pendidikan)

Pada masanya, panah siap melayang dengan jumlah tak terbatas. Membuat sang Tuan geram dengan tingkah lakunya. Ultimatum sebagai saksi bisu dalam peristiwa pemberontakan Andi Azis pada Pemerintah. Hingga berujung jeruji besi, takdirnya.

Halo semua, kembali lagi dengan “Tulisan yang dirindukan” yang insya allah akan menambah wawasan kalian tentang pengetahuan umum, termasuk topik pembahasan yang satu ini.

Namun sebelum itu, coba kita ingat kembali peristiwa sejarah Indonesia apa, yang kalian ingat selama ini?

Apakah saat detik-detik kemerdekaan Indonesia? Peristiwa Sumpah Pemuda?

Penjajahan Belanda serta Jepang di Indonesia? Atau yang lainnya?

Kita paham betul bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kuat dan berani mau berdiri sendiri kala itu.

Para rakyat Indonesia mau bersatu, menjadi satu kekuatan, satu tekad, menciptakan dunia harapan bangsa.

Hingga tercipta bendera yang membuka mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara berdaulat, memiliki harkat serta martabat yang harus mereka hormati.

Tapi, pernahkan kalian bahwa pada zaman dulu, ada satu peristiwa yang juga terjadi di Indonesia, namun bukan dari penjajah, atau sebagainya, tapi dari warga negara sendiri?

Ialah Peristiwa Andi Azis. Sejarah legenda yang mana beliau sangat ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur, namun berakhir penangkapan. Jadi, mari kita bahas selengkapnya.

Baca juga beritaku: Jejak Kesultanan Banten dan Peninggalan Masa Pemerintahan Abad 15

Latar Belakang Pemberontakan

Pemberontakan di Makassar (foto: usaha321.net)

Andi Azis merupakan salah satu mantan perwira dari KNIL atau singkatan dari Koninklijk Leger, yang mana pada saat itu Andi Aziz bertugas sebagai  pasukan pertempuran bawah tanah saat masa Perang Dunia II.

Beliau lahir pada tahun 1930-an, dari lingkungan keluarga Bugis, Sulawesi Selatan. Andi Azis termasuk dalam kategori anak yang cerdas.

Hal tersebut merujuk pada latar belakang pendidikannya, yang mana pada tahun 35, beliau masuk dalam Leger School dan lulus pada tahun 1938.

Beliau pun meneruskan sekolahnya di Lyceum, dan lulus pada tahun 1944. Pada awalnya, Andi Azis ingin memasuki sekolah kemiliteran Belanda.

Namun hal tersebut tidak bisa ia raih, karena pada waktu yang sama terjadilah perpecahan Perang Dunia ke II.

Walaupun tidak bisa masuk sekolah kemiliteran, beliau pun akhirnya masuk ke dalam tim KNIL atau Koninklijk Leger, yang mana beliau bertugas sebagai tim pertempuran bawah tanah untuk melawan musuh saat Perang Dunia ke II.

Sebelum Pemberontakan Terjadi

Keluarga Andi Azis (foto: blog.ub.ac.id)

Singkat cerita, beliau meraih prestasi yang baik serta sudah menguasai berbagai ilmu mengenai kemiliteran, baik latihan pasukan komando yang beliau dapat di Inggris pada tahun 1945, dsb.

Andi Azis akhirnya mendapat dua pilihan, yang mana salah satunya beliau bisa pulang ke tanah air tercinta, serta bisa melhat keluarganya yang ada di Sulawesi Selata, tepatnya di Makassar.

Di Indonesia, KNIL menugaskan Andi Azis di Cilincing, serta mendapatkan jatah cuti untuk mengakhiri masa dinasnya di Jakarta, tepat pada tahun 1947.

Setelah masa cutinya berakhir, KNIL memanggil kembali Andi Aziz ke Jakarta dan menobatkan beliau dengan memberikan pangkat sebagai Letnan Dua.

Setelah peristiwa tersebut, Andi Azis pun bertugas sebagai Ajudan dari Presiden Negara Indonesia Timur, yang mana pada waktu itu, Indonesia terbagi menjadi dua negara sebelum utuk menjadi NKRI, yakni negara RIS, dan NIT.

Beliau menjabat sebagai Ajudan Presiden NIT selama 1 ½ tahun, setelah itu beliau bertugas kembali namun bukan sebagai ajudan, melainkan sebagai instruktur sekolah kemiliteran yang KNIL bangun di Indonesia, namanya SSOP atau singkatan dari School tot Opleiding voor Parachusten pada tahun 1948.

Beberapa tahun menjabat sebagai instruktur di sekolah tersebut, beliau akhirnya masuk ke TNI Indonesia dan langsung mendapatkan predikat sebagai komandan kompi yang mempunyai sekitar hampir 120-an anak buah.

Dan untuk pasukan kompinya pun, tidak sembarang pasukan. Mereka yang berada dalam pasukan kompi Andi Aziz, adalah pasukan yang mempunyai kemampuan yang melebihi rata-rata anggota KNIL maupun TNI.

Tujuan Pemberontakan Andi Aziz

Pasukan penuntas (Foto: Biografiku.com)

Semua tindakan di dunia ini pasti ada alasan yang kuat mengapa hal tersebut dapat terwujud, serta menyulut semangat seseorang dalam melakukan tindakan. Hal ini termasuk yang Andi Aziz alami sebelum akhirnya melakukan pemberontakan.

Tujuan awal dari pemberontakan Andi Aziz ini, ialah beliau ingin mempertahankan NIT tetap ada, dan terus mempertahankan KNIL sebagai pihak yang menjaga keamanan NIT, dan bukan ikut dalam pasukan kemiliteran APRIS dari negara RIS.

Pasalnya jika hal tersebut terjadi, maka mau tidak mau NIT harus ikut dan bergabung ke dalam NKRIS. Dari peristiwa itu, masyarakat NIT pun merasa marah dan ingin tetap mempertahankan NIT, namun ada juga yang menginginkan sebuah perubahan.

Dan untuk memuluskan aksinya, beliau tidak sendiri dalam melakukan pemberontakan ini. Andi Aziz mendapatkan bantuan dari Sultan Hamid II, yang merupakan dalang dari pemberontakan APRA serta beberapa pihak dari Belanda.

Baca juga beritaku: Seni Berbicara, 3 Zaman: Retorika Klasik, Pertengahan dan Modern

Peristiwa Dari Pemberontakan Andi Azis

Tujuan dari fenomena di Makassar(foto: blog.ruangguru.com)

Pecahnya pemberontakan ini, ialah pada tahun 1950 setelah mengikuti Konferensi Meja Bundar. Yang mana dalam konferensi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat para mantan serdadu KNIL kecewa.

Mengingat dalam pemutusannya, KNIL harus ikut bergabung menjadi anggota APRIS atau Angkata Perang Republik Indonesia Serikat, dan akan berkolerasi pada NIT untuk bergabung menjadi bagian negara dari RIS tersebut.

Andi Azis dan beberapa mantan Perwira lain pun tidak menerima hal tersebut. Maka terbentuklah anggota pemberontak yang langsung Andi Azis pimpin. Pada saat itu di Makassar, terdapat markas besar Perwira APRIS yang bertugas untuk mengamankan wilayah tersebut.

Dengan sigap para pemberontak melangsungkan aksinya, menyandera beberapa pasukan andalah TNI APRIS untuk membuat Presiden RIS menyerah agar tidak terus mendesak mereka.

Singkat cerita markas tersebut akhirnya dapat Andi Aziz rebut, lalu meminta Presiden untuk mengabulkan permintaannya.

Tidak lama kemudian akhirnya Pemerintah RIS bereaksi dan langsung memberikan ultimatum kepada Andi Azis. Ultimatum tersebut antara lain:

  1. Andi Azis harus segera ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang beliau perbuat. Jika tidak, maka kapal laut “Huang Tuang” akan tenggelam
  2. Andi Azis harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut dalam waktu 4 X 24 jam. Jika tidak, maka Pemerintah akan menugaskan seorang Komando untuk mengirim pasukannya ke Makassar.
  3. Pemerintah meminta untuk Andi Azis menyerahkan para sandera, serta beberapa senjata miliknya dalam peristiwa pemberontakan tersebut.

Namun dari ketiga ultimatum yang Pemerintah berikan, Andi Azis tidak mengindahkannya. Bahkan tidak menanggapi secara serius terhadap ultimatum tersebut.

Hingga akhirnya, pemerintah mengutus komandan Alex Kaliwarang untuk pergi ke NIT. Namun para warga NIT salah dalam menanggapi kedatangannya, maka terjadilah pertempuran saat itu.

Tokoh-tokoh Dalam Peristiwa Pemberontakan Andi Aziz

Pasukan  di Makassar (foto: tirto.id)

Adapun beberapa tokoh yang terlibat dalam pemberontakan Andi Azis berlangsung di Makassar. Mengingat Andi Azis mendapatkan beberapa bantuan dari beberapa pihak, termasuk Belanda, yang mana sebenarnya pihak Belanda hanya memanipulasi pemikiran Andi Azis untuk tetap gencar melawan Pemerintah Indonesia, serta kembali berkuasa.

Maka beberapa tokoh yang ada dalam peristiwa tersebut antara lain:

  1. Andi Azis, yang merupakan pemimpin dari perstiwa ini. Beliau adalah mantan serdadu KNIL yang menuntut keras pemerintah untuk tetap mempertahankan NIT dan KNIL menjadi garda terdepan dari NIT.
  2. Sultan Hamid II, yang merupakan mayor dari KNIL, serta membantu beliau dalam melancarkan pemberontakan tersebut.
  3. Kolonel Alex Kaliwarang, merupakan seorang komando yang mendapat tugas dari pemerintah untuk menumpaskan pemberontakan Andi Azis di Makassar.
  4. Kolonel Soeharto, adalah pemimpin dari Brigade 10 Garuda, yang juga ikut andil dalam menuntaskan pemberontakan Andi Azis tersebut
  5. Kapten Udara Wiriadinata, yang merupakan anggota pemimpin dari pasukan udara, guna memberantas pemberontakan Andi Azis, dsb.

Dampak Pemberontakan Andi Aziz

Dampak Pemberontakan Andi Azis (foto: donysetyawan.com)

Yang pasti dari dampak pemberontakan tersebut, Andi Azis akhirnya di tangkap pada tanggal 15 April 1950. Saat itu, Andi Azis membawa surat perjanjian yang berasal dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang mana isinya adalah tidak perlu adanya penangkapan untuk Andi Azis.

Tapi pada kenyataannya, beliau tertangkap dan dipenjara untuk beberapa tahun ke depan. Selain itu, adapula dampak lain karena pemberontakan ini, antara lain:

  1. Mulai dari kubu NIT atau Negara Indonesia Timur. Yang mana pada akhirnya mereka kehilangan satu Perdana Menteri yakni Ir. P. D.,  Diapri, yang merupakan salah satu orang yang tidak setuju dengan adanya pemberontakan Andi Azis.
  2. Markas dari TNI APRIS di Makassar, akhirnya hancur. Perpecahan dimana-mana, dan banyak sekali persepsi yang akhirnya mengundang berbagai permusuhan.
  3. Mau tidak mau, Wakil Pemerintah dari NIT  yakni Sukawati, akhirnya menyerah dan menyetujui bahwa NIT adalah bagian dari negara RIS.

Penumpasan Pemberontakan Andi Azis

Sang pemberontak  mendapat ultimatum (foto: blog.ruangguru.com)

Seperti yang telah kita singgung, bahwa setelah Pemerintah melayangkan ultimatum kepada beliau, Andi Azis tidak mengindahkan.

Hal tersebut membuat Pemerintah geram.

Dan ujung dari segala hal tersebut, Pemerintah mengutus komando beserta pasukannya yakni komando Alex Kaliwarang untuk melakukan ekspedisi.

Pertumpahan darah terjadi saat itu. Kedua belah pihak tidak mau kalah dan memperjuangkan atas hak dan kewajiban mereka.

Hingga pada akhirnya, Andi Azis terkepung oleh para pasukan dari Alex Kaliwarang, yang berujung Andi Azis ke Jakarta dan ditangkap.

Kesimpulan Pemberontakan Andi Aziz

Dari hal tersebut dapat kita pahami bahwa Andi Azis adalah orang yang sangat pintar, namun salah kaprah dalam pengambilan keputusan.

Beliau memilih untuk melakukan pertempuran sebagai jalan satu-satunya agar bisa mendapatkan hak yang beliau mau dari Pemerintah.

Hal tersebut memberikan peluang bagi Belanda untuk melancarkan misinya agar berkuasa kembali, dengan memanfaatkan emosi dari Andi Azis.

Kobaran api semangat Andi Aziz pun terbakar, hingga membuat semuanya malah hancur, dan berujung jeruji besi.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi ya!