Karakteristik Pupuk Organik Dalam Satu Jenis Untuk Petani

02/05/2020-Pendidikan

Mengenal lebih dalam tentang Pupuk Alami termasik karakteristik penyubur tanah secara organik tersebut. Petani harus mengenal Dalam Satu jenis tersebut mengandung apa?

Beritaku.Id, Lingkungan – Yang dari alam akan beradaptasi dengan yang dari alam secara maksimal. Rumusnya seperti itu. Termasuk tanah, akan disuburkan dengan sumber dari tanah itu sendiri.

Karakteristik Pada Pupuk Organik

Seperti juga humus, pupuk berbahan organik berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Setidaknya ada beberapa manfaat, yakni sebagai :

  1. Sumber nutrisi,
  2. Memperbaiki struktur fisik tanah,
  3. Memperbaiki kimia tanah,
  4. Meningkatkan daya simpan air dan
  5. Meningkatkan aktivitas biologi tanah.

Sumber nutrisi tanaman lengkap. Pupuk organik mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, baik yang sifatnya makro maupun mikro.

Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI).

Pupuk berorganik yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan dan karakteristik unsur hara tersebut.

Memperbaiki struktur tanah. Pupuk mengandung organik merupakan material yang mempunyai sifat unik.

Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur.

Karena karakteristik dan sifatnya ini, pupuk berbahan organik bisa memperbaiki tanah pasir maupun lempung.

Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid.

Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi gembur.

Meningkatkan kapasitas tukar kation. Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation.

Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah.

Karakteristik Tanah

Tanah yang memiliki karakteristik kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.

Meningkatkan daya simpan air. Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis).

Air yang datang disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar.

Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan.

Meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pupuk kompos mengandung mikroorganisme dekompomoser didalamnya.

Mikroorganisme ini akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah.

Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah.

Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.

Pupuk organik vs pupuk kimia sintetis

Dilihat dari kandungannya, pupuk berbahan organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik makro maupun mikro.

Namun takarannya sedikit dan komposisinya tidak pasti. Setiap pupuk bahan organik mempunyai kandungan nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda.

Sedangkan pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya banyak dan komposisinya pasti.

Misalnya, urea banyak mengandung unsur nitrogen (N) dalam jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi lainnya.

Penyerapan nutrisi  atau zat hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan kompleks.

Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi.

Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanaman.

Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah hilang dari tanah karena erosi.

Pupuk bahan organik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.

Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya.

Dari sisi lingkungan dan ekosistem, pupuk organik memicu perkembangan organisme tanah. Tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan nutrisi secara berkelanjutan.

Karena aktivitas organisme tanah akan menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman.

Sedangkan pupuk kimia sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah yang terus meningkat.

Dilihat dari sisi kesehatan, pupuk organik lebih menyehatkan bagi manusia karena tersusun dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh manusia.

Sumber lain, Pupuk Organik

Penulis: Walid

PILIHAN Beritaku

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *