Akar mangrobe
Salah Satu Keindahan Mangrove (Foto: Hewanpedia)

Akar Hutan Mangrove: Pengertian, Bentuk, Tipe Dan Jenis

Diposting pada

Akar hutan Mangrove memiliki struktur yang khas, sebagai penunjang tumbuhnya pohon Mangrove. Lalu bagaimanakah bentuk, tipe dan jenis akar Mangrove?

Beritaku.id, Lestari- Pohon Mangrove terhampar memukau, nampak hijau terasa damai. Menjulang akar bak jarum di baju, ternyata kiranya sang akar hutan Mangrove.

Oleh: Sri Damara (Penulis Lestari)

Pengertian Hutan Mangrove

Sumber by Tunas Hijau.id

Mangrove adalah tumbuhan yang hidup di jangkauan daerah pasang surut air laut.

Hutan Mangrove adalah kelompok tumbuhan yang hidup di garis pantai tropis hingga subtropis.

Reaksi tanah anaerob pada tanah ini merupakan hal yang istimewa pada pinggir pantai. Sebagai area antara air laut dan air pegunungan.

Akar hutan Mangrove dapat bertahan di beberapa jenis air, seperti air laut dan air payau.

Mangrove memiliki struktur akar yang beragam jenisnya dan menjadikan pembeda antara Mangrove satu dengan yang lainnya.

Jenis akar Mangrove merupakan adaptasi terhadap habitatnya yang berupa substrat lumpur dan juga kondisi lingkungan yang selalu tergenang air (reaksi anaerob).

Akar tumbuhan ini membentuk akar-akar khusus agar bisa tumbuh kuat dan dapat membantu memperoleh oksigen.

Struktur akar Mangrove menjadi penentu dan pembeda jenis tanaman ini.

Dalam menentukan jenis Mangrove, kita harus mengetahuinya dari bagian bentuk akar, bunga, daun, pohon dan juga ciri-ciri morfologi yang lainnya.

Baca juga beritaku: Kenali Hutan Indonesia: Nama, 5 Jenis, Ciri Dan Pohon

Tipe dan Bentuk Akar Hutan Mangrove

Struktur akar Mangrove memiliki struktur yang khas dan dikenal dengan akar udara (Aerial Roots).

Lalu, apa itu akar udara? Akar udara merupakan akar yang secara langsung terkena udara.

Jangka waktunya Juga beragam, mulai dari beberapa jam dalam 1 hari dan bahkan ada juga yang terkena sepanjang hari.

Baca juga beritaku: Optimalisasi Pemanfaatan Pulau Kecil Di Batas Teritorial RI

Ini merupakan salah satu hal terpenting untuk membedakan jenis mangrove.

Struktur dari akar hutan Mangrove terbagi menjadi 7 tipe dan bentuk, diantaranya yaitu:

Akar Napas (Akar Pasak)

Akan napas, sumber by Tunas hijau.id

Akar ini dengan nama Pneumatophores, yaitu berupa akar yang muncul dan keluar dari tanah ke atas permukaan seperti pasak.

Akar hutan Mangrove ini bentuknya seperti kerucut dengan bagian atasnya runcing dan menonjol ke arah horizontal.

Banir sebenarnya tidak termasuk dalam jenis akar udara, namun seringkali ditemukan bersamaan dengan akar udara lainnya.

Dan merupakan salah satu karakteristik yang penting untuk jenis-jenis mangrove.

Beberapa jenis dari mangrove dapat memiliki berbagai macam bentuk berupa akar udara yang terbentuk secara bersamaan.

Jenis ini terdapat pada tumbuhan Avicennia alba, Sonneratia alba dan Xylocarpus moluccensis.

Akar Lutut (Knee Roots)

Akar Lutut, sumber by Tunas Hijau.id

Merupakan modifikasi dari akar kabel yang melengkung ke atas permukaan dan membentuk seperti lutut yang sedang di tekuk.

Tanaman Mangrove yang memiliki jenis akar ini adalah Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parfivlor dan Bruguiera cylindrica.

Akar Tunjang (Stilt Roots)

Akar Tunjang, sumber by Tunas Hijau.id

Jenis akar ini merupakan akar yang tumbuh di atas permukaan, sehingga mendorong batangnya ke atas permukaan tanah.

Pohon Mangrove yang memiliki akar ini terlihat seperti menggantung ke atas karena dorongan akar yang menjulang ke permukaan tanah.

Jenis tanaman Mangrove yang memiliki akar ini adalah Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata.

Akar Papan (Plank Roots)

Akar Papan, sumber by Tunas Hijau.id

Bentuknya hampir mirip dengan akar tunjang, namun akar berbentuk lebar menjadi lempeng, mirip dengan struktur silet.

Akar hutan Mangrove jenis ini tumbuh secara horizontal, membentuk layaknya pita di permukaan tanah, bergelombang dan meliuk ke samping.

Karena bentuknya yang meliuk, sehingga nampak seperti ular. Tanaman Mangrove yang mempunyai akar jenis ini adalah Xylocarpus granatum.

Akar Gantung (Aerial Roots)

Akar Gantung, sumber by Tunas Hijau.id

Merupakan jenis akar napas yang tidak memiliki cabang seperti akar lainnya.

Bagian akarnya muncul dari batang dan cabang di bagian bawah dan tidak menyentuh permukaan tanah (menggantung).

Tanaman Mangrove yang memiliki akar hutan Mangrove ini adalah Avicennia, Rhizophora, dan Acanthus.

Akar Banir (Buttress)

Akar Banir, sumber by Tunas Hijau.id

Struktur akar ini menyerupai papan, memanjang secara memutar dari bagian pangkal batang.

Tanaman yang memiliki akar hutan Mangrove jenis banir adalah Ceriops decandra, Heritiera littoralis dan Bruguiera gymnorrhiza.

Tanpa Akar Udara

Tanpa Akar Udara, sumber by Tunas Hijau.id

Bentuk akat ini sama seperti akar biasa yang lazim dijumpai pada tanaman lain dan tidak berbentuk layaknya akar udara.

Contoh tanaman Mangrove yang mempunyai akar ini adalah Lumnitzera racemosa, Aegiceras corniculatum, dan Xylocarpus rumphii.

Jenis Pohon Hutan Mangrove

Hutan Mangrove atau hutan bakau merupakan hutan yang beragam jenis pohon yang tumbuh di dalamnya.

Mungkin sekilas tampak sama, tetapi dibalik itu semua terdapat beberapa jenis tertentu yang dimiliki hutan Mangrove.

Beberapa jenis pohon yang ada di hutan Mangrove akan kita jelaskan di sini.

1. Sonneratiaceae (Perepat atau Gogem)

Pohon yang termasuk ke dalam jenis Sonneratiaceae adalah Apel Mangrove atau nama lainnya Sonneratia.

Preparet (Foto: Ciri-ciri Pohon)

Pohon ini dapat hidup di area yang terendam udara 10 sampai dengan 19 kali saja dalam sebulan.

Bahkan sering dijumpai akar-akar tanaman yang mencuat ke atas (keluar ke permukaan) ketika habitatnya tidak terendam udara.

2. Rhizophoraceae

Jenis ini banyak kita jumpai di hutan Mangrove khususnya di wilayah Indonesia, dan biasa kita sebut dengan hutan bakau.

Tanaman Jenis Rhizophoraceae

Tumbuhan ini dapat dijumpai di pesisir pantai. Pohon ini terdiri dari beberapa keluarga (family), beberapa diantaranya adalah:

  1. Tangere/Mangrove Kuning (Ceriops)
  2. Bakau/Bakau Panggung (Rhizhophorz)
  3. Tancang/Jeruk Mangrove (Bruguiera)

3. Famili Meliaceae (Tanaman Nyirih)

Tanaman Famili Meliaceae (Tanaman Nyirih) adalah jenis Mangrove dan terbagi menjadi 2, yaitu jenis Hibiscus spp serta Xylocarpus.

Sementara itu Xylocarpus berasal dari Keluarga Nypa spp dan dapat di jumpai di berbagai daerah yang masih mendapatkan pengaruh pasang surut air laut.

Sementara jenis Hibiscus spp adalah jenis yang sering di jumpai di area yang terendam air secara musiman.

Zonasi Hutan Mangrove

Ekosistem hutan Mangrove tersusun atas zonasi vegetasi dari pantai menuju ke daratan.

Pola tersebut berkaitan erat dengan kondisi ekologi yang berhubungan langsung dengan kemampuan hidup tumbuhan penyusunnya.

Karakteristik hutan Mangrove bervariasi di tiap lokasi yang berbeda, dan dapat terjadi tumpang tindih antar zona.

Terjadi suatu pengurangan zona yang diakibatkan oleh kondisi yang tidak normal pada faktor penunjang pertumbuhan.

Biasanya lebar zona hutan Mangrove jarang sekali melebihi 4 Km, kecuali di beberapa daerah di sekitar muara dan teluk dangkal yang tertutup.

Lebar hutan Mangrove pada kawasan ini bisa mencapai panjang hingga 18 Km, seperti contohnya di sungai Sembilang, Provinsi Sumatra Selatan.

Ada pula hutan Mangrove dengan lebarnya lebih dari 30 Km, yaitu di daerah teluk Bintuni, Irian Jaya.

Di sungai-sungai besar, hutan Mangrove bisa terbentuk hingga 240 Km ke hulu, seperti yang ada di sungai Kapuas, Kalimantan Barat.

Mangrove tumbuh dengan baik di tanah lumpur, terutama tanah dengan endapan lumpur yang terakumulasi.

Baca juga beritaku: Kembangkan Kawasan Wisata Mangrove, Iqbal Suhaeb Upayakan Bantuan CSR

Mengenai hubungannya dengan zonasi, hutan Mangrove terbagi menjadi 4 zona, yaitu:

Mangrove Terbuka

Yaitu kawasan hutan Mangrove yang langsung berhadapan dengan laut. Sonneratia alba mendominasi tanah yang berpasir dan agak keras.

Sedangkan Rhizophora mucronata dan Avicenia marina mendominasi tanah yang berlumpur. Vegetasi hutan Mangrove di tanah berlumpur ini adalah Avicenia alba.

Mangrove tengah

Merupakan kawasan hutan Mangrove yang berada di belakang hutan Mangrove yang terbuka dan terhindar dari gelombang.

Rhizophora mendominasi tempat-tempat berlumpur dengan bagian terendam saat pasang air laut.

Di bagian dalam zona ini terdapat populasi dari jenis Bruguiera, yang bisa berkembang dengan baik dalam salinitas yang kurang dari 25 o/oo.

Jenis pohon lainnya yang sering dijumpai di zona ini yaitu Xylocarpus granatum dan Excoecaria agallocha.

Mangrove payau

Zona ini terdapat di bagian tepi sepanjang sungai yang berair payau atau hampir tawar.

Adapun Jenis tumbuhan yang lebih dominan pada daerah ini berupa jenis pohon nipah (Nypa fruticans) dan jenis-jenis dari Sonneratia.

Jenis-jenis pohon yang lainnya adalah Gluta velutina, Cerbera manghas, dan juga Xylocarpus granatum.

Mangrove daratan

Zona ini terletak di perairan payau yang berada di belakang jalur hijau hutan Mangrove.

Keanekaragaman yang dimiliki oleh zona ini lebih tinggi dari zona lainnya.

Ini disebabkan karena berbatasan langsung dengan ekosistem di darat.

Jenis pohon hidup di di zona ini antara lain Nypa fruticans, Lumnitzera racemosa, Ficus microcarpus, Pandanus spp, Intsia bijuga, dan Heritiera littoralis.

Kegunaan Akar Mangrove dari Berbagai Sektor

Kegunaan atau manfaat hutan Mangrove sangat berpengaruh bagi kehidupan ekonomi, lingkungan, pariwisata dan kelautan masyarakat pesisir pantai.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa hutan Mangrove memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat pesisir.

Lalu, apa saja kegunaan dari hutan Mangrove tersebut? Berikut ini ulasannya:

1. Habitat Bagi Satwa Langka

Hutan Mangrove menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar. Lebih dari 100 species burung hidup di hutan Mangrove ini.

Ribuan burung pantai mendarat di daratan berlumpur yang berbatasan langsung dengan hutan Mangrove, salah satunya adalah burung langka yang bernama Blekok Asia (Limnodrumus semupalmatus).

Banyak satwa lainnya yang hidup dan mendiami hutan ini, seperti kera ekor panjang, dan kera muka putih.

Hutan ini juga dihuni oleh sekumpulan h laut, seperti kepiting, udang, moluska dan jenis reptil seperti buaya Caiman crocodilus (Largarto cuajipal).

Hewan lainnya yang mendiami wilayah ini seperti macan tutul (Panthera pardus), Royal Bengal (Panthera tigris), dan kijing bintik (Axis axis).

Satwa yang lain seperti babi liar (Sus scrofa), berang-berang (Aonyx cinera dan Lutra sp), dan Kancil (Tragulus sp) juga mendiami hutan ini.

Jenis lumba-lumba biasa (Delphinus delphis) dan lumba-lumba Gangetic (Platanista gangetica) juga sering ditemukan di sungai-sungai hutan mangrove.

Lumba-lumba yang sering ditemukan yaitu Manatees (Trichechus manatus latirostris, dan Trichechus senegalensis) dan jenis Dugong (Dugong dugon).

2. Perlindungan dari Bencana Alam

Hutan Mangrove bisa mencegah terjadinya bencana alam, karena hutan Mangrove berfungsi untuk melindungi garis pantai dari abrasi dan juga bisa meredam gelombang besar seperti tsunami.

Vegetasi di hutan Mangrove dapat melindungi tanaman pertanian pada lahan basah dan juga lahan kering.

Melindungi vegetasi alami dari kerusakan yang disebabkan oleh badai ataupun angin yang berisi garam melalui proses filtrasi.

3. Akar Hutan Mangrove Membantu Pengendapan Lumpur

Sifat fisik tumbuhan yang ada pada hutan Mangrove dapat membantu proses pengendapan lumpur.

Pengendapan lumpur erat kaitannya dengan penghilang racun dan juga unsur hara pada air.

Kualitas air laut akan terjaga dari endapan lumpur yang diakibatkan oleh erosi dan juga abrasi pantai.

4. Menambah Unsur Hara

Salah satu sifat fisik hutan Mangrove adalah dapat memperlambat aliran air.

Adanya kerapatan di setiap pohon dan bagian akarnya, sehingga membuat banyak lumpur yang mengendap.

Pengendapan dari lumpur ini sangat bermanfaat bagi hutan Mangrove karena lumpur dari persawahan yang mengandung unsur hara dapat dimanfaatkan oleh semua spesies tanaman yang ada di hutan Mangrove.

5. Akar Hutan Mengrove Membantu Penambatan Racun

Menghambat racun-racun, yakni yang hendak masuk ke ekosistem perairan sehingga terikat pada permukaan lumpur atau ada di antara kisi-kisi pada molekul-molekul dari partikel air.

Racun-racun ini mungkin saja dari daratan melalui perairan, seperti limbah dan sampah yang akan berakhir di lautan.

Tanaman yang ada di hutan Mangrove bisa membantu penambatan racun dari daratan.

6. Sumber dari Plasma Nutfah

Plasma nutfah adalah kekayaan alam nusantara yang berharga dari unsur kehidupan dan memiliki manfaat yang besar bagi perbaikan satwa komersial. Sebab plasma nutfah tersebut sebagai pembawa sifat keturunan.

7. Rekreasi dan juga Pariwisata

Hutan Mangrove mempunyai nilai estetika yang tinggi, baik dari segi faktor alam maupun kehidupan di dalamnya.

Kegiatan pariwisata yang ada di hutan ini membuat perekonomian pada masyarakat sekitarnya menggeliat, yaitu dengan menyediakan lapangan kerja dan berbagai peluang usaha di sekitar ekosistem hutan dan pantai.

Kios dan makanan ringan.

Selain itu juga bisa menjaga keseimbangan lingkungan sekitar serta ekosistem hutan.

8. Sarana Pendidikan dan juga Penelitian

Hutan Mangrove dapat dimanfaatkan untuk sarana ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indonesia merupakan negara dengan luas hutan Mangrove yang terbesar di dunia Tentu saja membutuhkan laboratorium lapang yang bagus untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

Hutan Mangrove menjadi salah satu sarana untuk menunjang kegiatan pendidikan tersebut.

9. Akar Hutan Mangrove Membantu Menyerap Karbon

Beradasarkan pada penelitian, 1 hektar hutan Mangrove dapat menyerap 110 Kg karbon.

Sedangkan sepertiganya lagi yang berupa endapan organik di lumpur.

Proses fotosintesis mengubah karbon anorganik berbentuk dioksida menjadi karbon organik menjadi bentuk bahan vegetasi.

Bahan ini akan membusuk dan melepaskan karbon ke atmosfer sebagai karbon dioksida (CO2).

Namun sebagian besar bahan organik yang tidak membusuk terkandung di hutan Mangrove.

Hutan ini lebih banyak menyerap karbon dari pada melepas karbon.

Hal ini karena tumbuhan yang hidup di sini mempunyai banyak daun, sehingga berpotensi menyerap karbon lebih banyak.

10. Akar Hutan Mangrove Menjaga Iklim Mikro E

Vapotranspirasi dari hutan Mangrove dapat menjaga kelembaban dan curah hujan di kawasan tersebut. Sehingga iklim mikro di sekitar hutan Mangrove akan terjaga, yang bergantung pada suhu, angin, kelembaban, dan juga cahaya matahari.

Iklim mikro merupakan kondisi fisik iklim yang sedikit mempengaruhi suatu daerah, yang hanya berjarak beberapa puluh meter ataupun hanya beberapa meter saja.

11. Menumbuhkan Pulau dan juga Menstabilkan Pantai

Manfaat dan juga peran ekosistem hutan Mangrove lainnya yaitu sistem perakaran pada Mangrove yang kompleks dan rapat.

Akar tumbuhan yang lebat di hutan Mangrove bisa memerangkap sisa bahan organik dan endapan yang terbawa oleh air laut dari daratan.

Proses ini membuat air laut terjaga kebersihannya, sehingga dapat menjaga kehidupan rumput laut dan terumbu karang.

Karena adanya proses inilah yang menumbuhkan perkembangan pada garis pantai dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan pohon dari dari hutan ini membuka jarakn dan memperluas batas pantai sehingga memberikan kesempatan pada berbagai pohon untuk hidup dan berkembang pada daratan.

Akar pepohonannya menjaga pinggiran pantai dari erosi tanah dan juga abrasi pantai.

Buah vivipar yang ada di sini terbawa arus pantai dan menyebar, sehingga menjadi hutan Mangrove di habitat baru.

Di dalam kurun waktu yang panjang pertumbuhan dari habitat yang baru ini akan meluas membentuk pulau sendiri.

12. Akar Hutan Mangrove Melindungi dan Memberi Nutrisi

Hutan Mangrove menghasilkan nutrisi yang bisa menyuburkan perairan laut, baik nutrisi organik maupun anorganik.

Produksi primer hutan yang tinggi dapat menjaga populasi kerang, ikan, dan hewan air payau yang lainnya.

Sebagai tempat perkembangbiakan beberapa jenis hewan air seperti udang, kepiting, dan juga ikan air payau.

Demikian kegunaan akar hutan Mangrove dari berbagai sektor, baik sari sektor ekonomi, lingkungan, wisata dan kelautan.

Sangat penting bagi kita menjaga kelestariannya, agar keseimbangan alam kita selalu terjaga.






Merupakan Penulis Tetap Berpengalaman Dalam Berbagai Kategori