Muadzin Masjid Raya Donggala Menangis Saat Adzan

Diposting pada

Muadzin Masjid Raya Donggala Menangis Kini Viral

Beritaku.Id, Internasional – Akun Masjid Raya Donggala, memposting video Adzan dengan pelafadz yang menangis, dengan judul menangis Pilu saat pertama Kali Muadzin kami Mengumandangkan lafadz adzan, Senin (30/3/2020)

Muadzin Masjid Raya Donggala Menangis

Shalluu Fii Buyuutikum Yang bermakna Shalatlah dirumah kalian (masing-masing), mengganti lafadz Hayya Alassolah (Mari menunaikan Sholat).

Telah mendapatkan ribuan komentar, dan reshare para nitizen 30 ribu kali oleh para nitizen.

Hal ini dilakukan karena ditengah serangan virus corona yang melanda Indonesia dengan serangan Signifikan, ribuan orang dalam waktu hanya beberapa hari.

Sehingga himbauan untuk Sholat dirumah, dengan menghidari kerumunan orang banyak atau Sosial distance, sebagai langkah untuk menghindari penyebaran virus, yang seperti monster beberapa bulan terakhir ini.

Langkah merubah lafadz tersebut, adalah sebagai langkah bijak untuk mengikuti program arahan nasional presiden Republik Indonesia.

Dengan mengumandangkan lafadz Shalluu Fii Buyuutikum, sebagai himbauan, agar (untuk saat ini) hindari sholat di Masjid, dan silahkan Sholat dirumah masing-masing.

Tidak bermakna bahwa ada upaya untuk menghalangi seseorang memasuki masjid untuk menunaikan Sholat sebagai kewajiban.

Namun lebih dari itu, kajian Ulama-ulama yang hebat di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai perkumpulan orang-orang yang memiliki kajian dalil kuat, sehingga diambil langkah, seperti sekarang ini.

Kisah Muadzin Masjid Raya Donggala Menangis
Muadzin Masjid Raya Donggala, Menangis Ditengah Adzan Berkumandang

Beberapa komentar terhadap postingan pilu tersebut diantaranya:

Yuliani Setiawan Sedih mendengarnya Ya Allah semoga semua ini (wabah Qif-19/Covid-19) cepat berlalu, kami rindu beribadah di rumh mu Ya Robb….apa lagi bulan suci Ramadhan makin dekat.

Kejadian tersebut pernah dilakukan dizaman Rasulullah, ketika hujan lebat disertai angin dan udara dingin.

Maka saat itu Muadzin, merubah lafadz menjadi “Shalluu Fii Buyuutikum”

Apa yang dilakukan oleh Muadzin di Masjid Raya Donggala tersebut dianggap sesuatu yang tepat dalam kondisi yang ada sekarang ini.

Siapakah Muadzin Pertama Dunia Dan Bagaimana Kisahnya?

Dia adalah Bila seorang budak hitam dari daerah Habasyah atau saat ini adalah Ethiopia, daerah yang sering dilanda kelaparan.

Bilal dilahirkan ddaerah As-Sarah berusia 43 tahun sebelum melakukan perjalanan hijrah.

Ia adalah budak dari Umayyah bin Khalaf seorang yang sangat benci kepada Rasulullah Muhammad SAW serta Islam.

Berbeda dengan majikannya, justru budak hitam tersebut (Bilal) sangat tertarik dengan Islam disebabkan oleh Umayyah bersama rekannya yang membenci Islam selalu membahas dakwah Rasulullah.

Pembicaraan mereka selalu didengar oleh Bilal, dan Umayyah tidak mengetahui bahwa Bilal selalu mencernah pembahasan mereka.

Karena kerinduan dan cintanya kepada Islamyang telah masuk dalam sukma Bilal, dirinya kemudian menghadap kepada Rasulullah dengan kyakinan yang utuh menyatakan diri masuk Islam.

Bersumpah dengan lafadz sakral dalam Islam “Ashadu Allailaha Illallah WaAshadu Anna Muhamammad Rasulullah”

Bilal masuk Islam secara sembunyi-sembunyi, karena takut kepada majikannya.

Kisah Bilal Dihukum Majikan

Kisah masuknya Bilal kedalam islam, namun akhirnya ketahuan juga.

Setelah Umayyah mendapatkan kabar bahwa bilal memaluk Agama Islam, Umayyah berang dan sangat marah merasa dipermalukan budaknya tersebut.

Untuk menghukum budaknya yang hitam kelam dan kurus tersebut, dan memaksa untuk kembali memurtadkannya.

Di Padang Pasir yang panas, Bilal dijemur dan di paksa untuk berguling, dan memukulnya dengan siksaan yang perih.

Namun jiwa Bilal tidak bergeming, tetap teguh Bahwa Allah adalah Tuhannya, Islam adalah Agamanya, dan Rasulullah adalah tuntunanya.

Kejadian Muadzin Masjid Raya Donggala Menangis Memiliki Dalil

Seperti yang terjadi di Masjid Raya Donggala, adalah lafadz yang pernah dilafadzakan juga oleh Bilal, sehingga padanya dianggap bukan suatu kesalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *