Puasa Bulan Rajab
Keistimewaan Puasa Bulan Rajab, Menjadi Perdebatan Para Ulama

Puasa Bulan Rajab Pada 27 Rajab 1441 H, Jatuh Pada?

Diposting pada

Beritaku.Id, Islami – Puasa Bulan Rajab, Saat ini kita sudah masuk pada bulan Rajab, 1441 H.

Sejak Selasa tanggal 25 Februari 2020, jatuh sebagai 1 Rajab 1441 H tersebut. Dan setelahnya kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang dinantikan oleh banyak umat Islam.

“Awal Rajab 1441 H bertepatan dengan hari Selasa Legi (mulai malam Selasa). 25 Februari 2020 atas dasar istikmal. Sebab rukyah pada Ahad petang tidak dapat melihat hilal,” Penjelasan dari Lajnah Falakiyah NU, melalui rilisnya beberapa hari lalu.

Kenapa Bulan Rajab menjadi bulan yang istimewa?

Perlu diketahui bahwa pada bulan inilah peristiwa pada 27 Rajab Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW terjadi.

Sebagai hari dimana perintah Sholat dan ibadah dilaksanakan, perjalan dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa, selanjutnya ke Sidratul Muntaha.

Hadits Mengenai Bulan Rajab

Hadits ini dinarasikan Abu Bakrah dan dikutip dari kitab The Book of Miscellany,

وعن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏”‏إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض‏:‏ السنة اثنا عشر شهرًا، منها أربعة حرم‏:‏ ثلاث متواليات‏:‏ ذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان

Artinya: “Waktu telah menyelesaikan siklusnya dan telah mencapai kondisi saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Tahun terdiri atas 12 bulan dengan empat bulan tidak dapat diganggu gugat.

Tiga di antaranya berurutan Dhul-Qa’dah, Dhul-Hijjah dan Muharram dan Rajab, bulan Mudar (suku). yang berada di antara Jumada dan Sha’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam HR Imam al-Baihaqi dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:


إنَّ في الْجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ له رَجَبٌ أَشَدُّ بَيَاضًا من اللَّبَنِ وَأَحْلَى من الْعَسَلِ من صَامَ من رَجَبٍ يَوْمًا سَقَاهُ اللَّهُ من ذلك النَّهْرِ


“Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sungai yang disebut Rajab. (Sungai Rajab) Lebih putih dari susu, lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah kelak memberinya minum dari sungai tersebut.”

Begitu juga HR At-Thabrani, Rasulullah bersabda:

“Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan.

Bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.

Dalam HR Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya seperti orang yang puasa selama 60 bulan.”

Hari Jatuhnya 27 Rajab Pada Tahun 2020M

Maret 2020 ini, untuk 27 Rajab jatuh pada tanggal Hari Senin, 22 Maret 2020 bertepatan dengan 27 Rajab 1441 H.

Dan siapapun yang melaksanakan puasa pada hari tersebut, maka sama dengan berpuasa selama 60 bulan lamanya, atau 5 tahun masehi.

Bagaimana Niat Puasanya?


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta’alaa,”

“Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

Hal ini dibaca saat makan sahur, untuk meniatkan seluruh amalan puasa Rajab yang dikerjakan.

Hukum Puasa Rajab

Diambil dari tulisan berjudul Kumpulan Tanya Jawab Keislaman:

Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB disebutkan bahwa dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh. Telah bersepakat mengamalkan hadits dhaif dalam konteks amal-amal utama atau fada’il al a’mal.

Menurut Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah terkait hadits dha’if yang tidak maudhu’ (palsu). Maka para ulama sepakat memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya.

Ini berlaku apabila hadist tersebut tidak berkaitan dengan hukum dan akidah.

Melainkan berkaitan dengan targhib atau motivasi ibadah dan tarhib (peringatan). Misalnya nasihat, kisah-kisah, juga fadha’il al-a’mal.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menyebut puasa sunah akan lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama atau al-ayyam al fadhilah.

Dalam konteks bulanan dia menyatakan bahwa Bulan Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Sumber Detik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *