Imbalan penemu fosil yang tiada sebanding dengan pengorbanan
Fosil gajah (Foto: aracarrental.com)

Imbalan Penemu Fosil, Untuk Penelitian Dan Penjelasannya

Diposting pada

Imbalan Penemu fosil untuk penemuan tersebut, merupakan rangkai proses penelitian untuk pengetahuan, bagaimana penjelasannya?

Beritaku.id, Pendidikan – Pada dasarnya manusia, dan makhluk hidup lain, merupakan makhluk beregenerasi. Mereka hidup, lalu bertahan di bumi. Hingga pada akhirnya mereka bertemu dengan orang yang sesuai dengan diri mereka, kepribadian mereka, dan menghasilkan keturunan yang kelak akan meneruskan garis keturunan mereka.

Oleh: Ayu Maesaroh (Penulis Pendidikan)

Seolah proses itu tidak akan pernah bisa tertunda, apalagi berhenti. Bahkan, nyatanya pada zaman dahulu, proses regenerasi pun sudah ada. Bukti peninggalan sejarah, serta beberapa fosil dari tubuh mereka, menjadi bukti bahwasannya, manusia sudah ada sejak awal masa peradaban manusia di bumi.


Pengertian Fosil

Temuan fosil pra sejarah (Foto: gurugeografi.id)

Seperti yang kita tahu, bahwasannya fosil adalah peninggalan berupa kerangka yang telah tertimbun sangat lama di dalam tanah, dan biasanya beberapa kerangka tersebut ada yang berbentuk tulang utuh, namun ada juga yang berbentuk batu, sedimen, dan sebagainya.

Namun, beberapa pengertian lain tentang “fosil” pun bermunculan. Seperti Menurut Darwin, yang mana mengatakan bahwa fosil adalah sisa peninggalan dari generasi terdahulu, yang mana akan berubah seiring berjalannya waktu dan zaman. Mereka tertimbun dalam bumi, lalu berubah menjadi lapisan bumi terbarunya.


Kategori Fosil

Jenis fosil kerajinan tangan pra sejarah (Foto: kerajinanfosilbatusungkai.com)

Adapun beberapa kategori fosil, yang mana rata-rata banyak para ahli menemukannya, serta mempelajarinya. Sehingga hal tersebut bermanifestasi pada sejarah asal usul manusia, ataupun hewan, lewat fosil yang mereka temukan. Beberapa fosil tersebut antara lain:

1. Fosil Manusia

Biasanya fosil-fosil ini berasal dari manusia purba, yang mana pada zaman dahulu, mereka hidup dan mengawali peradaban manusia di dunia ini. Hingga akhirnya mereka termakan oleh waktu, dan mulai berganti generasi. Beberapa fosil mereka akhirnya ditemukan kembali pada era yang sudah canggih, termasuk era seperti sekarang ini.

Yang mana menggali fosil, dan menemukan sejarah tentang peradaban manusia, terus berkembang. Juga termasuk dalam berbagai teori tentang peradaban manusia di bumi untuk pertama kalinya. Dan sayangnya, topik tersebut masih menjadi perdebatan sampai dengan sekarang.

2. Prasasti

Merupakan salah satu peninggalan pada zaman manusia purba terdahulu. Yang mana mereka menggunakan beberapa alat seperti kapak, dan sebagainya, yang akhirnya tertimbun di dalam tanah, lalu ditemukan kembali. Dan imbasnya pada sebuah pengetahuan baru, tentang bagaimana manusia pada zaman dahulu bertahan hidup, dan sebagainya.

3. Hewan

Seperti misalnya dinosaurus, dan jenis lainnya, yang mana beberapa fosil mereka entah dari tulang, gigi, atau bahkan jejak mereka, diabadikan dalam beberapa monumen sebagai salah satu peninggalan sejarah pada masa peradaban manusia untuk pertama kalinya. Biasanya fosil-fosil tersebut sudah berbentuk kerangka, sehingga mudah untuk dipelajari.

Baca juga beritaku: Mahasiswa UNHAS Lakukan Penelitian Desa Bebas Asap Rokok

4. Naskah Kuno

Zaman dulu, ada tahap yang mana manusia mulai mengerti tentang huruf, dan bisa membaca. Setelahnya, mereka pun mulai menulis dengan menggunakan beberapa tempat seperti pelepah, kertas-kertas kuno, dan sebagainya. Biasanya beberapa naskah tersebut, akan tertimbun bersama dengan beberapa peninggalan lain di bawah tanah.

Hal tersebut akan merujuk tentang bagaimana manusia dapat membaca dan menulis, lalu pada zaman apa peradaban tersebut bermula.

5. Lukisan

Ya, selain paa naskah, biasanya beberapa tulisan berupa ukiran, juga menjadi bukti tanda bahwa peradaban dunia memang sudah berjalan sangat lama. Kebanyakan lukisan demikian, atau bahkan lukisan hewan pada zaman itu, berada di beberapa goa, dan sejenisnya.

Namun, biasanya untuk mengidentifikasikan lukisan demikian, harus memiliki kejelian dalam meneliti jenis lukisan apa yang ada dalam goa, yang menjadi tempat penelitian, sehingga memudahkan para peneliti dalam menguraikan apa saja yang mereka temukan.

Prosedur Mencari Fosil

Peralatan zaman prasejarah (Foto: id.wikipedia.org)

Orang yang berwenang dalam mencari fosil, ialah seorang Palenteolog. Yang mana mereka mempelajari, serta memiliki wewenang dalam mencari beberapa fosil yang ada di Indonesia, maupun di belahan dunia lain. Imbalan dalam pencaria penemu fosil ini, nanti ya mereka harus mengikuti prosedur yang ada.

Mengingat Fosil-fosil tersebut berada di dalam tanah, dan harus berhati-hati untuk menggalinya. Karena kembali lagi, jika ingin mendapatkan sesuatu yang utuh, maka dalam pelaksanaannya, harus mempunyai strategi yang berubah menjadi prosedur. Jadi, berikut beberapa prosedurnya:

1. Paham dengan Keadaan Wilayah Galian

Seorang ahli panteologi, harus paham dengan keadaan dari wilayah yang akan mereka gali, sebagai tempat yang mereka duga, ada kemungkinan jenis fosil entah itu manusia dan sebagainya, berada pada tempat tersebut.

Untuk mengerti hal tersebut, seorang panteologi bisa mencari tentang keadaan dari tempat galian lewat bertanya kepada masyarakat sekitar, dengan notaben mereka lebih mengerti ketimbang orang-orang asing yang mungkin berada di tempat galian.

Juga bisa menyertakan informasi lain yang ada di buku, internet, aplikasi cuaca, dan sebagainya. Jika sudah dan siap melaksanakan tugas, maka yang perlu diperhatikan adalah membawa beberapa peralatan yang diperlukan.

2. Proses Pengambilan Fosil

Untuk hal ini, ahli panteologi harus paham dengan beberapa kondisi dari fosil. Ada yang masih utuh, ada juga yang sudah menjadi puing-puing batu, yang sudah tertimbun sangat lama. Tidak jarang juga fosil yang masih dalam bentuk patahan, yang mana hanya tinggal disatukan dengan menggunakan lem khusus, dan sebagainya.

Jadi, sebelum dibawa ke laboratorium, fosil tersebut harus dengan keadaan utuh, entah dalam bentuk puing, bagian-bagian, dan sebagainya. Sehingga mudah nantinya dalam proses penelitian di laboratorium.

3. Penelitian Fosil

Para imbalan dari penemu fosil ini, nantinya mereka akan membawa hasil mereka ke laboratirium, guna melaksanakan penelitian lebih lanjut tentang ketagori dari fosil yang mereka temukan di beberapa daerah yang sudah mereka telusuri.

Dan hal tersebut memakan waktu yang cukup lama, mengingat nantinya mereka harus mencocokkan dengan beberapa jenis yang lain, apakah sama, atau memang mereka adalah makhluk baru pada zaman dulu.

Fosil Tertua di Dunia

Fosil tertua yang ditemukan di New York (Foto: inet.detik.com)

Dan bicara masalah fosil, ada beberapa fosil-fosil di dunia ini, yang mana mereka mempunyai umur yang sangat banyak, sehingga menjadi bukti bahwa sebuah peradaban pada masa lampau pernah berlangsung, dan berjalan hingga pada masa tertentu.

Hal inilah yang dipercaya oleh beberapa ahli penemu fosil dari New York Amerika Serikat, yang mana mereka menemukan fosil berupa pohon tertua, yang mana diperkirakan sudah berusia lebih dari 300 juta tahun.

Baca juga beritaku: Nabi Hud dan Kaumnya Serta 3 Mukjizat Dalam Al-qur’an

Penemuan itu, mereka temukan di salah satu situs di Kairo, yakni pada tambang yang ada di situs tersebut. Dari penemuan itu, hal ini menjadi celah dan bantahan mengenai peradaban bumi, yang mana pohon-pohon di bumi kala itu bertumbuh secara eksklusif, dan tidak bersamaan.

Tapi, dari penemuan itu, mereka memiliki pandangan lain mengenai hal tersebut, dan percaya bahwasannya dahulu pohn-pohon yang menjadi awal peradaban bumi, mereka bertumbuh secara bersamaan.


Fosil Tertua Indonesia

Fosil manusia purba tertua di Indonesia (Foto: tekno.tempo.co)

Namun dari hal itu, fosil-fosil tertua mulai bertebaran, termasuk yang ada di Indonesia. Salah satu tempat yang ada di Indonesia, yang mana bari-baru ini ditemukan fosil tertua paling baru. Adalah di Bumiayu, yang merupakan salah satu wilayah yang ada di Kabupaten Brebes.

Banyak peneliti yang mengatakan bahwasannya, fosil-fosil manusia yang ada di sana, diperkirakan berusia lebih dari 1,5 juta tahun. Hal tersebut sontak seperti sebuah bantahan dari teori Out of Africa, yang sejak dari dulu menjadi satu pedoman bagi semua para ahli penemu fosil, dan lainnya.

Teori tersebut mengatakan bahwa sebelum manusia berevolusi seperti sekarang, Homo Sapiens, mereka bermigrasi ke padan savana, Lalu ke Afrika, Eropa, dan beberapa Asia lain, termasuk di Indonesia. Jadi, fosil yang ada di situs Sangiran, Indonesia, yang mana berumur 1,5 juta tahun. Menjadi pedoman kala itu.

Namun semenjak adanya penemuan ini, banyak dari peneliti mulai tergoyah akan pendapat mereka, dan langsung intens meneliti tentang beberapa fosil yang ada di Bumiayu.

Imbalan Penemu Fosil, Anggaran atau Proyek?

Contoh temuan fosil (Foto: pendidikan.co.id)

Mereka yang bekerja untuk mengungkap kisah dan sejarah masa lampau dengan mengikuti jejak peninggalan lampau, sebagaimana telah terbahas pada paragraf-paragraf sebelumnya.

Menemukan fosil manusia maupun prasasti, pada hakikatnya merupakan hasil karya para penemu fosil, yang dalam bahasa artikel ini, yang memisahkan bagian fosil dan yang bukan.

Dalam sebuah penelusuran menyebutkan bahwa Imbalan Penemu Fosil, cendrung tidak sesuai dengan pengetahun besar yang mereka ungkap.

Para Penemu Fosil, Jasa Besar dengan Imbalan Puluhan Ribu

Arkeolog dalam proyek pencarian fosil (Foto: bobo.grid.id)

Begitu besar tekad dan niat para imbalan dari penemu fosil yang ada di dunia, terutama Indonesia. Meski demikian, kenyataan tidak sebanding dengan apa yang mereka korbankan. Ya, walaupun era sudah canggih, teknologi sudah memadai.

Nyatanya banyak para penemu yang akhirnya mendapatkan imbalan “seadanya” untuk penemuan yang mereka dapatkan atas fosil yang mereka bawa. Mulai dari ratusan ribu sampai maksimal 3 juta untuk satu temuannya. Dan dari harga pun, tergantung peting dan keunikannya.

Baca juga beritaku: Ketika Istri Menggugat Cerai, Dan Suami Menolak

Jika kita ulur lagi pada masa lampau, bagaimana mereka mempersiapkan semua, mulai dari alat untuk penelusuran, pengetahuan yang mereka dapatkan, dan sebagainya.

Oleh karena itu sudah sepatutnya Pemerintah mulai aware dengan profesi ini. Mereka adalah salah satu orang yang berjasa, atas segala upaya mereka dalam mengungkap teka-teki kehidupan awal sejarah manusia. Era sebelum, dan sebelumnya.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai Imbalan penemu fosil. Dari penjelasan tersebut, kita sudah mendapatkan gambaran bagaimana para ahli bersikeras menemukan fosil agar dapat menguak semua teka-teki yang ada di dunia ini.

Bagaimana kesiapan mereka, mulai dari mematuhi prosedur, hingga pada tahap penelitian, yang merupakan langkah penting dalam memecahkan teka-teki yang ada di dunia ini. Namun disisi lain, negara kita rasanya kurang mengapresiasi atas kinerja dan jerih payah mereka.

Yang mana, sebenarnya mereka adalah orang-orang penting dalam merobek semua teka-teki yang membingungkan di dunia ini. Mereka dengan telatennya mencari, meneliti, lalu menyerahkan kepada pihak yang berwenang terhadap fosil-fosil yang mereka temukan.

Sayangnya, pengorbanan tidak sebanding dengan hasilnya. Mereka bahkan mendapat imbalan dari penemu fosil yang mereka dapatkan, hanya kisaran ratusan hinggal maksimal 3 juta untuk satu fosilnya. Walaupun bisa lebih, hal tersebut harus merujuk kepada keunikan, dan kelangkaan dari fosil yang mereka dapatkan.

Sekian ulasan kali ini, semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka:

  1. https://bobo.grid.id
  2. https://www.idntimes.com
  3. https://www.cnnindonesia.com
  4. https://www.merdeka.com
  5. https://news.detik.com