Perang Ajnadin, fenomena perang yang sangat diingat para kaum muslim
Perang Ajnadin (Foto: republika.co.id)

Perang Ajnadin: Arti, Lokasi, Kejadian Perang Selama 3 Hari

Diposting pada

Perang Ajnadin, kisah perang yang menjadi fenomena penting bagi ummat muslim. Hingga lokasi dan kejadian perang selama 3 hari, masih terngiang sampai sekarang. Lalu, bagaimana arti dari peristiwa tersebut?

Beritaku.id – Berita Islami_ Hembusan angin yang terus meniupkan panasnya udara. Peluh keringat tiada henti dari mereka. kumandang atas kemenangan terus bergema hingga ujung dunia. Menjadi saksi bisu jejak tanah bumi. Hingga sampai dengan darah penghabisan.

Oleh: Ayu Maesaroh(Penulis Berita Islami)

Berperang dengan atas nama agama, siapapun akan rela dan membela sampai dengan titik darah terakhir. Meski dunia riuh dengan bunyi pedang, suasana yang sontak mencekam, Perang rasanya sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Hanya karena mendapatkan ridho-Nya, dan tempat yang terindah di akhirat nanti.

Bahkan zaman Rosulullah, perang sudah seperti aktivitas yang tidak bisa terelakkan. Teriakan atas nama Tuhan pun berkumandang sepanjang pedang memanjang, bersiap memenggal para musuh mereka. Hingga pada akhirnya perang tersebut menjadi sejarah yang tidak bisa terlupakan, bahkan ummat manapun, akan ingat dengan hal tersebut.

Salah satu perang yang menjadi sejarah, adalah Ajnadin. Kisah dari para Jenderal perang yang siap mengangkat pedang mereka hanya untuk agama dan Tuhan yang mereka sembah. Tuhan dengan segala Kekuasaan, dan Tuhan yang memberikan kebenaran bagi mereka.


Arti Perang Ajnadin

Perang ajnadin yang sangat sengit
Ilustrasi perang ajnadin (Foto: m.kaskus.co.id)

Perang tersebut adalah perang yang menjadi momen penting, terutama bagi kaum muslim dan Khulafaur Rasyidin. Atas dari peristiwa tersebut, kaum muslimin menang telak dengan bangsa Romawi yang mana kala itu bernama Bizantium, hanya mempersiapkan bandit perang mereka yang berasal dari orang Arab lokal.

Saat itu, pasukan Islam mempersiapkan semuanya untuk perang selama satu minggu, termasuk dengan mengumpulkan pasukan cadangan yang ada di Kota Yarmuk, yang mana dipimpin oleh Yazid. Pada saat itu juga, kaum muslim bersama dengan panglima yang dipimpin oleh para Khulafaur Rasyidin, mengumpulkan hingga 20.000 orang.

Yang mana semua akan terlibat dalam perang yang akan terselenggara. Dan mereka semua, rela mempertaruhkan nyawa demi membela agama mereka, serta memperluas agama Allah yang baik. Sementara itu, pasukan dari musuh membutuhkan waktu hingga sampai dengan 2 bulan, untuk mempersiapkan para panglima perang.

Baca juga beritaku: Pasukan Perang Islam: Nama Panglima, Catatan, Serta Kisahnya

Mereka mempersiapkan panglima perang, sebanyak lebih dari 100.000 orang panglima. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan jumlah dari para panglima kaum muslim yang hanya berjumlah 20.000 orang saja.

Meski demikian, Jika Allah telah berkehendak untuk kaum muslim menang dalam sebuah perang, maka Allah akan membuat semua keadaan tersebut, berpihak kepada kaum muslim. Walaupun mereka dalam jumlah yang sangat sedikit, dan berbanding terbalik dengan jumlah dari pasukan Bizantium atau Romawi untuk nama sekarang.


Lokasi Pertempuran Perang Ajnadin

Lokasi perang Ajnadin (Foto: wawasansejarah.com)

Pertempuran Ajnadin ini, merupakan perang yang berlangsung pada bulan Juli sampai dengan Agustus pada tahun 634 (jumadil I ataupun ke II). Saat itu kaum muslimi telah menguasai wilayah yang sekarang bernama Yordania.

Perang ini sendiri terjadi dan bertempatan di Palestine Prima, dan daerah Ajnadayn yang sekarang bernama Israel serta Palestina. Pada saat itu kaum muslim dipimpin oleh pemimpin Kekhailfahan bernama Rashidun, dan panglima perang cadangan, dipimpin oleh panglima bernama Yazid.

Selain itu ada Khalid bin Walid, yang mana kita ketahui, Khalid bin Walid adalah panglima perang yang sangat cerdik. Ia dapat mengerti dan membaca bagaimana taktik, gerak-gerik dari musuh. Sehingga para kaum muslim paham dengan rencana yang nantinya akan dikerjakan oleh para musuh yang ada.


Kisah Kejadian Perang Ajnadin

Ilustrasi kejadian perang (Foto: id.quora.com)

Sebelum kejadian perang Ajnadin, beberapa pasukan bersiap dan memposisikan diri mereka kepada bagian-bagian yang telah menjadi tempat mereka untuk berperang. Beberapa panglima handal, serta senior, menempatkan diri di lini paling depan, tepatnya pada bagian tengah dari beberapa panglima muslim yang ada.

Mereka bersiap, melawan para panglima perang dari musuh, yang mana jumlahnya lebih banyak dari kaum muslim. Meski demikian, sebelum itu, panglima Khalid, memberikan instruksi dan semangat untuk para panglima pada seluruh lini yang ada.

Memberikan semangat kepada mereka, bahwasannya mereka harus tangguh, dan mereka tidak boleh lengah dari mereka, apalagi membelakanginya. Maka nerakalah yang akan menjadi tempat terakhir mereka pada saat kiamat nanti.

Peristiwa Perang pada Hari Pertama

Pada hari pertama, kaum muslim mempersiapkan diri untuk berperang. Mereka menempatkan diri ke beberapa tempat yang sudah menjadi instruksi, terutama dari Khalid bin Walid, seorang panglima perang dengan kecerdasan dalam melihat situasi musuh, serta taktik agar panglima perang kaum muslim bisa menang.

Namun dalam persiapan, dikisahkan Khalid bin Walid mendapatkan pesan dari uskup. Yang mana isinya adalah memerintahkan kaum muslim menyerah pada pertempuran tersebut. Khalid bin Walid pun menjawab dengan jelas dan singkat.

Beliau memberikan tiga pilihan, yang pertama masuk Islam, atau yang kedua adalah bayar pajak, dan yang ketiga adalah perang atau pedang.

Tetapi ada kisah legenda lain, yang mengatakan bahwasannya ada salah satu panglima yang sangat berani dengan julukan sebagai “panglima setengah telanjang”, yakni Dharar ibn al Azwar, sedang melakukan pengintaian atas gerak-gerik para musuh kaum muslim.

Namun saat dalam pengintaiannya, salah satu seorang musuh melihat Dharar sedang mengintai para musuh. Akhirnya beliau pergi, namun masih diikuti oleh salah satu pihak musuh. Maka saat itu juga, Dharar mengangkat pedangnya, lalu membunuh pihak musuh yang mengikuti beliau.

Baca juga beritaku: Panglima Perang Islam Dan Dunia Yang Fenomenal

Saat pertempuran berlangsung, Khalid bin Walid membiarkan para pasukan panglima perang yang handal, berperang melawan para panglima dari musuh.

Namun sebelum itu terjadi, panglima perang dari kaum muslim membiarkan mereka (para musuh) menembaki mereka, yang mana mempunyai tujuan agar tekad dan niat para kaum muslim menjadi ciut.

Setelah itu, datanglah Dharar Ibn Al Azwar, yang mana sudah kita singgung, ia sebagai panglima dengan gelar “pejuang setengah telanjang”. Dharar memancing para panglima perang dari musuh, untuk berduel dengannya. Setidaknya satu per satu dari panglima handal dari musuh, mulai menerima tawaran duel dari Dharar.

Hingga akhirnya lebih dari 9 orang maju. Seketika Khalid bin Walid mengetahuinya, dan memerintahkan panglima lain untuk membantu dalam berperang.

Peristiwa itu terus menerus berlangsung. Entah siapa yang akan menang, dan siapa yang akan kalah. Yang terpenting adalah, jika diantara dari mereka ada yang masih hidup, tegap, dan gagah. Maka mereka masih siap untuk berperang, hingga titik darah penghabisan.

Peristiwa Perang Hari ke Dua

Lalu pada hari kedua, pemimpin dari pasukan panglima perang Romawi, atau kala itu bernama Bizantium. Theodorus berniat untuk membunuh Khalid bin Walid dengan menggunakan tangannya sendiri.

Hingga pada akhirnya, bermuaralah sebuah duel antara dirinya dan Khalid. Pihak musuh tidak bodoh kala itu. Mengetahui Khalid dalam keadaan yang cukup mendesak, Theodorus memanggil 10 panglimanya untuk membantunya dalam menghancurkan Khalid bin Walid.

Seketika Khalid bin Walid sadar, bahwasannya Dharar, harus muncul, serta beberapa panglima lainnya. Mengingat pasuklan musuh yang datang adalah pasukan yang setara levelnya dengan mereka. Dan atas kehendak Allah, Dharar datang bersama dengan panglima lain.

Yang mana awalnya mereka menggunakan pakaian perang, lengkap dengan atributnya. Saat sampai pada pertempuran mereka akhirnya membuka setengah pakaian dari mereka. Seketika, Theodorus mengerti bahwa pasukan dari panglima “pejuang setengah telanjang” itu, datang.

Pihak musuh kocar-kacir, melihat panglima perang kaum muslim yang ternyata sudah mempersiapkan tak-tik tersebut sejak lama. Sadar akan hal tersebut juga, Khalid bin Walid akhirnya memerintahkan panglima cadangan yang dipimpin oleh Yazid, untuk maju berperang.

Singkat cerita, para kaum muslim menang, dan kebanyakan panglima musuh memilih kabur lewat tiga jalur, yakni jalur pertama ke Gaza, yang ke dua ke Jaffa, dan yang terakhir ke Yerussalem. Mengetahui hal tersebut, Khalid memerintahkan panglimanya untuk menyebar, sekaligus menahan musuh untuk kabur.

Dari hari kedua tersebut, panglima perang dari kaum muslim, menang telak.

Peristiwa Perang Hari Terakhir

Rasanya perang Ajnadin, bukan satu-satunya perang yang telah membuat para kaum muslim bernafas sejenak. Seperti sudah tidak merasakan nafas itu, mereka harus terus-menerus mengerahkan semua tenaga dan peluh keringat mereka untuk memperluas wilayah, sekaligus menyebarkan ajaran Allah.

Ya, kaum muslim akhirnya dapat menaklukan beberapa wilayah, seperti Palestine, Suriah, serta Damaskus. Mengetahui hal tersebut, Hiraklius, kabur ke Antiokhia untuk memberikan kabar tentang hasil peperangan, termasuk dengan cerita peperangan Ajnadin.

Bangsa Romawi pun memberikan keputusan untuk melawan kaum muslim pada musim semi, dengan mengirimkan beberapa panglima mereka. Mengingat hasil dari kemenangan kaum muslim pada pertempuran Ajnadin tersebut, kini, barisan para panglima Romawi berbaris, siap bertempur dengan kaum muslim.

Khalid bin Walid juga sadar akan kejadian tersebut, maka ia menarik panglima dari arah Selatan. Sayangnya mereka dihadang oleh panglima dari para musuh di Sungai. Untuk sekali lagi, mereka akhirnya berperang, dan menumpahkan darah.


Jenderal Pemimpin Pasukan Perang Tersebut

Jenderal pemimpin perang (Foto: es-la.facebook.com)

Jika kita simak beberapa penjelasan tadi, sebuah peperangan, baik perang yang pernah Rosulullah ikuti, ataupun perang tanpa beliau seperti Ajnadin misalnya. Ada Seorang pemimpin pasukan, yang mana sangat penting dan berjasa untuk mengkoordinasi pasukan agar mendapat kejayaan.

Hal tersebut juga berlaku untuk beberapa pemimpin dari perang Ajnadin tersebut. Siapa lagi jika bukan Khalid bin Walid. Panglima perang dengan segala kecerdasan dalam mencari tak-tik pertempuran, membaca keadaan lawan, dan sebagainya.

Baca juga beritaku: Perang Besar Yang Jarang Kita Dengar Sejarahnya

Seolah hal tersebut melekat kepada beliau, bahkan, beliau mendapat gelar sebagai “pedang Allah yang terhunus”. Ia, adalah sosok panglima perang yang paling ditakuti saat berada di medan perang. Berawal dari sebuah perang bersama kaum muslim, yang mana kala itu Khalid masih berada pada pihak kaum Quraisy.

Khalid bin Walid memperlihatkan kecerdasannya tentang bagaimana situasi dan kondisi dari kaum muslim, yang bermanifestasi pada tak-tik pertempuran selanjutnya. Yang mana pada akhirnya, Allah berkata lain, dan membuat Khalid masuk Islam.


Daftar Jenderal Perang Islam Yang Fenomenal Lainnya

Perang Ajnadin dan panglima perang lainnya
Daftar jenderal pasukan perang islam (Foto: nusakini.com)

Dalam perang Islam apapun, melawan musuh siapapun yang mana berkeinginan untuk meruntuhkan kaum Islam dalam menyebarkan agama yang baik, serta memperluas wilayah. Terdapat Jenderal-jenderal yang juga ikut andil dalam perang tersebut.

Berikut daftar para jenderal yang juga fenomenal, terkenal sepanjang masa, selain Khalid bin Walid:

  1. Muhammad Al-Fatih: terkenal dengan penakluk dari Konstatinopel
  2. Salahuddin Ayyubi: terkenal dengan dinasti Al-Ayyubinya
  3. Abu Ubaidah bin al-Jarrah
  4. Sa’ad bin Abi Waqqas
  5. Tariq bin Ziyad
  6. Yazid bin Muawiyah

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi

Daftar Pustaka:

  1. https://id.wikipedia.org
  2. https://www.republika.co.id
  3. https://www.boombastis.com
Bagikan Ke