Sahabat Rasul Energik dan Semangat Beribadah
Kisah 3 Prang Sahabat Rasul Energik dan Semangat Beribadah (Foto:Tongkronganislam.Net)

3 Sahabat Rasul Energik dan Semangat Beribadah, Tapi Dilarang

Diposting pada

Kisah Rasul dan Sahabat, Diantaranya ada yang dengan semangat tinggi dan Energik dalam melaksanakan Ibadah, Namun Rasulullah Melarangnya.

Beritaku.Id, Rasul Dan Sahabat – Rasulullah Muhammad SAW dengan jumlah sahabat yang banyak. Sampai 140.000 dari beberapa sumber menjelaskan. Bahwa para sahabat tersebut, memiliki keahlian masing-masing.

Ada yang hebat dalam hal perang, ada sahabat yang hebat sebagai seorang penyair. Ada yang menikah dengan Bidadari, dan lain sebagainya. Kisah mereka terangkum dalam 170 Urutan Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Mereka adalah sahabat rasul dengan semangat dan sifat energik dalam diri mereka, memiliki sifat, keahlian dan bidang masing-masing.

Diantara mereka ada yang begitu cinta dan dalamnya memaknai Islam merencanakan proses beribadah dengan semangat pula dan totalitas penuh energik. Sahabat rasul tersebut Justru mendapat teguran dari Nabi Muhammad SAW.

Kisah Sahabat Rasul Yang Energik dan Semangat Dalam Beribadah

Kisah sahabat Rasululullah ini diawali dengan penjelasan dalam Kitab Nikah oleh Shahih al-Bukhari, memberikan penjelasan bahwa ketiga sahabat tersebut. Merencanakan sebuah proses peribadatan.

Mereka memiliki semangat penuh dan sangat menyala. Dengan tujuan, sebagai refleksi dan aplikasi beribadah kepada Allah SWT, memimpikan surga.

Mereka membayangkan kecantikan bidadari Surga, keindahan taman surga, dan suasana surga yang melampaui apapun yang ada didunia ini.

Baca Beritaku: Bayangan Surga dan Bidadari Yang Tidak Akan Selingkuh

Suatu ketika, sahabat tersebut mendatangi istri Rasulullah, untuk mengetahui bagaimana cara ibadah sang Rasul terakhir tersebut.

Istri Nabi memberikan penjelasn mengenai Sholat Malam yang sering dilakukan Nabi. Puasa dan sebagainya.

Ibadah Rasul Dan Jaminan Surga

Mendapatkan penjelasan mengenai cara ibadah Rasululullah. Mereka melihat bahwa cara ibadah Nabi Muhammad SAW, yang rutin dan total adalah Sholat 5 waktu. Sementara puasa kadang dilakukan, kadang pula tidak.

Sholat Tahajjud Bagi Rasul kadang dilaksanakan, kadang pula tidak dilaksanakan.

Logika mereka berpikir keras, mereka bertiga memikirkan dan membandingkan dirinya dengan Rasulullah Muhammad SAW.

Bahwa dalam diri Rasulullah SAW, dirinya dijamin oleh Allah untuk masuk Surga dan diharamkan baginya api neraka untuk menyentuh kulitnya.

Sementara dirinya adalah manusia biasa, dan memiliki banyak dosa. Jika Rasulullah melakukan sedikit dalam ibadah maka itu wajar, sebab dirinya ada jaminan Surga.

Maka sebagai manusia biasa, sebagai pengikut dan sahabat rasul harus memiliki semangat lebih dalam beribadah, demikian sikap energik mereka berapi-api.

3 Sahabat Rasul Merencanakan Ibadah Lebih

Dengan pikiran perbandingan mereka dalam hal ibadah tersebut. Membandingkan pribadi yang banyak melakukan dosa dengan Rasulullah yang terjamin sikap dan perbuatannya. Maka ketiganya membuat perencanaan:

  1. Orang pertama, melakukan Sholat malam selama hidupnya,
  2. Orang Kedua, melaksanakan puasa setiap hari,
  3. Orang Ketiga, menjauhi perempuan (takut maksiat), dan tidak akan menikah.

Ketiga telah bersepakat untuk melaksanakan ibahad tersebut. Intinya lebih dari apa yang dilakukan Rasulullah. Untuk mendapatkan ampunan Allah SWT dan mendapatkan ganjaran Surga.

Semangat sahabat rasul tersebut menyala dalam beribadah dan energik untuk mewujudkannya. Namun Rasulullah yang mengetahui rencana mereka. Seketika Rasul mendatangi dan mempertanyakan hal tersebut.

Rasulullah dengan bahasa yang lebih lembut dalam mengarahkan sahabat menyampaikan, serti meminta klarifikasi akan rencana mereka.

Tentang diantara mereka ada yang merencanakan Sholat lail/tahajjud setiap malam. Ada yang melaksanakan puasa setiap harinya. Serta ada yang merencanakan untuk memutuskan tidak menikah seumur hidup.

Yang tidak akan menikah memiliki pengetahuan bahwa jikapun didunia tidak merasakan bagaimana dengan wanita. Di Surga nanti akan disiapkan bidadari oleh Allah SWT.

Mereka memberikan penjelasan berdasarkan versi mereka sendiri. Namun kesemua logika mereka adalah menambahkan hal-hal ibadah Rasulullah. Sebab mereka berharap bisa masuk surga. Dan jauh dari dosa.

Menambah Ibadah, Dan Hukumnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا، فَهُوَ رَدٌّ “

Artinya: “Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalannya tertolak.” HR. Muslim

Allah Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]

Artinya: “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’: 115)

Sumber Muslim.or.id

Firman Allah SWT:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [الحجرات: 1]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Hujurat:1.

Penjelasan diatas memberikan pemahaman bahwa dalam hal menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Dianjurkan (diwajibkan) untuk mengikuti tuntunan Rasulullah Muhammad SAW. Tidak menamba dan tidak mengurangi.

Kisah 3 orang Sahabat Rasul yang sangat Energik dan penuh Semangat dalam Beribadah. Sehingga menambah-nambah dari yang dilakukan Rasulullah secara berlebihan. Merupakan perbuatan yang dilarang oleh Rasul berdasarkan Al-Quran dan Hadits

Sumber: Islami.Co