Kisah Julaibib, Sahabat Yang Menikah Dengan Bidadari Oleh Allah SWT
Kisah Sahabat Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Julaibib
Kisah Julaibib, Sahabat Yang Menikah Dengan Bidadari Oleh Allah SWT

Seperti sahabat yang lainnya, dengan kisah yang dijalaninya, Julaibib tidaklah terkenal seperti nama lainnya.

Beritaku.Id, Kisah Rasul Dan Sahabat Julaibib, sahabat Nabi yang satu ini namanya tidak begitu populer.

Wajah yang dimilikinya tidaklah tampan (buruk rupa) dan juga secara ekonomi ia bukanlah keluarga kaya. Namun pada akhirnya, ia dipilih Allah untuk menikah dengan bidadari.

Ia masuk dalam 170 Urutan Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW

Pada suatu hari, Rasulullah bertanya kepada salah seorang sahabat. “Aku mau melamar putrimu, apakah engkau setuju?”

Siapa orang yang tidak mau putrinya dinikahi Rasulullah.

Bahkan penulis buku Syaikh Mahmud Al Mishri dalam buku sirah shahabat yang berjudul Ashaabur Rasul.

Sebelum menikahkan putrinya yang cantik rupawan. Para sahabat biasanya menghadap kepadal Rasulullah. Dengan harapan siapa tahu Rasulullah berkenan menikahi putrinya.

Rasulullah Melamar Putri Sahabat

“Tentu ya Rasulullah, dengan senang hati kami akan menerima lamarannya” Jawab lelaki itu, ketika Rasulullah menyampaikan hendak melamar anaknya.

“Tapi aku melamar putrimu tersebut bukan untukku (istriku)” Jawab Rasul Kepadanya.

“Untuk siapa ya Rasulullah?” Sahabat tersebut selanjutnya berpikir. Jika bukan untuk Rasulullah, lalu untuk siapa dia melamar?

Kalau untuk sahabat terbaik, seperti Sayyidina Abu Bakar RA, Umar Bin Khattab RA. Utsman Bin Affan RA atau Ali Bin Abi Thalib RA. Pastilah banyak orangtua. Yang senang putrinya menjadi istri sahabat Nabi terbaik tersebut. Begitupun juga Abdurrahman bin Auf, pasti banyak juga orangtua yang senang putrinya menjadi istri sahabat ternama dan terkaya raya itu.

“Untuk Julaibib.” Jawab rasulullah

Maka sahabat itu tidak langsung menjawab dari pernyataan rasul tersebut. Kebetulan ia mengetahui siapa Julaibib.

Seorang sahabat Nabi yang tidak punya dan wajahnya juga tidak tampan. “Jika demikian maka aku akan musyawarahkan dengan keluargaku dulu ya Rasulullah.”

Sesampainya dirumah

“Rasulullah hendak melamar putri kita,” kata Sahabat tersebut kepada istrinya.

“Alhamdulillah… betapa beruntungnya kita.” Jawab istri sahabat

“Tapi bukan untuk beliau.” Kata sahabat Rasul

“Lalu untuk siapa?”

“Julaibib.”

“Kalau untuk Julaibib, aku tidak akan mengizinkan menikahkan putri kita.” Sang ibu mulai mengkhawatirkan masa depan putrinya.

Kekhawatiran manusiawi dan sangat wajar bagi orangtua, putrinya yang sangat cantik, sholehah harus menikah dengan laki-laki yang tidak tampan dan tidak punya apa-apa? Julaibib siburuk rupa.

Wajar ia khawatir dan tidak menyetujuinya.

Putri Yang Ridha Pada Kisah Julaibib

“Ayah, ibu, apa yang kalian katakan? Apakah kalian akan menolak pinangan Rasulullah?” Putrinya tersebut mendengar pembicaraan mereka keluar dari kamarnya.

“Tapi bukan untuk Rasulullah. Untuk Julaibib.” Jawab ayahnya.

“Jika Rasulullah yang melamarku, apakah Ayah beserta Ibu akan menolak (lamaran Rasulullah)? Aku sama sekali tidak akan menolaknya. Aku sangat yakin Rasulullah bahwa dia tidak akan membuat kita sengsara.” Sebuah jawaban dengan pondasi Iman putrinya yang kuat dan dengan penuh keyakinan.

Pernikahan dilangsungkan. Di malam harinya ketika penikahan telah selesai. Sebelum Julaibib menikmati malam pertama bersama istrinya yang sangat cantik jelita itu. Tiba-tiba seruan jihad menggema.

“Wahai para penunggang kuda, siapkan kuda kalian. Malam ini ada perang fi sabilillah!”

“Wahai para pemanah, siapkan panah kalian. Malam ini ada perang fi sabilillah!”

Mendengar seruan itu, ia langsung bergegas. Ia segera keluar rumah menyongsong panggilan jihad.

Sang pengantin baru yang belum menikmati Honey Moonnya, itu ikut sebagai serdadu Islam yang berperang dijalan Allah SWT.

Tidak ada kenikmatan yang lebih daripada kenikmatan cahaya Islam. Membungkus batin mereka, membuat mereka terseret kedalam cahaya keindahan Islam.

Ketika perang telah selesai, Rasulullah kemudian bertanya kepada para sahabat. Mereka sedang mengevakuasi mujahid yang terluka dan para syuhada.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Tidak ya Rasulullah. Semua sudah kita temukan.”

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Tidak ya Rasulullah. Sebab semua pasukan sudah kembali (dipasukan), sementara yang syahid sudah kita temukan semuanya”

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”

Pertanyaan itu sampai diulang tiga kali. “Aku kehilangan Julaibib.”

Julaibib Syahid, Dimalam Pertama Menikah Dengan Bidadari

Mereka tidak terpikir nama itu. Setelah disebut namanya oleh Nabi Muhammad SAW, barulah mereka bergegas mencarinya dan mendapatkan Julaibib telah syahid.

Di sekitar jasadnya terdapat tujuh mayat musuh yang telah di habisi Julaibib. Julaibib dengan perkasa menghadapi 7 orang musuh. Dan Julaibib berhasil membunuh mereka. Dan dirinya ikut Syahid.

Lalu Rasulullah mengangkat jasad Julaibib RA dengan kedua tangan beliau. Ketika memakamkan, Rasulullah juga yang memasukkan jasadnya ke makam. Dilakukannya langsung.

“Julaibib adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari diri Julaibib,” Rasulullah mengulangi kalimat itu dua kali. Membuat banyak sahabat iri. Sebab dengan hal itu Julaibib di muliakan di hari akhir.

Ternyata kedudukan Julaibib sangat istimewa di hadapan Rasulullah. Julaibib seorang syuhada dan dinyatakan bagian dari Rasulullah, yang tentu saja mendapat keutamaan besar termasuk dinikahkan dengan bidadari.

Makna Dari Kisah Julaibib :

Pada kisah yang terjadi dengannya, terdapat makna dari kisahnya

Allah Hanya Memandang Perbuatan

Julaibib tidak tampan juga tidak kaya. Ia Bukan Leonardi Di Caprio di zamannya. Atau Rano Karno di Zamannya. Ia bahkan jauh dibawah kelas itu.

Ia bukan anak dari Owner Ciputra Grup, ataupun anak dari Taipan Indonesia, bahkan jauh dari itu.

Namun, ia mulia dalam penilaian Allah dan RasulNya. Karena amal dan hatinya. Ia sahabat yang ingin berbakti kepad Islam dan selalu ingin mengawal perjuangan Rasulullah.

Seketika seruan berjihad datang, ia segera bergegas dan tidak berpikir panjang untuk menyambutnya. Tanpa menunda, tanpa argumentasi.

Ia belakangi kesenangan duniawi menuju perintah Allah yang hakikatnya adalah jalan menuju kebahagiaan sejati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian, namun Allah memandang hati dan amal-amal kalian” (HR. Muslim).

Julaibib Atas Restu Istri

Istri Julaibib mencontohkan itu. Meskipun calon suaminya tidak tampan dan tidak kaya. Dengan orangtuanya yang ragu kepada anaknya apakah ia akan bahagia hidup bersama suaminya tersebut.

Ia tidak memiliki pikrian lain, tidak menganalisan. Langsung menerima lamaran tersebut karena yang melamarkannya adalah Rasulullah SAW. Yang ia yakini bahwa Rasulullah memberikan yang terbaik.

Ia merefleksikan dan mengamalkan firman Allah SWT, terdapat dalam Surat Al Ahzab ayat 36 yang menyebutkan tentang karakter orang beriman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Tidak (tidaklah) patuh bagi laki-laki yang mukmin. Dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)

Demikian pula Julaibib, begitu ada seruan jihad, ia langsung berangkat. Tidak ada pilihan lain baginya.

Lebih Baik Langit Daripada Bumi

Julaibib bukanlah sahabat ternama. Namanya tidak begitu populer bagi kita.

Terdapat banyak sahabat yang tidak kita kenal karena data tulisan sejarah yang kurang, namun mereka terkenal di mata Allah SWT, mereka istimewa.

Saat Rasulullah wafat, ada sekitar 110.000 sahabat. Berapa di antara mereka yang kita kenal namanya?

Nama Julaibib tidak begitu populer. Dalam sejumlah kitab sejarah dari para sahabat, biografinya tidak dibahas.

Misalnya terdapat dalam Rijal Haula Rasulullah karya Syaikh Khalid Muhammad Khalid.

Julaibib Tidak termasuk antara 60 sahabat yang ditulisnya. Termasuk juga dalam buku Shuwar Min Hayati Shahabat. Oleh Syaikh Abdurrahman Raf’at Al Basya yang memuat 60 sirah shahabat. Tidak ada dan tidak ditemukan nama Julaibib didalamnya.

Julaibib akan terbaca namanya dalam sejarah shahabat yang ditulis oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri dengan judul Ashabur Rasul.

Nama Julaibib terdapat dalam daftar 104 nama sahabat Rasulullah, ada kisah Julaibib.

Para sahabat yang tidak merasa kehilangan Julaibib. Usai perang menunjukkan bahwa ia tidak terlalu dikenal di kalangan mereka.

Namun, ia sangat terkenal di langit, populer dan Istimewa di hadapan Allah SWT hingga Rasulullah mempersaksikan,

“Julaibib adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian dari Julaibib.”

Habib Salim Segaf Al Jufri mengingatkan kita semua, lebih baik tidak terkenal di bumi ini namun istimewa dan terkenal di langit (di hadapan Allah SWT).

Daripada terkenal di bumi namun hina di langit.

Namun yang ideal adalah populer di bumi dan populer di langit. Dikenal oleh banyak orang dan terkenal di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber lain, Klik.

Tinggalkan Balasan