Kultum Akhlak Remaja
Pengertian dari kultum (Foto: abanaonline.com)

Kultum Akhlak Remaja, Sabar, Bersyukur, Sedekah,Ikhlas, 1 Contoh

Diposting pada

Kultum akhlak remaja kali ini akan membahas beberapa tema seputar sabar, bersyukur, sedekah dan ikhlas. Apa saja pengertian dari masing-masing tema tersebut dan seperti apa 2 contoh pidato yang baik.

Beritaku.id, Pendidikan – Dunia anak muda saat ini perlu mendapat perhatian yang khusus. Seiring dengan berkembangnya jaman, pola pikir dan perilaku mereka akan berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.

Oleh : Luluk Fadiyah (Penulis Pendidikan)

Anak muda jaman sekarang memiliki perbedaan yang begitu mencolok dari generasi sebelumnya, dengan semakin berkembangnya jaman dan semakin canggihnya teknologi yang membuat semuanya menjadi serba praktis.

Meskipun demikian, membentuk karakter yang baik pada anak tentu saja tidak semudah dan sepraktis seperti yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Memberi sedikit kultum tentang akhlak pada remaja menjadi pilihan tepat saat ini.

Memang benar dengan berkembangnya jaman dan teknologi akan memberi keuntungan bagi kehidupan, namun sudahkah kita sadari bahwa hal tersebut juga memiliki dampak?

Kebanyakan remaja saat ini memiliki semangat juang yang rendah dan cenderung menginginkan sesuatu yang serba praktis. Hal tersebut dapat menjadikan lemahnya mental dan pola pikir mereka.

Berbeda dengan kondisi pada generasi-generasi sebelumnya yang memang pada saat itu teknologi belum secanggih sekarang, namun semangat juang yang mereka miliki jauh lebih tinggi.

Rata-rata generasi sebelumnya juga lebih produktif dan kreatif, bukti nyata yang dapat kita rasakan bersama adalah teknologi yang saat ini kita nikmati.

Semua itu merupakan usaha dan kerja keras generasi-generasi sebelumnya setelah berulang kali mengalami kegagalan. Namun mari kita lihat remaja saat ini.

Apakah mereka lebih produktif? nyatanya masih banyak remaja saat ini yang berjiwa konsumtif. Tidak hanya itu, moral yang mereka miliki kian memudar .

Entah karena ketidaksiapan mereka menerima budaya dari luar atau kelalaian pengawasan dari orang tua. Hal tersebut akan kita bahas lebih detail pada tulisan ini.

Baca juga beritaku : 9 Kualifikasi Seorang Pendakwah Dengan Ceramah Singkat Ramadhan


Kultum Singkat Tentang Sabar Bagi Remaja

Salah satu tema yang sangat menarik dari kultum tentang akhlak remaja saat ini adalah kesabaran. Ya, banyak remaja kini lebih memilih hasil yang instan. Umumnya mereka tidak begitu tertarik dengan proses yang harus mereka lalui.

Contoh saja, saat mereka berkendara di jalan kemudian melewati sebuah lampu yang menyala kuning. Apa yang anda lihat? tentu saja mereka tidak berhenti dan justru menambah kecepatannya.

Padahal mereka sudah mengetahui aturan dalam berkendara, namun memang sifat kebanyakan remaja saat ini sudah krisi sabar mungkin.

Sungguh miris melihat fakta tersebut, padahal Rosul telah mengajarkan pada kita apa arti tentang sebuah kesabaran. Hidup di dunia ini hanya sementara, sisanya? akan kita jumpai nanti di hari kiamat.

Sungguh beruntung bagi orang-orang yang dapat menahan hawa nafsunya selama di dunia, dan sungguh merugi bagi orang-orang yang tidak mau bersabar.

Dari penjelasan tersebut tentunya dapat kita ambil sendiri kesimpulan bahwa makna dari sabar yaitu dapat menahan emosi dan keinginan dalam kondisi sesulit apapun.

Sabar ada dua jenis, sabar saat mendapat kenikmatan dan sabar saat mendapat cobaan. Loh, kenapa begitu? kenapa saat mendapat kenikmatan kita harus bersabar?

Ada sebuah hadist yang menjelaskan bahwa saat kita mendapat kenikmatan, sebenarnya Allah sedang menguji kita. Apakah dengan kenikmatan tersebut kita akan tetap ingat kepada Allah atau justru dapat melalaikan pada beribadah kepada Allah.

Umumnya manusia hanya ingat dan merasa butuh pada Allah hanya saat tertimpa musibah saja, bagaimana dengan Allah? bukankah Allah tidak pernah berhenti memberikan kenikmatan kepada kita?

Kita masih bisa bernafas, masih dapat bergerak, masih dapat makan juga merupakan kenikmatan dari Allah SWT yang patut kita syukuri. Jadi, ayolah generasi muda.

Stop mengeluh, stop menyia-nyiakan masa muda kita. Masih ada banyak hal yang dapat kita kerjakan untuk persiapan kita di masa yang akan datang dan di akhirat nanti.

Gunakan masa mudamu dengan sebaik-baiknya dan jagan sampai menyesal, seandainya menyesalpun setidaknya kita pernah berjuang bukan?

Baca juga beritaku : Pembukaan Dakwah, 4 Contoh Sambutan Dan Ceramah (Sabar, Ikhlas, Sedekah, Ilmu)


Kultum Padat Dan Singkat Tentang Bersyukur Bagi Remaja

Kultum pada remaja (Foto: blog.kitabisa.com)

Bersyukur, merupakan sebuah kata yang mudah kita ucapkan namun sulit untuk kita terapkan. Syukur saat mendapat kesenangan tentu mudah untuk kita lakukan.

Namun saat mendapat sesuatu yang tidak kita sukai, terkadang kita akan lupa untuk bersuyur. Merasa bahwa tidak ada lagi masnusia yang lebih susah dari kita. Mari sedikit kita bahas kultum akhlak remaja yang menarik, khususnya tentang pentingnya bersyukur.

Coba kita lihat mereka yang kurang beruntung dari kita, apakah mereka menyerah? apakah mereka terus mengeluh?

Seharusnya jika kita masih tidak bersyukur dengan apa yang telah kita miliki saat ini kita malu. Mereka yang kurang beruntungpun tetap bahagia dengan kondisinya.

Sifat manusia memang tidak akan pernah puas dengan apa yang telah kita miliki, namun hal tersebut harus kita kelola dengan baik. Selalu merasa kurang dengan ilmu itu baik, namun jika selalu merasa kurang dengan pencapaian-pencapaian dunia itu kurang baik.

Manusia memiliki batasnya masing-masing, ada yang ditakdirkan menjadi orang yang kaya ada yang miskin, ada yang ditakdirkan menjadi orang yang pandai ada yang kurang pandai.

Semua itu sudah ada porsinya msing-masing, yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha. Adapun hasilnya kita serahkan saja pada yang kuasa.

Dengan demikian hati dan pikiran kita akan lebih tenang dan bahagia, jangan mengukur kebahagian hanya dari sudut pandang dunia saja. Masih ada banyak sekali hal-hal baik yang kita miliki yang harus kita syukuri.

Jadilah manusia yang dapat menerima apa adanya, namun jangan patah semangat. Terus berusaha dengan diimbangi berdoa. Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.

Kultum Singkat Tentang Sedekah Bagi Kaum Milenial

Kultum pada remaja milenial (Foto: youtube.com)

Hidup di dunia ini tidak hanya seorang diri, ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat dan memberi sumbangan besar untuk keberhasilan kita. Salah satunya yang terdekat adalah keluarga dan kerabat.

Manusia sebagai makhluk sosial yang harus saling membantu satu sama lain. Saat kita mampu maka bantulah mereka yang kurang beruntung.

Bersedekah merupakan salah satu amalan yang Allah senangi, Nabi Muhammad pun juga suka bersedekah. Ada banyak ayat dan hadist yang memerintahkan kita untuk bersedekah.

Sejatinya harta yang kita miliki di bumi ini hanya titipan dari Allah, lantas apakah pantas bagi kita bersikap sombong dan pelit terhadap harta tersebut?

Gunakan harta tersebut untuk sebagian kita sedekahkan kepada mereka yang membutuhkan dan untuk mendukung pembangunan tempat-tempat ibadah.

Sisihkan sebagian dari rezeki yang kita miliki untuk membantu sesama, ada hadist yang menjelaskan bahwa dahulukan untuk membantu keluarga kita terlebih dahulu.

Jika kita mampu, bantu mereka dan orang-orang lainnya yang membutuhkan. Tidak hanya itu, sedekah yang paling banyak pahalanya yaitu dengan bersedekah jariyah.

Mengapa demikian? ya, dengan bersedekah jariyah, saat kita meninggal pun apa yang telah kita sedekahkan akan terus mengalir pahalanya kepada kita. Contoh sedekah jariyah yang dapat kita lakukan yaitu dengan sedekah untuk pembangunan masjid, bersedekah untuk anak-anak pondok, dll.

Baca juga beritaku : Pidato Khotbah dan Ceramah: Perbedaan 3 Jenis Dakwah Dan Contoh


Kultum Singkat Akhlak Remaja Tentang Ikhlas Bagi Anak Sekolah

Ceramah kepada anak sekolah (Foto: sahabatnesia.com)

Masalah ikhlas, ikhlas sendiri memiliki arti memurnikan sesuatu. Secara terminologis, ikhlas adalah mengerjakan sesuatu dengan niat karna Allah, tidak ada niat yang lain.

Jangan mengharap sanjungan atau pujian dari orang lain, itu sangat fatal. Bukan pahala yang akan kita dapat, justru akan mendapat dosa sebab hal tersebut termasuk perbuatan riya.

Belajar ikhlas dapat kita mulai sejak dini, mulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari usahakan semuanya kita niati utuk beribadah.

Jika kita memberi kepada seseorang, usahakan kita niati murni karena Allah SWT, jangan mengharap imbalan atau pujian dari yang lainnya.

Alangkah baiknya saat kita bersedekah tidak terlihat oleh teman-teman lainnya, hal tersebut dapat membantu kita dalam menjaga niat.

Sebab jika kita bersedekah tanpa sepengetahuan orang lain, maka dalam diri kita tidak akan ada harapan untuk disanjung atau dipuji oleh teman-teman lainnya.

Selain itu teman yang kita beri akan lebih menghargai dan tidak merasa malu. Ingat, kita bersedekah hanya karena Allah SWt, jadi dengan ada atau tidak adanya teman kita yang melihat kita harus selalu berbuat baik kepada sesama.

Belajar ikhlas bukan suatu perkara yang mudah, untuk itu mulai saat ini usahakan untuk belajar mengerjakan ikhlas. Ikhlas ini merupakan urusan hati, hanya diri kita dan Allah saja yang tahu.

Jika melihat beberapa artis yang menolong orang yang kurang beruntung di TV atau internet, kita tidak usah menghakimi artis tersebut hanya mencari nama atau pamer saja.

Sebab urusan ikhlas atau tidaknya seseorang tidak dapat kita nilai, hanaya diri kita dan Allah SWT saja yang tahu.

Kita ambil sisi positifnya saja, mungkin mereka hanya ingin mengajarkan kebaikan dengan menolong kepada sesama. Sebab mereka seorang public figure.

Baca juga beritaku : Kalimat Penutup Islami: Pidato, Ceramah, 3 Organisasi Mahasiswa

Pidato Singkat Tentang Akhlak Bagi Pemuda

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat pagi semuanya, bagaimana kabar hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Amiiin…

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepa kita semua. Pada kesempatan di pagi hari yang sangat cerah ini marilah kita ucapkan syukur Alhamdulillahirobbilalamin.

Sholawat serta salam kita panjatkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad SAW, beliau yang telah memperjuangkan agama ini sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini.

Pada kesempatan yang teramat baik ini ijinkan kami menyampaikan sedikit nasehat yang kiranya dapat menambah keimanan serta memberi pencerahan kepada kita semua.

Melihat fenoena yang sedang terjadi saat ini, begitu miris melihat pergaulan anak muda. Sopan santun yang mereka miliki semakin tergeser dengan budaya yang kebarat-baratan.

apakah hal tersebut wajar? tentu tidak sodara, kita yang tinggal di Indonesia, tidak memiliki budaya seperti itu.

Dimana anak-anak muda yang dahulu jika berjalan melewati orang-orang yang lebih tua selalu mengucapkan salam dan membungkukkan badan? mengapa sekarang mereka menghilang?

Anak-anak muda berjalan melewati orang yang lebih tua darinya justru acuh dan malah asik dengan ponselnya msing-masing. Itukah budaya negara kita?

Jangan berbuat seperti itu, mengidolakan seseorang boleh-boleh saja. Namun jangan sampai meninggalkan ajaran-ajaran dan budaya yang kita miliki.

Rosul pun terhadap orang yang lebih tua menghormat, lalu mengapa kita yang hanya kaumnya yang masih banyak berbuat dosa begitu sombong? mengidolakan artis luar boleh-boleh saja namun tetap utamakan untuk mengidolakan Rosul kita.

Beliau merupakan makhluk Allah yang begitu taat dalam beribadah, berperilaku lemah lembut, mudah memaafkan, penyayang. Bukankah dalam diri Rosullullah sudah paket komplit?

Jika kita saat ini malah mengidolakan artis-artis yang berpakaian minim dan ketat, suka memamerkan aurat, suka mabuk-mabukan, apakah itu pantas?

Suka boleh-boleh saja, namun jangan terlalu fanatik dan mengikuti kebiasaannya dengan berpakaian ketat, terbuka, pergi ke tempat-tempat terlarang, dll.

Baca juga beritaku : Ceramah Islami Dan Pidato: 5 Jenis Dakwah, Bentuk, Teori Serta Variasi