bekal menuju surga

Bekal Menuju Surga: Memimpikan Bertahta Di Dalamnya

Diposting pada

Bekal menuju surga harus dipersiapkan semenjak di dunia. Tidak hanya sekedar bermimpikan tahta di dalamnya, namun juga giat berusaha mencapainya.

Beritaku.id, Berita Islami – Surga dan neraka itu ada sebagai pembatas perbuatan manusia. Dengan demikian manusia selalu berusaha berbuat baik untuk mendapatkan ganjaran berupa surga.

Oleh Tika (Penulis Berita Islami)

Apa Pengertian Syurga

pintu menuju surga

Dalam pengertiannya, syurga merupakan sebuah tempat di akhirat yang berisi manusia-manusia baik atau telah berbuat baik di dunia.

Dalam hal ini, di syurga manusia tidaklah memiliki fisik seperti di dunia, namun hanya berupa ruh. Sebuah tempat yang penuh dengan kesenangan, kenikmatan, dan kesucian.

Seperti itulah, tempat ini merupakan sebuah tempat yang tidak ada satupun yang dapat mengusiknya. Bahkan penghuninya pun tidak ada yang merasa sedih ataupun susah. Segalanya telah tersedia.

Dalam islam, terdapat beberapa tingkatan surga. Tingkatan tertinggi adalah surga Firdaus. Tempat ini khusus untuk yang beramal shaleh dan beriman.

Sedangkan nama-nama syurga dalam Islam juga terdiri atas bermacam-macam nama. Mereka adalah:

  1. Jannah: Memiliki makna tertutup dan tersembunyi. Kebun di syurga ini berisi kurma dan pepohonan.
  2. Darul Khuldi: Syurga dengan tidak adanya kematian di dalamnya. Semua manusia kekal di dalamnya.
  3. Jannatul Ma’wa: Artinya adalah tempat berlindung. Surga adalah tempat tinggal sekaligus tempat berlindung selamanya.
  4. Surga ‘Adn: Adalah tempat tinggal selamanya. Dalam Al Qur’an Surah Maryam ayat ayat 61 menjelaskan jika surga ‘Adn merupakan janji Allah bagi orang-orang yang beriman. Sekalipun surga itu tidak nampak.
  5. Na’im: Maksud dari sebutan tersebut adalah kenikmatan. Surga memiliki keberkahan atas kebutuhan jiwa-jiwa di dalamnya seperti makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya.
  6. Darul Qarar: Artinya adalah tempat yang kekal.
  7. Darul Muttaqin: Merupakan hadiah bagi orang-orang yang bertakwa.
  8. Al Husna: Artinya sama dengan Darul Muttaqin.
  9. Darussalam: Memiliki arti sebagai tempat yang kekal.
  10. Darul Muqomah: Maksud dari nama ini adalah tempat yang kekal dan abadi.
  11. Al Maqoom, Al Amin, Tempat yang penuh dengan keamanan dan perlindungan sehingga yang berada di dalamnya akan aman dan terhindar dari marabahaya.
  12. lAl Ghurfah, Surga adalah pahala bagi orang-orang beriman atas kesabaran mereka.
  13. Maq’adi Sidqi, Merupakan sebuah tempat yang disenangi Allah.
  14. Darul Hayawan, Sebuah tempat yang mana tidak ada kematian di dalamnya.

Jika Surga Menyiapkan Bidadari Untuk Muslim
Muslimah Apakah Dapat Lelaki Tergagah?

Bekal menuju surga

Banyak berita dan sumber menyebutkan jika seorang muslim masuk surga maka akan didampingi oleh bidadari yang cantik. Bidadari itu memiliki harum semerbak, berkulit halus, rupawan, dan perawan.

Kemudian muncul pertanyaan, lantas bagaimana dengan para muslimah? Seolah terkesan tidak adil bagi kaum muslimah apabila tidak mendapatkan balasan setimpal.

Pada dasarnya, surga adalah tempat yang penuh dengan kesenangan. Ia merupakan sebuah hadiah bagi orang-orang yang taat dan beriman.

Kemudian di surga tidak ada orang yang menua. Semua akan kembali menjadi gadis dan perjaka. Begitu pula dengan muslimah. Mereka akan menjadi cantik dan jauh lebih cantik dari para bidadari.

Bagi muslimah yang semasa hidupnya di dunia telah menikah, maka mereka akan mendapatkan pasangan yang lebih shaleh dari suami mereka di dunia.

Namun jika suami mereka telah termasuk golongan shaleh, maka mereka akan bersama kembali di surga. Lantas bagaimana dengan para gadis?

Bagi muslimah yang semasa hidupnya di dunia belum menikah, maka di surga ia akan memperoleh pendamping yang rupawan dan sangat taat. Begitulah islam mengatur segalanya dan sangat menghargai peran perempuan.

Bekal Menuju Surga

Jalan menuju surga

Ali bin Abi Thalib berpesan kepada umat muslim yang menginginkan surga. Ada enam aspek untuk mendapatkan surga. Apa sajakah itu?

a. Mengenali Allah dan menaatinya.

Bagian inti yang paling mendasar sebagai bekal menuju surga adalah mengenali Allah dan menaati Allah.

Dengan mengenal Allah, maka kita akan berusaha mendapatkan ridho nya. Maka Dengan demikian akan terjadi kepahaman terhadap ibadah dengan menaati perintahNya serta menjauhi larangannya.

b. Menjauhi setan yang durhaka sebagai bekal menuju surga

Setan merupakan musuh manusia. Adanya setan akan menghambat masuknya manusia ke dalam surga. Makhluk satu ini memang telah berjanji di hadapan Allah bahwa golongan mereka akan menghalangi manusia untuk masuk surga.

Jadi salah satu bekal kita ke surga adalah dengan berupaya menjauhi perbuatan-perbuatan yang digemari setan.

c. Mengenal akhirat agar mendapat bekal menuju surga

Manusia berupaya untuk mencari wawasan tentang tempat tinggal mereka yang kekal yaitu akhirat. Semakin berusaha mencari informasi mengenai surga, semakin mereka ingin mendapatkannya.

bekal menuju surga
ilustrasi surga

Oleh sebab itulah manusia berusaha untuk mengerjakan amal ibadah sebaik-baiknya. Mereka juga akan berlomba-lomba mencari pahala.

d. Mengenali dunia dan meninggalkannya

Selanjutnya, Dunia adalah tempat manusia berupaya mengumpulkan pahala. Di dunia ini ada suka dan duka. Semua bercampur namun hanya sementara.

Maka Ketika mulai memahami hal itu, kita menjadi sadar bahwa waktu kita tidaklah banyak untuk mengumpulkan bekal.

e. Mengikuti kebenaran dan meninggalkan yang bathil sebagai bekal menuju surga

Maka Sudah saatnya manusia mengikuti yang benar dan meninggalkan yang bathil, Ini adalah salah satu langkah mendapatkan surga. Ingat kembali bahwa kebaikan adalah langkah menuju surga.

Bayangan Bahtera Dalam Surga

bekal menuju surga
ilustrasi bidadari di surga

Surga yang penuh kenikmatan dimana jiwa-jiwa di sana tidak ada yang kelaparan. Tidak ada yang merasa kekurangan. Semua begitu sempurna.

Sehingga Ketika tidak ingin merasa sendirian, teman yang sebaik-baik teman akan membantu dan menghampiri. Atas itu semua, tidak ada kesedihan.

Yang ada hanya senda gurau dan rasa senang yang membuncah hari demi hari.

Tidak ada malam-malam yang menakutkan dan penuh kegelapan. Yang ada hanya sinar-sinar cantik bergelimang termasuk segala perhiasan yang indah.

Ketika di dunia, kita selalu melihat manusia dengan kekurangannya, di surga kita melihat semua itu tanpa cacat.

Memiliki istri dan suami yang jauh lebih baik dari saat di dunia. Memadu kasih dengan indah dan hari-hari tanpa air mata.

Begitulah kurang lebih gambaran bahtera kehidupan di surga. Kita adalah sebaik-baiknya manusia dari segi apapun.

Kisah Nabi Muhammad Bertemu Bidadari

Tidak ada kisah spesifik mengenai Rasulullah yang bertemu dengan bidadari surga. Terkisah hanyalah Rasulullah yang menuju sidratul muntaha kemudian berjalan-jalan ke surga yang tertinggi. Kemudian di sana beliau melihat bejana-bejana emas.

Ada pula permata-permata berkilauan dan berbagai keindahan semerbak. Di dalam surga terdapat dua bagian surga. Di dalamnya lagi terdapat surga-surga lainnya. Begitulah, mereka masuk ke dalamnya sesuai dengan amalannya.

Saat Allah menciptakan surga, Ia memanggil Jibril. Kemudian Allah menunjukkan bidadari yang mana ketika tersenyum, muncul cahaya yang sangat terang.

Akhirnya Jibril pun bersujud karena mengira itu cahaya dari Allah.

“Naikkan pandanganMu. Aku adalah hadiah bagi para kekasih Allah dan hamba-hambaNya yang taat.” Begitulah balasan dari bidadari tersebut.

Bahkan sahabat Rasulullah, Zaid Bin Tsabit juga pernah bertemu bidadari surga dalam mimpinya. Kala itu tepat sebelum ia meninggal syahid.

Setelah ia meninggal, akhirnya Allah memberikan hadiah berupa bidadari cantik padanya, sebagaimana sabda Rasulullah mengenai kejadian tersebut.

Surga Vs Neraka

Telah disebutkan dalam Hadist At Tirmidzi jika siapa saja yang berinfak di jalan Allah, maka ia akan mendapatkan surga melalui pintu surga.

Barangsiapa yang merupakan ahli sholat, maka akan masuk surga melalui pintu sholat. Demikian halnya dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, maka baginya surga melewati pintu jihad.

Kemudian ada pula yang rajin bersedekah dan baginya surga melalui pintu sedekah.

Menurut Hadist Riwayat Imam Al Bukhari menyebutkan jika Allah menyuruh umat Nabi Muhammad yang tidak dihisab untuk memasuki surga melalui pintu Al Ayman. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.

Bagaimana dengan neraka?

Ia memiliki delapan tingkatan. Jahim, Jahannam, Lazhaa, Sa’ir, Saqar, Huthomah, Haawiyah. Dalam Al Qur’an, neraka Jahannam tersebutkan dalam surah Al Buruj ayat 10.

Bahwa sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka mereka adalah penghuni neraka Jahannam.

Neraka merupakan tempat penyiksaan bagi orang-orang yang lalai menurut kepercayaan. Jadi, di neraka, sebuah batu yang dilemparkan ke dalamnya pada 70 tahun lalu, saat ini baru berada di dasar neraka.

Begitulah, bahkan jenis penyiksaannya pun berbeda-beda tergantung pada tingkatannya.

Bekal Menuju Neraka vs Bekal Menuju Surga

Apakah ada orang yang ingin ke neraka? Tentu saja tidak. Namun terkadang mereka tidak menyadari jika saat ini di dunia, mereka justru malah sibuk mengumpulkan bekal menuju neraka.

Mereka menghibah, mencaci, iri, dan dengki pada sesamanya. Manusia begitu sibuk mengumbar-ngumbar aib dan menuhankan uang.

Mereka juga menghabiskan begitu banyak waktu mereka untuk mencari uang. Dari total 24 jam dalam sehari, berapa persen yang mereka gunakan untuk ibadah?

Di sinilah letak penimbunan bekal mereka menuju neraka. Tidak dapat dipungkiri, rasa riya, dan hal-hal yang nampak normal ternyata sebuah bibit bekal ke neraka.

Manusia dengan segala kepintarannya seolah mencampur aduk antara dunia dan akhirat. Siapa calon penghuni neraka?

Di neraka hawiyah, terdapat orang-orang yang mencampur kebaikan dengan keburukan. Mereka adalah muslim dan muslimah yang sehari-hari tidak melakukan syariat Islam.

Contohnya adalah mencari rejeki yang tidak halal serta memakan riba.

Neraka Hawiyah adalah neraka dengan api yang sangat panas.

Kedua, neraka Jahim. Merupakan tempat bagi orang-orang yang musyrik dan menyekutukan Allah.

Ketiga, neraka Saqar. Yaitu neraka dengan orang-orang munafik yang mendustakan perintah Allah.

Penghuni Neraka dengan Siksaan Berat

Keempat, Neraka Lazza. Adalah sebuah neraka yang apinya bergejolak dan mengelupas kulit kepalanya. Mereka yang masuk kesini adalah orang-orang yang berpaling dari agama.

Tidak hanya itu, mereka yang menyimpan harta bendanya juga akan masuk ke neraka ini.

Kelima, neraka Huthamah. Adalah neraka yang panas apinya hingga membakar hati. Di dalam neraka inilah berkumpulnya orang-orang yang serakah, tidak mau membayar zakat,

berpaling dari agama, dan menyimpan harta.

Keenam, Neraka Sa’im. Merupakan neraka yang dihuni oleh orang-orang yang memakan harta benda anak yatim termasuk hak-hak mereka.

Ketujuh, neraka Wali. Berisi para pedagang yang curang dengan mengurangi timbangan. Mereka juga mencalo barang demi mendapat keuntungan berlipat.

Siksaan bagi mereka adalah barang dagangan yang dibakar dan memenuhi isi perut mereka.

Kedelapan, Neraka Jahannam. Adalah neraka yang berisi tujuh pintu. Tingkatan ini adalah yang paling berat dan dihuni oleh pengikut-pengikut setan.

Demikian artikel mengenai bekal menuju surga. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *