Ka’bah Kosong Tawaf, Tanda Kiamat Dan Hadis Nabi Serta Larangan Berhaji Umroh

Beritaku.Id, Internasional – Tak adalagi yang mengelilingi atau mengitari, Seketika Ka’bah kosong dari jamaah ibadah haji umrah yang Tawaf (bertawaf). Kakbah dibangun bertama kali oleh Nabi Ibrahim AS.

Seperti kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. membangun ka’bah tersebut, sekarang menjadi kosong dari muslim yang hendak tawaf. Benarkah itu menjadi tanda kiamat?

“Nggaklah, kiamat masih sangat jauh,” Ketua PB NU

Tawaf Adalah Energi Keseimbangan Planet

Dengan kejadian larangan berhaji dan umroh yang menyebabkan Baitullah atau ka’bah menjadi kosong, dengan kejadiannya kosong dari jama’ah yang sedang tawaf sebagai suatu tanda akan leburnya bumi?

Bahwa penelitian menyebutkan, proses tawaf di Ka’bah yang kini kosong merupakan upaya penyeimbangan energi elektro makgnetik di bumi dan semesta.

Agar bumi berputar pada Porosnya. Dengan kejadian langkah di Ka’bah, kosong dari proses ibadah tawaf, apakah menyebabkan bumi akan keluar dari poros dan sebentar lagi akan berbenturan atau bertabrakan dengan planet lain?

Hancur leburlah, ketika planet dengan planet lainnya bertabrakan, begitu kira-kira spekulasinya.

Manusia bumi, hebat melakukan prediksi bahkan melampaui Rasulullah dalam prediksi kejadian kiamat ketika ditanya oleh malaikat “Wahai Rasulullah, kapankah Hari kiamat terjadi?”

Jawab Nabi Allah, “Yang ditanya (Rasulullah) tidak lebih mengetahui dari yang bertanya (malaikat)”

Rasulullah tidak menyebutkan, ketika ka’bah kosong dari yang melakukan tawaf jama’ah umroh dan berhaji akan kiamat seketika itu.

Ka’bah Kosong Tawaf Karena Larangan Berhaji Dan Umroh

Adalah Menteri Haji dan Umrah, Negara tempat kelahiran Nabi termulia Saudi Arabia, Muhammad Shaleh Bi Thaher, yang memberikan pengumuman lewat media massa AE TV (AL-Ekhbariah).

Di bulan 2 (februari) tahun ini (2020), pihak kerajaan Saudi Arabia mengeluarkan ultimatum menghentikan kegiatan berhaji dan umroh, dengan waktu yan tidak ditentukan berapa lama ultimatum tersebut berlangsung.

Seketika di akhir februari atau tepatnya 27 Februari 2020, seluruh jama’ah yang telah mendarat di Bandara Int. Amer Mohammed Bin Abdl Azis, Kota Madina atau Kota Wafatnya Nabiullah Muhammad.

Seluruh jama’ah diseluruh dunia tertahan di Bandara tersebut, dan tidak keluar dari Bandara utnuk melanjutkan kegiatan Ziarah umroh, melainkan langsung dikembalikan ke Negara masing-masing, pun tidak ketinggalan Jama’ah asal Indonesia.

Sebab Qif-19 atau Covidq-19 telah “menginvasi” Negara yang dipimpin oleh Raja Salman tersebut, seperti negara lain diseluruh dunia.

Kesedihan, airmata dan amarah, dirasakan oleh mereka yang hajatannya harus terhenti, akibat larangan melaksanakan atau berhaji dan umroh, oleh pemerintah Saudi Arabia

Larangan berhaji umroh, yang juga berlaku secara global tersebut, mengakibatkan ruang lapang area sekitar Ka’bah benar-benar terlihat luas dan kosong, dan dengan tidak adanya orang tawaf, menjadikan viral postingan video, foto, unggahan dan ucapan, yang mengkaitkan bahwa ini merupaka tanda kiamat.

Namun, tidak pernah ada kejadian dimuka bumi, bahkan tidak selembar daunpun yang jatuh dari pohon yang absen dari pengetahuan Allah SWT.

Kejadian di Kakbah yang mengalami kekosongan pada hari ini, pasti ada hikmah yang bisa diambil. Usah memberikan berita ketakutan, sebagai salah satu tanda kiamat.

Yang pada akhirnya menghasilkan pemaksaan taubat karena takut kiamat, bukan karena ikhlas menghambakan diri kepada Allah SWT.

Imam Masjidil Haram Menangis Saat Sholat

Untuk kepentingan, youtube channel, kreatifitas para youtuber mengunggah suara (audio) seorang yang membacakan Ayat Allah yang terbatah dan kemudian terhenti seketika berganti tangisan dan kesedihan.

Dengan Video Ka’bah yang sedang kosong dari orang tawaf, memberikan judul “akibat larangan haji dan Umroh” maka inilah tanda kiamat akan segera datang.

Bermakna, awaslah penduduk bumi (kita semua), sebentar lagi kiamat akan terjadi.

Imam Masjidil Haram yang menangis, dikaitkan dengan “ketakutan Sang Imam Besar” yang memprediksi kiamat didepan mata.

Sayangnya sang Imam Besar, tidak ditanya secara mendalam, tentang alasan audio dan video terisak tersebut, apakah karena “melihat kiamat” ataukah karena ketakutan kepada Allah sebab memaknai arti Ayat yang dibacakan.

Ibadah Haji dan Umrah Adalah Kewajiban

Rukun Islam, yang kelima menyebutkan demikian, bahwa seorang muslim harus melaksakan Haji sebagai bagian dari rukun Islam itu sendiri (bagi yang mampu).

Dengan menghentikan aktifitas menunaikan rukun Islam tersebut, maka itu tandanya kiamat sudah dekat, spekulasi berkembang semakin jauh dalam analisa-analisa pribadi.

Sementara data yang ada di Arab Saudi menyebutkan, kunjungan Haji dan Umrah dari muslim diseluruh negeri pertahun mencapai jumlah 600.000 jama’ah yangmenyebabkan Madinah dan Mekkah selalu ramai, terutamah tawaf di Ka’bah yang tidak pernah sepi atau kosong seperti sekarang ini.

Kondisi hari ini, benar-benar sudah tidak ada angka 600.000 tersebut, jangankan jumlah tersebut, satu orangpun nihil, mengerikan, menakutkan, seperti itulah unggahan media sosial, sebagai upaya untuk meningkatkan rating dan jumlah subscriber channel.

Ka’bah tidak Pernah Kosong Dari Tawaf

Yang kosong itu adalah manusia, yang kasat mata, yang terlihat dan yang tertangkap kamera baik ponsel maupun kamera foto digital.

Hadist Nabi soal jumlah jama’ah Umrah dan Haji ini, berbunyi:

أن الله عزوجل قد وعد هذا البيت أن يحجه في كل سنة ستمائة ألف , فإن نقصوا أكملهم الله عزوجل من الملائكة , وإن الكعبة تحشر كالعروس المزفوفة , وكل من حجها يتعلق بأستارها يسعون حولها حتى تدخل الجنة فيدخلون معها

Allah azza wa jalla telah berjanji bahwa Makkah setiap tahunnya akan selalu dikunjungi 600 ribu orang, jika kurang maka Allah melengkapinya dengan mengirim malaikat. Sesungguhnya ka’bah itu mempertemukan seperti sepasang mempelai yang diarak. Dan setiap yang berhaji ke ka’bah maka akan terikat dengan tirai-tirainya, mereka mengelilinginya hingga ka’bah masuk surga dan merekapun masuk surga bersamanya.

Kita bahasa kalimat terakhir, bahwa ka’bah mempertemukan mempelai yang diarak (manusia dan malaikat), setiap mereka akan terikat (terjerat) tirai saat tawaf, dan pada akhirnya mereka akan ikut masuk kedalam Surga (atas Izin Allah), bersama Ka’bah.

Jama’ah ke baitullah karena berharap Ridha Allah dimasukkan kedalam Surga Allah SWT.

Selanjtunya, kita urai kalimat awal hadist diatas, dengan mengkaitkan tanda kiamat yang sekarang heboh dimana-mana.

Bahwa jumlah jama’ah yang ratusan ribu tersebut, menjadi jaminan Allah SWT, atau tidak boleh kurang.

Percaya dengn Hadits ini, bahwa Ka’bah tidak pernah kosong dari tawaf, sebab jika kosong maka Allah yang akan mengisi atau mencukupkannya.

Hanya saja, tidak ada tangkapan kamera, mengenai malaikat-malaikat ini, dan semua mengetahui bahwa tidak ada kamera luar biasa yang bisa melakukan (menangkap gambar).

Hadis Tentang Kiamat

Rasulullah tidak pernah bersabda tentang kapan hari pastinya kiamat akan terjadi, seperti dalam kisah ketika Nabi Muhammad SAW bertemu dengan malaikat Jibril.

Dalam riwayat hadist Umar Radhiyallahuanhu, sahabat Rosul, yang menyebutkan bahwa dalam pembicaraan Rasulullah dengan malaikat (yang datang menyerupai manusia).

Diskusi mereka (tepatnya, rasulullah ditanya), tentang ikhsan, keimanan dan Ke Islaman, Nabi Muhammad SAW menjawab semua pertanyaan malaikat secara langsung.

Ketika ditanya tentang kapang Hari Kiamat?

Rasulullah bertanya balik, dan tidak menjawab tentang kejadian kapan pastinya hati kiamat.

Rasulullah hanya menyebutkan ciri-ciri, dengan dua ciri, yakni:

Pertama, budak melahirkan atau memerintah majikan. Makna budak adalah anak danmajikan adalah orangtua.

Jika penduduk bumi, sudah jauh lebih banyak anak yang melawan orangtua, atau jauh lebih banyak yang tidak patuh pada kedua orangtuanya.

Kedua, orang miskin gembala telanjang dada  menjadi kaya raya.

Orang kaya mendadak, yang kemudian menjadi kaya raya dan membangun tiba-tiba bangunan yang melebihi dari orangkaya sebelumnya.

Kedua tanda ini menjadi tanda yang disebutkan oleh Rasulullah.

Tidak Pernah Ka’bah Kosong Tawaf Sejak Nabi Ibrahim AS

Pernah, di zaman Sayyidinah Umar Bin Khattab, menjadi khalifah, sebagai pemimpin besar Islam setelah Abu Bakar Assiddiq.

Memerintahkan untuk segera melakukan pengosongan, atau menghentikan ibadah Umrah dan Haji ketika itu, karena kejadian yang hampir sama, yakni merebaknya wabah penyakit.

Seperti dijelaskan oleh Said Aqil Siradj, Ketua PB NU

“Zaman Sayyidinna Umar Bin Khattab, pernah ada kejadian serangan wabah penyakit seperti ini, korbannya sahabat besar, Amir Ubaid bin Jarrah (Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al-Jarrah”

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum Pusat Majelis Ulama Indonesoa Prof. Dr. Habib Muhammad B. menjelaskan saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa kondisi kakbah yang kosong dari tawaf, tidak termasuk hadis yang kuat.

Hadis kuat mengenai datangnya kiamat adalah turunna Nabi Isa, lahirnya imam mahdi, serta keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.

Demikianlah tanda-tanda kejadian kiamat, dan bukan dengan secar afisik melihat ka’bah kosong, sebab Allah menjamin kakbah tidak kosong dari tawaf.

Sumber bacaan lain : Islami, Kumparan

Penulis: Dhilah

PILIHAN Beritaku

Komentar