Penculikan Anak Remaja Umur 14 Tahun di Pangkep (sumber:Fb Nurmii)

Korban Penculikan Anak Usia 14 Tahun Mengaku, Kapolres : Tidak Benar

Diposting pada

Beritaku.Id, Kriminal – Mengaku Korban Penculikan, Tepatnya di Pangkep, Kelurahan Sibatua Kelurahan Malleleng, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Ahad (8/3/2020).

Telah terjadi kasus penculikan anak dengan Korban anak Rahmawati Umur 14 Tahun, Sisiwi MTS DDI Asyiratal Mustqim.

Dari pemilik akun Nurmii, menuliskan Pelaku berjumlah 3 orang, dengan kejadian pada hari Sabtu, 07 Maret 2020, sekitar Pukul 14.00.

Dari Video yang menampilkan gambar korban, diinterogasi oleh pihak kepolisian, ketika sedang menjalani perawatan.

Korban mengaku melihat, 3 orang lelaki memakai avansa hitam

Korban menjelaskan bahwa penculik memakai baju kotak-kotak hitam putih, dan celana jeans.

Korban mengaku dibawa keliling oleh tiga kali oleh para pelaku, rupanya tidak hanya Rahma menjadi korban, masih ada korban lainnya.

Demikian pengakuan korban dalam video yang terunggah dan saat ini telah di reshare ribuan kali oleh nitizen.

Pengakuan Kronologi Korban Penculikan

Korban saat itu sedang berjalan, kemudian dipanggil oleh pelaku yang berjumlah 3 orang, dengan mengggunakan topeng memperlihatkan Handphone miliknya kepada korban.

“Lihatki dulu foto ini, kita kenal atau tidak” Ungkat salah seroang pelaku.

Selanjutnya korban Rahmawati mendekat, dan saat mendekat, langsung ditarik naik kemobil, kemudian 1 diantara 3 pelaku menyekap mulut korban.

Selanjutnya korban dibius oleh pelaku, dari arah belakang, sehingga korban tidak sadarkan diri.

Setelah sadar, korban sudah berada diatas mobil bersama 3 korban lainnya, yang tangannya diikat menggunakan tali.

Sekitar pukul 18.30, menurut korban para pelaku yang berjumlah 3 orang turun dari mobil untuk mencari korban lain.

Kesempatan itu digunakan oleh para korban untuk membuka pintu mobil menggunakan mulutnya, kemudian lompat kesawah.

Korban selanjutnya berlari menuju kerumahnya yang berjarak 3 kilometer dalam keadaan tangan terikat.

Sementara 2 korban lainnya yang lompat kesawah belum ditemukan.

Demikian status yang ditulis dan dibagikan oleh akun Nurmii, dan telah dibagi ribuan kali oleh para Nitizen.

Penculikan Anak
Status FB yang dibagikan ke Grup Facebook dan Whatsapp

Keterangan Kapolres Pangkep, bahwa pernyataan Pelaku adalah Hoax.

“Tidak benar. Memang awalnya ada info tersebut, setelah didalami ternyata tidak benar alias Hoaks. Hanya prank. Bisa langsung ditanyakan pada yang bersangkutan,” kata Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji saat dikonfirmasi Tagar, Minggu 8 Maret 2020

Sumber Video Korban, Klik (Telah dihapus oleh sumber di halamannya)

Bagikan Ke