Kisah dari perang tabuk
Kisah perang tabuk (Foto: dalamislam.com)

Perang Tabuk: Panglima, Jumlah Pasukan, Lokasi Kejadian Pada 630 M

Diposting pada

Perang tabuk merupakan perang kedua bersama Rasullullah Nabi Muhammad SAW dalam menyerang pemerintahan Byzantium – Romawi.

Beritaku.id, Kisah Rasul Dan Sahabat – Halo, assalamualaikum semua. Apa kabar hari ini?

Oleh: Ayu Bumiayu (Penulis Kisah Islami)

Semoga hari ini menjadi hari yang berkah untuk setiap perjuangan kita untuk meraih apa yang kita mau.

Kali ini seperti biasa, kita akan membahas lagi tentang satu hal, yakni Perang Tabuk: Panglima, jumlah pasukan, serta lokasi kejadian Perang Tabuk pada tahun 630 Masehi.

Pengertian Perang Tabuk

Perang tabuk merupakan perang kedua Rasullullah dalam menyerang pemerintahan Byzantium Romawi. Sebelum itu, Rasulullah telah melaksanakan berbagai perang, dan selalu memperjuangkan agama Allah. Mulai dari perjuangannya menyerukan agama Allah, lalu lambat laun banyak orang yang mulai percaya dan masuk Agama Islam.

Tidak hanya itu, kaum Quraisy yang terkenal dengan orang yang jahiliyah, selalu memperlakukan ummat muslim dengan seenaknya sendiri. Mereka dengan tanpa hati membunuh, serta menyiksa orang-orang yang masuk ke agama Islam.

Cacian dan makian terus menerus mereka lontarkan pada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut berlanjut saat Nabi mendapatkan mu’jizat dari Allah SWT, para kaum Quraisy juga mengolok-olok Nabi dan mencemooh atas semua kemampuan beliau.

Hal tersebut juga lebih buruk karena keadaan ekonomi kaum Muslim yang mengakibatkan perang ekonomi dengan kaum Quraisy. Kaum Quraisy mendeklarasikan sebuah perjanjian, bahwa mereka tidak mau berinteraksi dengan orang Muslim, tidak mau berkomunikasi dengan mereka, bahkan belas kasihan pun tidak.

Pasukan Berkuda
Pasukan Perang Berkuda dalam Sebuah Peperangan ( foto: Peci Hitam )

Kaum Quraisy akan membantu masalah perekonomian dan semua hak asasi dari orang-orang yang menganut agama Islam kembali dengan syarat harus menyerahkan Nabi Muhammad SAW untuk dipenggal kepalanya.

Sikap Tegas Rasulullah Kepada Kafir Quraisy

Tapi, hal tersebut tidak membuat Nabi Muhammad SAW gentar apalagi mundur untuk meluaskan agama Islam, dan menambahkan kaum ummat islam menjadi lebih banyak. Rasul tetap tabah, terus berikhtiar, dan berusaha. Setia ada perlawana, beliau lantas tidak langsung membalasnya.

Beliau selalu berdoa kepada Allah untuk membukakan pintu hidayah bagi orang-orang yang selalu mengusiknya, dan menghambat langkahnya dalam memperjuangkan agama Allah SWT.

Dari hal tersebut, menjadi langkah Rasulullah untuk terus mempersiapkan diri untuk menghadapi segala  macam perang yang ada. Begitu juga dengan perang Tabuk, yang merupakan perang terakhir Rasulullah.

Nama dari perang tabuk ini, di ambil dari lokasi perang yang berada di kota tabuk, yang terletak di barat laut kota Madinah, sekitar 683 kilometer dari kota tersebut.

Penyebab yang pertama dari perang ini terjadi, adalah raja Romawi yang ingin balas dendam kepada ummat muslim karena mereka kalah dari perang Mut’ah pada tahun 6 Hijriyah. Selain itu, Byzantium Romawi, semakin hari semakin mendominasi wilayah Jazirah Arab.

Hal tersebut berimbas pada sektor ekonomi ummat Muslim yang semakin hari semakin menurun, begitu juga dengan aktivitas dakwah yang mulai terganggu. Bidang politik juga mengalami gangguan pada wilayah Jazirah Arab bagian timur karena kekaisaran Byzantium Romawi yang ada di sana.

Dari hal tersebutlah, Rasullullah mulai meyakinkan diri untuk mulai berperang melawan Byzantium Romawi yang meresahkan ummatnya, dan membuat kesejahteraan ummat Muslim menjadi terganggu.

Baca juga beritaku: Perang Wadi Al Qura, Usamah Panglima Perang Terakhir Rasulullah

Panglima perang tabuk

Kisah perang Tabuk
kisah kejadian perang tabuk ( foto ; kisah para sahabat )

Pada saat itu perang tabuk sangat sengit. Rasulullah hanya mempunya panglima yang sangat sedikit jumlahnya ketimbang jumlah pasukan panglima perang dari Romawi.

Namun, hal tersebut tidak membuat para panglima gentar dan takut kepada pasukan Romawi yang di pimpin oleh Heraklius, yang merupakan seorang panglima perang Romawi Tangguh di masanya.

Dalam perang tersebut, ummat Muslim di pimpin panglimanya oleh Khalid bin Walid. Salah satu sahabat Rasulullah yang sangat handal dalam masalah perang, dan menaklukkan pasukan musuh.

Panglima Khalid bin Walid, yang merupakan panglima perang handal dan merupakan kebanggan Rasulullah dalam berbagai perang yang ada.

Nama asli dari Khalid bin Walid adalah Khalid ibn Al-Walid ibn al-Mughirah al-Makhzumi, atau nama lainnya adalah Sayf Allah al-Maslul.

Beliau termasuk salah satu sahabat Nabi yang sangat piawai ketika perang tiba. Beliau sangat cakap dengan berbagai hal mengenai taktik menaklukkan musuh di medan perang.

Hal ini terutama karena kepintaran beliau di bidang militer, sehingga Rasulullah mengangkat beliau menjadi panglima perang untuk membantu Rasulullah dalam mengatasi musuh di medan perang.

Pada saat itu, ada banyak sekali Ummat Muslim yang mulai berlomba menginfakkan harta benda mereka untuk membantu Rasulullah memerangi bangsa Romawi yang sudah membuat Ummat Muslim terganggu.

Banyak Ummat muslim yang menginfakkan hartanya dalam bentuk unta, makanan, uang, dan sebagainya sebagai persediaan, mengingat kala itu sedang musim panas di tanah Mekkah. Saat setelah sampai di perkemahan, para bangsa Romawi, terutama pemimpin pasukan perang, meragukan Ummat Muslim yang dapat bertahan di kondisi panas dan gersang.

Bahkan Heraklius sontak melontarkan kata-kata, ia yakin bahwa Umat Muslim yang ikut bertempur dengan Rasulullah, tidak akan bisa bertahan, bahkan sampai perang tersebut di mulai. Tapi, hal ini terpatahkan dengan pemandangan beberapa panglima perang Ummat Muslim yang baru sampai ke perkemahan.

Heraklius terheran dengan kekuatan dari panglima tersebut yang mulai membangun markas mereka, dan berkata, mereka itu jin atau manusia? Begitu gumamnya.

Jumlah pasukan Muslim dan Musuh

Pasukan peperangan tabuk
Peristiwa Perang Islam ( Sirah Nabawiyah )

Rasulullah memiliki jumlah pasukan perang sebanyak 30.000 pasukan. Hal ini  sangat berbanding terbalik dengan jumlah pasukan musuh yang jumlahnya hampir lebih dari 300.000 pasukan yang siap tempur di medan perang.

Dalam mempersiapkan pertempuran, Rasululllah mempersiapkan beberapa strategi yang dapat menaklukkan kaum musuh mereka. Seperti misalnya memerintahkan pasukan perang untuk terus waspada dengan cuaca ekstrem di tanah Jazirah Arab. Rasulullah juga memberi amanat kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengamankan kepemimpinan sementara di Madinah.

Baca juga beritaku: Apa Penyebab Israel Perangi Dan Merebut Tanah Palestina

Selama tinggal di daerah Tabuk, Rasulullah terus  memerintahkan para panglimanya untuk tetap siaga, dan terus mengintai gerak-gerik dari musuh. Selama itu juga, Rasulullah mulai menjalin kerjasama dengan orang-orang yang ada di tempat tersebut, seperti kaum Yahudi, Nasrani, dengan cara mereka bersedia untuk membayar pajak keamanan wilayah Tabuk.

Lokasi Kejadian dan Peristiwa

Seperti yang sudah dijelaskan. Lokasi dari peristiwa perang Tabuk, berada di daerah Tabuk, sebelah barat laut kota Madinah. Setelah melakukan persiapan yang ada dan mulai menyusun strategi, Rasululllah terus menunggu adanya tanda-tanda dari pergerakan musuh.

Hampir lebih dari 20 hari pasukan perang Rasulullah mengintai pergerakan musuh secara terus-menerus. Namun tidak ada hasil apa-apa, bahkan pergerakan pun nihil setiap harinya. Hingga hal tersebut membuat Rasulullah gusar, beliau mengutus salah satu panglimanya untuk pergi melihat keadaaan musuh secara langsung.

Kembali ke pembahasan awal, mengerti pasukan musuh mundur ketika beberapa pasukan Muslim baru saja bersiap memulai perang, Khalid bin Walid pun meminta izin kepada Rasulullah untuk mengejar musuh beserta tentaranya.

Namun, Rasulullah mencegah tindakan Khalid bin Walid. Akhrinya para pasukan perang Islam, memutuskan untuk kembali ke Madinah. Namun sebelum itu, salah satu tantara Islam yakni putra dari Abdullah bin Abdul Muthalib, mengatakan bahwa panglima pasukan perang Islam datang ke Tabuk, bertujuan untuk merebut kembali wilayah Arab yang sudah menjadi milik bangsa Romawi.

Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, akhirnya Rasulullah beserta rombongan kembali ke Madinah pada tanggal 26 Ramadhan tahun 9 Hijriyah. Perang tabuk menjadi perang terakhir yang Rasulullah ikuti semasa hidupnya.

Dan dari kejadian tersebut pula, Rasul mulai lebih leluasa dalam meluaskan ajaran Agama Islam kepada orang-orang di Jazirah Arab sana. Memberikan suri tauladan yang baik. Memberikan berbagai ilmu yang baik juga untuk bisa meyakinkan mereka untuk masuk islam.

Hinggal lambat laun, orang-orang yang ada di sana mulai tertarik untuk masuk Islam. Melihat Rasulullah yang demikian, menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk belajar lebih dalam tentang agama Islam. Karena Islam merupakan agama yang sangat indah, dan menyukai keindahan. Agama yang ramah, dan tidak memaksa seseorang untuk wajib masuk ke agama Islam.

Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa perang tabuk menjadi perang yang sangat penting untuk diingat. Hal ini karena, peristiwa tersebut merupakan perang terakhir yang Rasulullah jalani bersama Ummat Muslim.

Dari perang Tabuk juga, kita dapat mempelajari bahwa yang namanya kemenangan. Tidak selamanya bergantung pada berapa panglima perang yang kita bawa. Para panglima Romawi sendiri yang mempresentasikan hal tersebut.

Mereka takut dengan kekuatan strategi yang di miliki oleh para Ummat Muslim. Terbukti dengan kejadian sebelum perang, pemimpin panglima perang Romawi beserta seluruh pasukannya, memilih untuk mundur. Ketimbang harus berhadapan dengan pasukan perang Ummat Muslim.

Padahal jika dilihat dari segi jumlahnya, mereka mempunyai jumlah pasukan perang yang sangat besar. Dari kisah tersebut juga, kita bisa mempelajari bahwa memilih orang yang tepat, akan membuahkan hasil yang tepat juga.

Rasulullah memilih Khalid bin Walid untuk garda terdepan saat perang tiba dan mulai menyusun taktik yang akan dibuat. Hal ini disebabkan karena keterampilannya dalam perang militer. Hal tersebut berimbas kepada pemikirannya saat menghadapi musuh di medan perang.

Selain itu, kita juga diajarkan untuk membangun relasi dengan orang banyak untuk bisa mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Rasulullah memperlihatkan bagaimana beliau sangat baik dalam membangun relasi dengan orang-orang di sekitar tempat perang berlangsung.

Rasulullah tidak memandang siapa orang tersebut dan asal dari suku orang tersebut. Hal ini juga perlu kita terapkan dalam membangun relasi bersama orang lain untuk kita menggapai impian yang diinginkan.

Tidak hanya itu, dalam peristiwa ini, kita bisa belajar bahwa mencapai suatu hal harus bekerjasama dan saling mensupport satu sama lain. Hal ini tergambar dengan jelas bagaimana kaum Muslim lain yang tidak ikut perang, mereka dengan suka rela memberikan hartanya untuk persiapan perang di sana.

Penutup

Semua berdoa untuk segala keselamatan dan kesuksesan dari perjuangan para kaum muslim yang berperang di medan perang, memperebutkan wilayah, dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya.  

Serta dari kejadian tersebut, kita bisa belajar bahwa semua perjuangan, tidak mengecewakan hasil. Buktinya, Rasul menjadi lebih leluasa dalam menyiarkan agama Islam kepada orang-orang yang ada di wilayah Arab. Memberikan berbagai hal yang dapat membuat orang tersebut yakin dan mau masuk Islam, serta belajar lebih banyak tentang agama Islam. Sekian ulasan kali ini, semoga bermanfaat.

Baca juga beritaku: Battle Of Mohacs: Kemenangan Islam Terbesar Terhadap Eropa 1526 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *