Anak Berbakti, dengan tidak menyakit orangtua
Kelakuan seorang anak yang menampar ibunya saat memaksa untuk makan (Foto Screen Video)

Anak Berbakti? Menampar Ibu 3 Kali, Ayah Tidak Berdaya, Maka Teladanilah ini

Diposting pada

Beritaku.Id, Singapura – Harapan bagi setiap orang, memiliki anak berbakti kepada kedua orangtua, 15/12/2019

Restu ibu, adalah restu Allah, Buku karya Qulkhairin. Dengan pemaparan yang lebih lugas, bahwa untuk mencari Ridho Allah maka temukanlah Ridho ibu. Hal ini tidak berlaku bagi anak berikut ini.

Terbit Mei 2014
Anak Berbakti, Merawat dengan ikhlas, bukan menampar (Foto : Screen)

Namun tidak wanita dewasa yang satu ini, seorang anak di Singapura, belum lama ini. Didepannya duduk wanita tua diatas kursi roda. Terdapat meja makan, dan lelaki tua (suami dari ibu tersebut).

Tampak ia memberi makan, ibu tua renta tersebut, awal video menyejukkan. Namun beberapa waktu kemudian anak tersebut terlihat menampar ibu tersebut.

Ibunya diperkirakan berumur 85 tahun, diduga mengalami masalah saat mengunyah makanan, sehingga membuat anak ini nampak kesal. Memaksa orangtua tersebut membuka mulut dan mengunyah.

Tampak ibunya tersebut berbisik, berbaik hati kepada anaknya, untuk tidak melanjutkan perbuatan kasarnya karena sedang ada yang merekamnya.

Anak Tidak Berbakti Yang Tertangkap Kamera

Beberapa waktu kemudian anak tersebut menoleh kebelakang, melihat keatas seperti memperhatikan posisi CCTV (padahal dirinya direkam dengan menggunakan kamera handphone)

Perempua yang memakai baju kaos warna Pink, dan celana pendek kaos berwana abu-abu, dan motif hitam, menggunakan kacamata.

Didepannya tampak ayahnya, dengan tatapan yang kosong melihat kearah
jalan keluar sambil menyilangkan tangannya satu sama lain, tatapannya datar.

Berikutnya anak tersebut, nampak menampar lagi orangtua itu untuk kedua kalinya, membentak untuk membuka mulut.

Untuk ketiga kalinya kembali menampar, dan ibu ini dengan tetap tenang penuh tatapan harap kepada anak tersebut. Tapi rupanya anaknya tidak peduli dengan harapan ibunya.

Tidak sampai disitu, beberapa waktu kemudian, si anak memasukkan telunjuk kedalam mulut ibunya. Seperti mengambil sesuatu (sisa nasi yang habis dimakan ibunya)

Ayahnya yang ada didepan tampak tidak berdaya dan juga tidak menegur aksi anak tersebut, hanya mengalihkan. Dengan menunjuk air botol, isyarat memberi minum ibunya.

Terakhir si anak menggunakan tisu, membersihkan mulut perempuan tersebut dengan cara kasar.

Selanjutnya berdiri dan memasangkan masker pada ibunya, kemudian meninggal tempat.

Kejadian tersebut diatas, mengingatkan kita semua, bahwa ketika orangtua kaya maka anak akan menjadi pewaris kekayaan.

Jika orangtua berjaya maka anak akan menjadi penikmat segala kejayaan.

Namun jika orangtua tidak berdaya, kadang anak melupakan semua jasa baik mereka ketika masih bayi hingga dewasa seperti sekarang ini.

Kecuali Nabi Adam dan Hawa, maka semua manusia manusia yang lahir dibumi ini, dalam kondisi kesepian. Tidak mengetahui alam, tidak paham hakikat alam, dan tidak berdaya.

Sosok ibulah yang menjadi mata dan telinga, yang akan menjadi pengabdi yang baik. Yang akan memenuhi setiap kebutuhan bayi (saat kita bayi). Semua tangisan akan dijawab dengan gerakan untuk menghentikan tangisan.

Setelah dewasa, maka menjadi hal yang wajar, memberikan hal-hal yang baik kepada mereka (kedua orangtua), menjadi anak berbakti kepada keduanya.

Bisakah Jasa Orangtua Di Balas?

Ada kisah seorang lelaki menggendong orangtuanya (begitu cintanya anak ini kepada kedua orangtuanya), sedang tawaf di depan Ka’bah di Mekkah.

Lalu bertanya kepada Ibnu Umar, apakah aku telah membalas jasa ibuku?

“Ibnu Umar menjawab, Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan”Hadist ini oleh Al-Baihaqy.

Bermakna bahwa sekalipun tawaf sambil menggendong ibu, belum bisa membalas jasa ibu yang telah melahirkan kita.

Hanya ada satu hal yang bisa membalas jasa ibu, yakni ketika seandainya seorang ibu menjadi seorang budak. Lalu anak tersebut membeli (membebaskannya) dari perbudakan.

Apakah di era saat ini masih ada perbudakan? jawabannya adalah sudah tidak ada perbudakan saat ini, sehingga kesimpulannya. Tidak ada satupun hal yang bisa dilakukan untuk membalas semua jasa ibu.

Wanita yang dengan ridhahnya menghamilkan anaknya, merawat, menyusui, memberi makan, memeberi perhatian dan segalanya untuk anaknya (kita semua ini).

Umar Bin Khattab
Umar Bin Khattab, adalah Tauladan anak berbakti kepada orangtua (Foto : Istimewa)

Umar Bin Khattab, Contoh Anak Berbakti Kepada Orangtua

Siapa yang tidak kenal dengan Umar Bin Khattab, Khalifah yang juga panglima perang yang sangat disegani. Bahkan bekas tapak kaki yang pernah dilewatinya tidak berani diijak oleh jin.

Begitu takutnya jin sekalipun kepada Khalifah kedua tersebut setelah kepemimpinan Abu Bakar Assiddiq.

Namun tahukah kita semua, bahwa Umar Bin Khattab, adalah Anak yang Berbakti, sangat menghormati Ibunya (Hantamah binti Hisyam). Bahkan sangat takut untuk mengecewakan ibunya.

Setiap makan, tidak pernah Umar Bin Khattab mendahului ibunya untuk makan. Sebab takutnya ia mengambil makanan yang di inginkan oleh ibunya, betapa mulianya dan menghormatinya Umar Bin Khattab kepada ibunya. Khalifah setelah Abu Bakar As-Siddiq

Semoga kita semua termasuk Anak sangat mengabdi yang menyayangi kedua orangtua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *