Marketing Communication
Konsep Marketing Communication

Marketing Communication: Pengertian, Fokus Dan Tujuan

Diposting pada Anda Pembaca Ke 112 Hari Ini

Siapapun yang memiliki produk maupun jasa, harus memiliki Marketing Communication Strategic untuk bisa menjual dan lakunya produk dan jasa tersebut. Ini teori menurut Kotler dan Keller (2012)

Beritaku.id, Organisasi Dan Komunikasi – Setiap pemilik bisnis ingin produknya diketahui oleh banyak orang. Agar supaya menarik pelanggan pelanggan baru.

Namun Bagaimana cara yang tepat untuk melakukan hal tersebut? Maka jawabannya adalah dengan menggunakan strategi marketing communication (komunikasi penjualan).

Pada posisi ini perusahaan berusaha dengan berbagai macam trik mereka. Sebab produksi tanpa pemasaran, maka resikonya adalah merugi akibat produk dan jasa tidak laku.

Mencoba menyelami konsumen dan menginformasikan dengan tujuan membujuk dan mengingatkan. Konsumen secara langsung maupun tidak dengan cara langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.

Definisi Marketing Communication

Pembahasan kata komunikasi yang terbagi dalam komunikasi regulatif, komunikasi organisasi maupun komunikasi daring kita bisa menemukannya pada link lain.

Untuk bahasan, tentu kita akan fokus dengan mengetahui apa pengertian dari komunikasi pemasaran, berikut beberapa pengertian dari pendapat pakar.

  1. Menurut Kotler dan Keller komunikasi Pemasaran adalah merupakan sarana oleh sebuah perusahaan. Dalam upaya untuk menginformasikan membujuk, mengingatkan setiap konsumen baik langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.
  2. Shimp, memberikan batasan bahwa komunikasi pemasaran memiliki dua unsur pokok penting yakni komunikasi dan pemasaran sebagaimana pengertian komunikasi adalah batasannya pemikiran pemahaman disampaikan antar individu sedangkan Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi mentransformasi serta mentransfer nilai-nilai bersirkulasi antara mereka dengan pelanggan
  3. Marrison memberikan Penjelasan bahwa komunikasi pemasaran secara terpadu merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan ataupun promosi perusahaan yang menghasilkan Citra dan image yang bersifat satu secara konsisten bagi konsumen. (Sumber: Unisba.ac.id, Abdallah)
Metode Penjualan Dengan Menggunakan SPG
Konsep Penjualan Dengan Memanfaatkan jasa SPG (Foto: Autonesian.com)

Fokus Perhatian Dalam Komunikasi Pemasaran

Apa Saja yang menjadi fokus dalam Komunikasi Pemasaran?

Maka untuk menjawab tentang apa saja yang menjadi inti atau titik fokok dalam marketing communication, maka ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan saat melakukannya, yakni:

Design of Communication

Untuk hal pertama dalam menjawab apasaja fokus utama dalam stratagy komunikasi ini adalah harus melakukan focussing pada orientasi akhir (tujuan).

Di mana kita perlu menentukan tujuan yang ingin kita capai. Untuk menginformasikan dan menciptakan kesadaran Konsumen akan merek produk dan layanan yang kita tawarkan.
Harus mampu meyakinkan pelanggan bahwa produk atau layanan kita adalah yang terbaik.

Tujuannya agar dapat mempengaruhi konsumen.

Untuk membeli produk yang kita tawarkan dan mengingatkan pelanggan. Tentang manfaat dari produk yang kita tawarkan agar pelanggan tetap setia (loyal) dan selalu membeli produk kita.

Budget of Communication

Setelah mengetahui desain dalam melakukan komunikasi. Maka selanjutnya kita melangkah pada fokus yang tidak kalah menariknya. Yakni Budget.

Budget adalah seberapa besar biaya yang kita butuhkan untuk mencover penyampaian pesan kepada konsumen.

Kita perlu menentukan budget untuk membuat iklan. Tentu ini hal awal.
Yang kita perlukan tergantung dengan seberapa dikenalnya produk atau merek kita. Ini akan menggunakan biaya yang ringan, dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Teori hampir mirip dengan pemilihan dalam masa pilkada, bahwa mereka tidak akan memilih kandidat yang tidak mereka suka. Tidak ada pilihan terpaksa.

Semua tegas bahwa harus mengenal, menyukai lalu memilih. Sehingga bugdet promosi adalah memperkenalkan. Selanjutnya akan kita giring untuk definitif menyukai produk tersebut. Lalu memilihnya.

Message of Communication

Fokus substansial yang berikutnya adalah massage of communication.

Yang ketiga adalah message of communication atau pesan apa yang ingin kita sampaikan. Kemudian hal ini terbagi menjadi 2 :

  1. Positif premi diimana hal ini lebih memfokuskan kepada Manfaat apa saja yang konsumen bisa dapatkan.
  2. Negatif premi, yakni di mana lebih memfokuskan kepada risiko apa saja yang menjadi konsekuensi jika tidak membeli produk tersebut.

Pesan atau massage sangat penting menjadi perhatian dalam strategi ini. Singkat padat dan jelas.

Media of Communication

Apa fokus lain yang penting dalam pemasaran?

Maka jawabannya adalah media.

Media telah melakukan migrasi besar. Tahun 90an, yang anyar dan menduduki peringkat teratas adalah koran, radio, majalah, televisi.

Kini media cetak dan elektronik tersebut telah tergeser oleh media sosial.

Ini realitas dan mempengaruhi metode pemasaran. Sehingga penting untuk mengetahui dan mengkaji sisi ini.

Media akan mencerminkan produk maka pemilihan media harus sesuai dengan reputasi perusahaan. Adapun bentuk media berupa: audio seperti radio, visual seperti poster dan Billboard.

Sementara audiovisual seperti iklan di televisi atau layar bioskop dan online seperti iklan melalui Facebook, Instagram atau media sosial lainnya.

Tujuan Komunikasi Pemasaran

Menjaga reputasi, membuat orang percaya dan orang tertarik untuk membeli. Ending sebuah pemasaran adalah barang menjadi laku terjual.

Dalam hal penyampaian pesan dari sebuah pemasaran terdapat beberapa tujuan.

Menurut Ryeke Dan Mardiyah Dalam Strategi komunikasi pemasaran era digital memerlukan 4 hal, yakni:

Marketing Awal Adalah Memperkenalkan

Sebenarnya cara ini, sudah beberapa kali kita lewati. Ingat ketika bertemu dengan seseorang yang anda suka. Dan dia menjadi target anda?

Mencoba untuk mengetahui kebiasaannya, maupun lokasi mana ia biasa duduk santai. Makanan apa yang menjadi pilihannya.

Itu menjadi cara untuk mendekati, demi tujuan “memperkenalkan diri”.

Hay, kenalkan nama saya “Bravo”, “saya berasal dari Malang Jawa Timur”. Dan seterusnya.

Sama dari “website yang memiliki penulis murni tanpa plagiat, yakni Beritaku.id” dan seterusnya. Intinya orang lain mengetahui apa produk yang kita miliki.

Jangan terlalu cepat terbaca apa motif anda dengan produk yang anda miliki, biarkan mereka mengenal. Dan sebaiknya sisipkan rasa penasaran.

Sebab setelah memperkenalkan maka kita akan memasuki step kedua dengan percaya diri.

Misalnya, “saya sebenarnya segan untuk mengulurkan tangan kepadamu”. Diam sejenak. “Dari kemarin-kemarin saya memperhatikanmu”. Pasti sang wanita akan merasa “superior, tersanjung” mungkin lengkap dengan pipinya memerah. ciee ciee.

Setelah diam. Lanjutkan. Kemarin kamu memakai baju warna ungu kan?

Metode mengenal dia dengan gaya ini sebenarnya, adalah gaya refleksi. Agar dia mencoba untuk mengenal balik anda. Kira-kira wanita ini akan bertanya dalam hati, “Siapa lelaki ini yang mengenalku, termasuk makanan kesukaanku”.

Membangkitkan

Dengan mengenal pakaian dan makanannya, maka itu sama dengan mengetahui apa kebutuhannya. Penjualan produk memiliki strategi demikian.

Calon pelanggan harus bergerak, untuk mengetahui siapa anda. Begitulah proses untuk membangkitkan mereka. Ciptakan rasa penasaran.

Lebih baik lagi ketika mereka akan bertanya begini.

“Kamu duduk dimana kemarin waktu saya memakai baju ungu tersebut?”. Nah mulai kan, ini menunjukkan bahwa ia mulai tertarik dengan profil kamu.

Pada sisi ini, maka menjadi momen yang tepat untuk menuntaskan perkenalan produk. Dan ciptakan (sinergikan) dengan kebutuhannya.

Harus masuk pada celah, apa kebutuhannya dan pemenuhannya adalah dari produk yang kita miliki.

Marketing Membangun Keyakinan

Merasa bahwa dia memiliki ketertarikan dengan anda. Sebab mulai mengenal anda, maka belum tentu ia memilihmu. Belum tentu ia menerima jika kamu menembaknya. Kira-kira begitu.

Maka harus menanamkan keyakinan. Kenapa ia butuh dengan produk yang kamu miliki.

Secara absolut, ia memiliki kebutuhan dan sangat percaya (kredibel dimatanya) dengan produkmu.

Ia kesepian dan duduk sendiri, dan hadirmu adalah membelah kesepian hingga kesepiannya tak berbentuk lagi.

Buat ia yakin kenapa harus tetap duduk disana berlama lama dengan kamu.

Menjadikan Produk Prioritas

Jika telah sampai pada tahap keyakinan maka, buatlah anda (produk) menjadi prioritas.

Kenyataannya, banyak yang berhasil meyakinkan. Namun tidak mampu menempatkan diri menjadi yang prioritas.

Beberapa orang yang bergelut dalam dunia Multi level marketing misalnya. Tidak mampu membawa calon anggota ke titik memilih secara prioritas.

Rumusnya, jika pelanggan tidak memperirotaskanmu.

Maka kembali melakukan koreksi pada “membangun keyakinan” atau bahkan lebih rendah lagi, yakni “Membangkitkan rasa penasaran”. Sebagaimana urutan kedua pada tujuan penjualan.

Strategi Komunikasi Pemasaran. Bisa jadi strategi yang perlu untuk kita koreksi secara awal. Jika ternyata penjualan selalu gagal. Selalu mengalami penolakan.

Kami akan menyajikan untuk beberapa pengetahuan mengenai model dan bentuk dari sebuah strategi penjualan. Berdasarkan kajian dari beberapa pakar yang memiliki pendalaman keahlian.

Model Strategi pemasaran

Terdapat model komunikasi dalam hal strategi pemasaran. Dan model komunikasi tersebut akan sangat berperan. Tentang bagaimana ketersampaian informasi mengenai produk yang kita miliki.

Penjualan Komunikasi Langsung Atau Tradisional
Strategi Penjualan Dengan Komunikasi Langsung

Dengan gaya Marketing Communication yang akurat, kepada calon pelanggan yang nantinya akan memilih dari pada produk yang kita miliki tersebut.

Cara bekerja sebuah Komunikasi dalam pemasaran, menganut beberapa metode dan gaya yang menjadi strategi merek.

Berikut kami menulisnya secara lengkap, yakni:

Komunikasi Makro, Strategi Umum

Maka yang pertama adalah strategi pemasaran adalah model komunikasi makro.

Untuk proses aplikasi dari pada komunikasi makro ini maka kita akan melihat bagaimana manajemen Philip Kotler dan Kevin Lane Keller secara lugas memberikan pembahasan mengenai metode komunikasi secara makro atau secara luas secara umum.

Ada 9 yang ditawarkan oleh Philip kotler dan Kevin Lane Keller yaitu:

  1. Pengirim pesan,
  2. Encoding,
  3. Pesan,
  4. Media,
  5. Decoding,
  6. Penerima pesan,
  7. Tanggapan,
  8. Umpan balik, serta
  9. Gangguan.

Secara umum model dan bentuk strategi komunikasi pemasaran secara makro ini adalah ada tiga unsur penting yakni pengirim pesan, pesan, dan penerima pesan.

Komunikasi Mikro, Detail Pemasaran

Model proses mikro dalam penjualan skala mikro sebenarnya merupakan bagian dari skala makro.
Artinya objek penelitiannya tidak hanya sekedar untuk melihat tentang bagaimana pesan dan bagaimana penerima pesan.
Melainkan dia sudah masuk Pada tahapan bagaimana na-eun daripada aspek behavioral atau aspek perilaku secara humanistik maupun secara sosial kepada penerima pesan.

Dengan tidak melupakan unsur pengetahuan ketertarikan dan perilaku yang biasa kita kenal dengan kognitif afektif dan perilaku.

Karena dia penyebutannya adalah komunikasi mikro, maka perhatiannya juga pada hal-hal kecil yang simpel yang kompleks. Ketika misalnya komunikasi makro Dia berbicara tentang bagaimana Secara umum tentang sebuah Proses penyampaian pesan kepada dalam mikro dia akan memperhatikan hal-hal.

Untuk bisa membedakan komunikasi makro dan mikro maka kita bisa melihat seperti ini. Jika skala makro komunikasinya adalah Bagaimana proses untuk menyampaikan menjual baju atau kemeja.

Maka komunikasi mikro itu adalah memperhatikan bagaimana tahu tentang benang yang ada di antara kancing baju yang dipasang.
Seperti itulah kira-kira proses untuk menarasikan tentang bagaimana lingkup komunikasi mikro sendiri.

Marketing Communication Traditional

Dengan penyebutan kata tradisional berarti metode atau model komunikasi ini adalah metode yang selama ini berjalan. Dan menjadi sebuah tradisi pemasaran. Dengan ciri khas secara linear. Menggunakan media cetak.

Atau bahkan ketika kita mencoba untuk mengasumsikan. Bahwa metode komunikasi tradisional adalah upaya untuk melakukan penjualan.

Dengan orang-orang yang memiliki hubungan dekat atau akrab dengan orang yang ada ada di sekitar kita.
Proses pemasaran ini dia lebih cenderung perorangan. Yang bernnama metode penjualan secara langsung.

Banyak yang melakukan upaya penjualan pemasaran secara tradisional dengan memanfaatkan media sosial.

Contohnya, proses menjual pakaian secara live di Facebook. Sebenarnya itu kelihatan memanfaatkan teknologi masa kini. Tetapi metode penjualannya adalah metode secara langsung dan itu adalah tradisional. Apa bedanya ketika kita memasuki sebuah pasar tradisional dan para penjual mencoba untuk menawarkan kepada kita tentang produk yang mereka miliki.

Komunikasi Pemasaran Era Digital

Model komunikasi pemasaran era milenial.

Kita berada pada masa dengan pemasaran terbuka secara digital. Tiada daya untuk membuat batas lagi antara negara. Kini negara hanya sebatas teritorial. Namun koneksi komunikasi terbuka secara “vulgar”.

Dan semua pemasaran telah mengalihkan pandangan secara konsep holakrasi maupun sosiakrasi. Maka dari hal ini kita kenal dengan pengembangan konsep penjualan dengan istilah SEO.

Dalam pemasarannya, bukan murni orang lulusan ekonomi sebagai marketer, tapi kepada mereka para konsultan SEO tersebut. Yang ahli memainkan sebuah narasi dengan resonansi dan efek penjualan yang kita sebut Master SEO, Silahkan klik untuk mengetahui Siapa saja Master SEO terbaik se Indonesia?

Dengan konsep struktur sejajar (datar) Flatarchy, elemen pemasaran telah mengalami metamorfosis untuk adaptasi dengan kemajuan.

Demikian artikel tentang komunikasi penjualan, semoga memberikan manfaat.