Memahami Hadits Dalam Islam
Memahami Hadits, Pengertian, Jenis Dan Urutannya

Memahami Hadits, Pengertian, Jenis Dan Urutannya

Diposting pada

Beritaku.Id, Kisah Islami – Mengetahui dan Memahami Hadits merupakan hal yang penting bagi Umat Islam, sebab Hadits merupakan refleksi kepribadian Rasulullah Muhammad SAW.

Berita Rasulku: Kisah Nabi Muhammad SAW, Lahir Hingga Wafat, Dari 25 Nabi Dan Rasul (Terakhir)

Pengertian Hadits

Adapun arti atau Pengertian dari Hadits adalah merupakan ucapan yang berbentuk sabda, perbuatan yang dilakukan oleh Rasul, ketetapan hukum serta sesuatu yang menjadi persetujuan dari Nabi Muhammad SAW.

Hal ini yang dijadikan Pedoman hidup seorang Muslim.

Hadits adalah literatur bagi umat Islam setelah Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas. Suatu perkara yang tidak terdapat dalam Al-Quran, maka tempat mencari penyelesaiannya adalah Hadits.

Memahami Para Periwayat Hadits

Kita banyak membaca tentang ulama besar dan menjadi periwayat Hadits yang terpercaya. Yakni:

  1. Imam Bukhari,
  2. Imam Muslim,
  3. Imam Abu Daud,
  4. Imam Turmudzi,
  5. Imam Ahmad,
  6. Imam Nasa’i, dan
  7. Imam Ibnu Majah.

Ketujuh orang Periwayat hadits tersebut diatas telah memberikan kontribusi luar biasa. Untuk tetap lestarinya Sabda Rasulullah Muhammad SAW.

Dengan riwayat-riwayat haditsnya yang dipersembahkan dengan penelitian yang mendalam untuk satu hadits.

Dalam hal penelitian mendalam tersebut, maka hadits atau sabda yang ada sekarang ini memiki berbagai macam yang harus dipahami oleh seorang muslim.

Memahami Jenis Hadits Dan Pembagiannya

Dalam memberikan perbedaan serta tingkatan sebuah hadits, maka Hadits-hadits tersebut dibedakan menjadi :

*1. Hadits Dan Jumlah Perawi

  1. Hadits Mutawatir
  2. Hadits Ahad
    • Hadits Shahih
    • Hadits Hasan
    • Hadits Dha’if

*2. Menurut Hubungan Periwayat

  • Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul)
  • Hadits yang terputus sanadnya
    • Hadits Mu’allaq
    • Hadits Mursal
    • Hadits Mudallas
    • Hadits Munqathi
    • Hadits Mu’dhol
  • Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi
    • Hadits Maudhu’
    • Hadits Matruk
    • Hadits Mungkar
    • Hadits Mu’allal
    • Hadits Mudhthorib
    • Hadits Maqlub
    • Hadits Munqalib
    • Hadits Mudraj
    • Hadits Syadz

A. Hadits Dan Jumlah Perawi

Dalam hal ini, Hadits dilihat dari jumlah perawi yang ada dalam sebuah hadits.

A.1. Hadits Mutawatir

Merupakan Hadits yang memiliki perawi dari generasi yang banyak, dan satu generasi.

Yang tidak akan mungkin berdusta satu sama lainnya. Dimana ini adalah disebut dengan Sanad. Dan ucapan mereka terpercaya dengan kepribadian terpercaya secara bersambung.

Serta apa yang diucapkan diterima dengan akal pikiran dengan menggunakan panca indera manusia.

A.2. Hadits Ahad

Hadits Ahad ini adalah juga disebut dalam pembagiannya menjadi Hadits Shohih dan Dhaif.

Tapi dalam perkembangannya Imam At Turmudzy membaginya menjadi 3 bagian, yakni

A.2.1 Hadits Shahih

Dijelaskan oleh Ibnu Sholah, yang dimaksud hadits shahih merupakan hadits yang memiliki sambungan antara sanad satu dengan sanad lainnya.

Adapun periwayat memiliki syarat adil dan memiliki ingatan yang kuat (dhobit). Dalam proses periwayatannya tidak kontra dengan sabda atau hadits lainnya, dan sanad satu dengan yang lain tidak mengalami kecacatan.

Adapun syarat Hadits Shahih adalah sebagai berikut:

  1. Konten tidak kontra dengan Al-Qur’an.
  2. Sanad yang bersambung
  3. Periwayat dan Perawi yang memiliki sifat Adil
  4. Periwayat tidak pelupa atau daya ingat yang tinggi.
  5. Tidak kontra dengan sabda yang lebih shahih
  6. Tidak mengalami kecacatan.
A.2.2. Hadits Hasan

Merupakan hadits yang memiliki banyak sumber dan penemuannya. Namun perawinya jujur dan juga tidak cacat.

A.2.3. Hadits Dha’if

Hadits yang putus sanadnya, diriwayatkan oleh periwayat yang tidak adil serta diantara mereka ada yang tidak memiliki ingatan kuat.
 

B. Hadits Menurut Hubungan Periwayat

B.1 Hadits Sanad Bersambung

Juga disebut sebagai hadits Marfu’ atau Maushul. Dimana para periwayat bersambung satu sama lainnya, hingga ke Rasulullah Nabi Muhammad SAW. 

B.2. Hadits Sanad Terputus

Merupakan hadits dimana para sanad ada yang terputus satu sama lainnya. Dan digolongkan menjadi :

B.2.1.Hadits Mu’allaq

Ini disebut juga hadits dha’if, sebab ada sanad yang dibuang. Diawal atau diakhir. Dengan beberapa alasan, baca diatas tentang shahih.

B.2.2 Hadits Mursal

Hadits ini merupakan sabda yang diberikan oleh para tabi’in dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW Namun kelemahan hadits ini karena sahabat atau tabi’in tidak menyebutkan dimana ia menerima hadits tersebut.

B.2.3. Hadits Mudallas

Adalah merupakan hadits yang berupaya untuk ditutupi cacadnya. Dimana hadits ini berupaya untuk ditutupi kelemahan-kelemahannya.

B.2.4. Hadits Munqathi

Merupakan hadits tidak bersambung, dimana hadits tersebut, terdapat sahabat atau tabi’in perawi yang hilang.

B.2.5. Hadits Mu’dhol

Tidak mencantumkan tabi’in atau sahabat sebagai sanad utamanya, sehingga hadits tersebut menjadi hadits yang Dho’if. 

C. Hadits Dha’if Cacat Periwayat

Terdapat beberapa Hadits yang dimasukkan sebagai hadits yang cacat disebabkan oleh periwayatnya.

C.1. Hadits Maudhu’

Merupakan hadits yang terdapat perawi berdusta atau berbohong. Sehingga hadits tersebut diduga merupakan karangannya sang perawi. Maka atas hal tersebut, hal ini tidak pantas disebut hadits.

C.2 Hadits Matruk

Sebuah hadits yang hanya satu orang perawi. Dan Perawi tersebut terbukti seorang pendusta. Sehingga hadits tersebut ditinggalkan.

C.3 Hadits Mungkar

Hadits dengan satu orang perawi pendusta. Sementara isi haditsnya adalah memiliki pertentangan atau perbedaan dengan hadits dari perawi yang jujur.

C.4. Hadits Mu’allal

Ibnu Hajar Al Atsqalani menurutnya hadits Mu’allal merupakan hadits tampak baik namun setelah diselidiki ada cacat didalamnya. Hadits ini juga disebut sebagai hadits yang sakit atau mengalami cacat.

C.5. Hadits Mudhthorib

Hadits yang memiliki konten yang kacau balau, dan juga kacau sanad atau tidka beraturan. Sehingga tidak pantas disebut sebagai hadits.

C.6. Hadits Maqlub

Juga termasuk sebagai hadits yang kacau atau tertukar isi hadits depan dengan belakang. Periwayat dab juga silsilah yang kacau balau.

C.7. Hadits Munqalib

Merupakan Hafits dengan Lafal, makna dan pengertian berubah

C.8. Hadits Mudraj

Yaitu jenis hadits, dimana perawi melakukan penambahan terhadap isi atau makna yang dibuat oleh perawi atau periwayat.

C.9. Hadits Syadz

Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula.
 

D. Memahami Istilah Dalam Ilmu Hadits

D.1 Muttafaq ‘Alaih

Dengan dua nama periwayat hadits paling terkenal yakni Bukhari – Muslim. Dimana hadits ini menggunakan sumber sahabat yang sama. Dan dalam penulisan Hadits ini sebut dengan hadits Bukhari – Muslim.

D.2. As Sab’ah

As Sab’ah merupakan sejumlah 7 perawi hadits yang dipakai dalam pedoman hadits:

  1. Imam Ahmad
  2. Imam Bukhari
  3. Imam Muslim
  4. Imam Abu Daud
  5. Imam Tirmidzi
  6. Imam Nasa’i
  7. Imam Ibnu Majah

D.3. As Sittah

Mengetahui dan memahami As-Sittah Perawi Hadits yang tidak lain merupakan enam perawi kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.

D.4. Al Khamsah

Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.

D.5. Al Arba’ah

Merupakan 4 perawi yang tersebut pada As-Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim.

D.6. Ats Tsalatsah

Merupakan 3 perawi yang tersebut pada As-Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.

D.7. Perawi

Perawi adalah orang yang meriwayatkan hadits.

D.8. Sanad

Isnad dan Sanad memiliki pengertian yang sama, yakni merupakan sandaran.

Alur dari sebuah pernyataan atau ucapan Nabi Muhammad SAW hingga kepada yang mengeluarkan (mukhrij) hadits tersebut.

Dan juga mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran.

D.9. Matan

Matan merupakan konten atau isi dari hadits. Berupa ungkapan yang diucapkan Rasul berupa sabda maupun berupa perbuatan Rasulullah Muhammad SAW.

Demikian Artikel untuk memahami Hadits, Pengertian dan Beberapa Istilah yang berhubungan dengan Hadits atau sabda dan Perbuatan serta Hukum dari Rasulullah Muhammad SAW.

Baca Juga: Ilmu mengenal Hadits