Kiamat Tahun Ini DiHari Jumat, Kajian Hadis Palsu Dan Benturan Asteroid

Kiamat Tahun 2020, Tahun ini Apakah Itu Benar?

Beritaku.Id, Internasional – Benarkah dan kapankah terjadi Kiamat, apakah terjadi pada Hari Jumat 15 Ramadhan 1441. Atau bertepatan dengan 8 Mei 2020 tahun ini?

Kajian dan prediksi kiamat tahun 2020 menjadi lebih sering dan viral akhir-akhir ini.

Setelah di lakukan cocologi Wuhan dengan Dukhon, bahwa sejak akhir tahun 2019. Mewabah Virus Corona yang berasal dari Wuhan (di cocokkan dengan nama Dukhon).

Hingga saat ini masih terus melakukan invasi kebanyak negara, pertanda ini adalah kiamat, Benarkah?

Seperti menghubungan kebijakan pemerintah Arab Saudi, sehingga terjadi pengosongan Ka’bah.

Spekulasi Kiamat 2020 Tahun Ini

Kiamat Pada Tahun 2020 ini, dari berbagai prediksi dan spekulasi diperkirakan pada pertengahan Ramadhan.

Belum lagi pada hari jatuhnya 15 Ramadhan 1441 atau tahun 2020 ini adalah bertepatan dengan hari Jumat.

Tentang berita kiamat tersebut, beberapa penceramah, ikut menciptakan suasana umat menunggu bulan Ramadhan dengan ketakutan di tahun 2020 ini.

Pemerintah Belum Menetapkan Hari 1 Ramadhan

Meskipun pemerintah belum melakukan penetapan, tentang 1 Ramadhan 1441 H, jatuh pada tanggal berapa di penanggalan masehi tersebut, kecuali itu PP Muhammadiyah telah menetapkan 24 April 2020.

Namun jika tahun ini pemerintah mengambil keputusan dan ormas lain seperti NU, sama dengan penetapan 24 April tersebut, berarti jatuhnya pada hari jumat.

Hal ini membuat Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim angkat Bicara, bahwa Hadits yang dipakai untuk “menciptakan ketakutan” kiamat 15 Ramadhan tahun ini adalah Hadis Palsu.

Sebab perawi hadis, dalam beberapa kajian, tidak memiliki kejelasan dalam hal perawian.

“Dengan demikian disimpulkan bahwa soal hadis huru-hara di pertengahan Ramadan adalah hadis palsu yang tidak bisa dijadikan sebagai hujjah agama,” katanya.

Kajian Hadis Rasulullah Tentang Kiamat

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ

Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram.

Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan salat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian.

Jika kalian merasakan adanya suara keras, maka bersujudlah kalian hanya kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, karena barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa.

Kajian Urutan Terjadinya Kiamat

Meski para ulama memiliki perbedaan urutan, namun berikut 10 tanda-tanda peristiw kiamat :

  1. Peristiwa Dukhon
  2. Munculnya Dajjal
  3. Turunnya Isa sejak Allah mengangkatnya kelangit
  4. Munculnya Ya’juj Ma’juj, setelah Nabi Dzulkarnain
  5. 5-7 Terjadi Gempa di area Timur Barat dan Jazirah Arab
  6. Munculnya Binatang Melata dari dalam Bumi
  7. Munculnya Api membara dari Yaman
  8. Terbitnya Matahari dari Barat Bumi

Dukhon dan Wuhan Itu Beda

Mengkaitkan Corona Virus dengan Dukhon, sangat jauh kajian cocologi yang dilakukan oleh seorang ustadz sekalipun.

Dengan berapi-api melakukan kampanye, tahun 1441 ini, bakal terjadi kiamat, dengan metode cocologi tanpa hadis dengan dalil yang kuat.

Wuhan berbeda dengan Dukhon, sebagaimana disebutkan pada riwayat Hudzaifah, bahwa Rasulullah pernah bersabda:

Pertama, 40 Hari Pertama Dukhan

“Dukhan itu memenuhi timur dan barat. Tinggal selama 40 hari. Untuk orang mukmin, mereka terkena paparan sehingga seperti orang pilek. Sementara orang kafir, seperti orang mabuk”. (Tafsir at-Thabari, 25/68).

Tentu hal ini masalah ghaib, tapi kalau digali dari berbagai nash dan riwayat sebagai berikut;

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (QS A’Dukhkhon: 10-11).

Dan lanjutan Firman-Nya di ayat 16 surat yang sama.

يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنْتَقِمُونَ

(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.

Kedua, masa 3 tahun

Pasca peristiwa gelap 40 hari, maka di bumi terjadi kekacauan iklim selama tiga tahun;

Dengan pembagian 1/3 tahun pertama, 2/3 tahun kedua dan 3/3 tahun ketika, masing-masing langit dan bumi, menahan air ketika itu.

Dan tidak adalagi tumbuhan yang tumbuh, kecuali yang dikehendaki Allah SWT.

Pada tahun ketiga tersebut, langit dan bumi menahan total seluruh airnya, dan bisa dibayangkan kejadian bumi jika tanpa air.

Pada saat itu, tidak adalagi makanan (kekeringan bertahap dari tahun pertama hingga ketika), sehingga yang mereka makan “Tahlil, takbir, tasbih dan tahmid”.

Kiamat Diprediksi Tahun 2020 Ini, Hadistnya Lemah

Silahkan dikaitkan antara peristiwa 40 hari Dukhon dengan Wuhan tahun 2019, dihubungkan dengan 15 Ramadhan tahun 2020 ini, apakah sudah memenuhi kriteria kekeringan tersebut, sehingga kiamat 2020 terjadi?

Dengan hal tersebut diatas spekulasi kiamat yang mereka prediksi 8 Mei Tahun 2020 ini, tepat pada hari Jumat atau Kiamat tepat 15 Ramadhan tahun 1441 H ini, adalah spekulasi cocologi.

Menghubungkan ketakutan Covid-19, ditambah racikan kengerian asteroid yang mengitari bumi dengan jarak dekat sekian juta kilometer, dan berandai-andai, jika, kalau, seumpana dan sendainya menabrak bumi.

Penulis: Fauzi

PILIHAN Beritaku

Komentar