Sholat Dhuha Dan Megahnya Istana Di Surga Yang Dijanjikan Allah SWT
Bangunan Istana Topkaki di Turki (Foto: 99.co)
Sholat Dhuha Dan Megahnya Istana Di Surga Yang Dijanjikan Allah SWT

Istana Emas di surga yang megah dan besar untuk umat Islam yang melaksanakan Sholat Dhuha, Sesuai dengan Hadits Yang shahih

Beritaku.Id, Berita Islami – Sholat Dhuha memiliki keutamaan, diantaranya janji Allah tentang Istana di Surga untuk yang senantiasa melaksanakannya.

Surga yang dijanjikan Allah SWT, adalah sebuah tempat yang memiliki kenikmatan yang tidak pernah didapatkan didunia ini.

Masuk saja didalamnya, dipekarangannya ataupun di halaman Surga adalah sesuatu yang luar biasa. Namun bagaimana jika disiapkan istana emas yang megah olehNya?

Untuk memiliki bayangan (meski tidak bisa di bayangkan), maka lakukan perbandingan istana yang ada didunia.

Istana dunia ini membuat kita akan terpesona setelah melihatnya.

Sebutlah misalnya Istana Topkapi yang berdiri pada tahun 1453, Raja Sultan Mehmed II di daerah Istanbul, Turki. Luas istana mencapai 173 hektar.

Sholat Dhuha Istana Di Surga
Bangunan Istana Topkaki di Turki (Foto: 99.co)

Ataukah Istana Alhambra di kota Andalusia, Spanyol. Dibangun pada abad ke-9. atau 11 Abad yang lalu.

Selanjutnya abad ke-11, oleh Muhammad bin Al-Ahmar membangunnya sebagai istana bagi Sultan Granada pada tahun 1333. Sumber: 99.co

Istana-istana itu megah dan besar dengan ukuran yang tidak biasa. Bukan hanya fasilitas yang banyak, tapi juga pengawal dan pembantu yang banyak. Yang menjaga raja di istana tersebut.

Harganya yang sangat mahal, untuk membangunnya, dan biaya yang tidak sedikit untuk memaintenance atau merawatnya. Belum lagi gaji para pembantu yang berjumlah banyak.

Istana Di Surga Gratis Buat Yang Rajin Sholat Dhuha

Sholat Dhuha hanya minimal 2 Rakaat boleh menambah menjadi 4 Rakaat dan seterusnya.

Jika dibandingkand engan Istana para Sultan diatas, Istana Surga di gratiskan oleh Allah SWT.

Tertarik? Atau masih bertanya, apa landasan Haditsnya?

“Barang siapa yang mengerjakan salat Duha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barang siapa salat empat rakaat, dia ditetapkan untuk sebagai orang-orang yang ahli ibadah. Barang siapa mengerjakan enam rakaat maka ia akan diberikan kecukupan rezeky pada hari itu. Barang siapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menjadikan dia termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barang siapa mengerjakan salat Duha dua belas rakaat, maka Allah menciptakan baginya sebuah istana (rumah) di surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak pula satu malam, melainkan Allah mempunyai karunia yang dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai basalan (sedekah). Dan tidaklah Allah memberikan rezeky (karunia) kepada seseorang yang terbaik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (HR At-Thabrani). Sumber Hadits, Merdeka.com.

Janji Allah SWT Sholat Dhuha Dan Istana Emas Di Surga

Tidak ada keraguan didalamnya, mengenai hadits Rasulullah tentang istana atau rumah di syurga tersebut.

Jika istana Chateau de Chambord, Perancis atau Topkaki di Turki ataupun Maysore di India. Didapatkan dengan harga trilyunan. Dan hampir tidak mungkin diraih didunia. Kecuali keajaiban dan ilham Allah SWT.

Ataukah memimpikan rumah mewah yang ada diberbagai kompleks dengan harga yang mahal. Dan penjagaan yang ketat.

Sholat Dhuha 12 rakaat, Allah menyiapkan sebuah rumah di Syurga.

Berapa Jumlah Istana Emas Bagi Yang Melaksanakan Sholat Dhuha?

Sebuah pertanyaan yang sangat cerdas, sebab mungkin akan bingung, apakah satu atau 2? Maka jawabannya asalah dalam sehari melaksanakan Sholat Dhuha, sebanyak 12 rakaat. Maka saat itu tersedia satu istana Emas di syurga.

Sehingga menggunakan bilangan perlalian dan akumulasinya adalah sama dengan volume Sholat Shuha. 1×12 Rakaat = 1 Istana Di Surga.

Jika esok hari melaksanakan kembali dengan rumus 1×12 rakaat, maka bertambah menjadi 2 istana di surga. Begitu seterusnya.

Betapa Nikmat Allah SWT yang besar untuk hamba-hamnbanya yang beriman kepadanya.

Dasar Pelaksanaan Sholat Dhuha

Minimal 2 Rakaat, maksimal tidak terbatas, sesuai dengan kemampuan bagi yang akan melaksanakannya.

Sebagaimana hadits Riwayat muslim menyebutkan, dari Sayyidatina Aisyah RA berkata bahwa “Rasulullah biasanya melaksanakan salat Dhuha (sebanyak) empat rakaat, dan Beliau menambahnya menurut kemampuan, atas kehendak Allah”. (HR Muslim).

Dalam pelaksanaan Sholat Dhuha tersebut, sama dengan sholat sunnat lainnya. Seperti melaksanakan Sholat hajat dan sebagainya. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.

Bersih (suci), menutup aurat, berwudhu, dan silahkan menghadap Allah SWT diwaktu pagi.

Dimana waktunya adalah saat matahari mulai meninggi sekira 20 derajat. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa saat matahari terbit secara lengkap. Hingga menjelang Sholat dhuhur.

Beritaku: Dzikir Setelah Sholat Dhuha, Bacaan Dan Hukumnya Dalam Islam