Kisah dan Model Pelacuran Zaman Rasulullah Nabi Muhammad SAW
Kisah Terjadinya Pelacuran Zaman Rasulullah, Dan Dilindunginya sahabat dari Perzinahan

Kisah Pelacuran Zaman Rasulullah, Pezina Untuk Pezina

Diposting pada

Di Zaman Rasulullah, merupakan zaman meluruskan Aqidah umat dari Zaman Jahiliyah, terdapat pula kisah pelacuran yang terkemuka.

Beritaku.id, Kisah Islami – Dulu di Zaman Rasulullah Nabi Muhammad SAW, hidup seorang lelaki bernama Martsad Bin Abi Martsad, dalam setiap hari dari Mekkah ke Madinah membawa budak.

Martsad memiliki seorang perempuan dengan nama Anaq, wanita nakal yang tinggal di Mekkah. Mereka berdua memiliki hubungan yang dekat.

Kisah Pelacuran Zaman Rasulullah

Anaq adalah wanita penggoda yang terjabak dalam dunia pelacuran di Mekkah, dalam kisah di zaman Rasulullah.

Namun Anaq, telah jatuh hati dan dekat dengan Martsad, hingga suatu ketika Martsad hendak menjemput budak di Mekkah.

Dan ia bertemu dengan Anaq dalam sebuah tembok di Mekkah, di bawah cahaya terang bulan. Mereka bertemu ditembok itu, lalu saling menyapa.

Anaq menyapa “Hai, Martsad!”, Martsad pun menjawabnya “Eh, Iya !”. Selanjutnya Anaq menggoda “selamat datang Martsad, ayo”.

Singkat cerita Anaq dan Martsad tidur bersama malam itu. Anaq menggoda, namun Martsad kemudian menolak godaan tersebut

Matrsad kemudian berkata, “Wahai Anaq, Allah SWT telah mengharamkan perzinahan.”

Martsad menjadi ketakutan. Keesokan harinya menemui Rasullah Muhammad SAW, karena tidak ingin terus menerus melakukan doa.

“Nabi, saya hendak menikah dengan ‘Anaq !” Tapi Rasulullah Nabi Muhammad SAW terdiam.

Kemudian, turunlah kepada Rasulullah ayat berikut ini:

الزَّانِي لا يَنْكِحُ إِلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Pezina tidak menikah kecuali dengan pezina juga atau wanita musyrik. Dan wanita pezina tidak menikah kecuali dengan laki-laki perzina atau orang yang musyrik, dan wanita pezina diharamkan bagi orang-orang yang beriman (yang tidak pernah berzina).”

Kemudian Rasulullah SAW mengatakan kepada Martsad:

“Martsad, seorang pria pezina tidak menikah kecuali dengan perempuan pezina atau orang musyrik. Dan wanita pezina hanya untuk (dengan) pria pezina atau orang musyrik. Sudah, jangan menikah dengan dia!”

Dalam kasus diatas, Martsad dilarang menikah dengan Anaq, karena Martsad termasuk lelaki yang shaleh dan bukan pezina. Sehingga Nabi memberikan perintah kepadanya untuk tidak menikahinya.

Kehidupan Jahiliyah di zaman sebelum datangnya Rasulullah, Arab Saudi begitu kelam. Harga diri wanita tidak ada di mata seorang ellaki. Dan mereka ditempatkan serendah mungkin.

Kisah Pelacuran Lainnya, Pezina Hanya Untuk Pezina

Seorang lelaki bernama Abdullah bin Mughaffal. Wanita nakal yang belum masuk Islam. Yang hendak ditawarnya untuk tidur dengannya.

Abdullah bin Mughaffal, berpapasan dengan seorang wanita pelacur disebuah tempat.

Lalu Abdullah bin Mughaffal mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan, lalu menawarnya, untuk tidur dengan wanita tersebut.

Tapi wanita itu menolak, dan mengatakan bahwa Allah telah mengganti zaman jahiliyah dengan zaman datangnya Islam.

Abdullah bin Mughaffal meninggalkan wanita tersebut, namun wajahnya masih sama wnaita tersebut yang memiliki penampilan molek.

Sampai akhirnya ia menabrak tembok.

Kisah tersebut ia ceritakan kepada Nabi, lalu Rasulullah mengatakan “Kamu itu hamba Allah SWT yang dikehendaki jadi orang yang benar. Kalau Tuhan ingin hambanya jadi benar, ia akan mempercepat “azab” atas dosanya di dunia, sehingga dia bisa sempurna benarnya saat ia dibangkitkan di hari kiamat.”

Kisah diatas jelas sekali, bahwa di Zaman Rasulullah telah terdapat pelacuran. Dan dengan ayat tersebut diatas dijelaskan, seorang wanita pezina hanya untuk lelaki pezina.

Begitupun sebaliknya lelaki pezina hanya untuk wanita pezina.

Beritaku: Wawancara Ekslusif : 5 Tahun, Aku izinkan Istri Melacur

Sumber: Islami.co