Publik Speaking Ketinggalan Zaman, Pakai 3 Ini

15/01/2020-Beritaku, Pendidikan, Sorot, Sosial-330 dilihat

Beritaku.Id, Pendidikan – Kini Publik Speaking Ketinggalan Zaman, dengan Metode terbaru dalam komunikasi didepan orang Banyak (15/1/2020)

Komunikasi menguasai kita (setiap manusia), apapun aktifitas (tanpa berbicara pun) maka itu adalah komunikasi, komunikasi verbal, komunikasi efektif atau apapun penyebutannya.

Selama ini, setiap mau tampail didepan orang banyak, maka yang diingat adalah publik speaking, yang mengantar kita dengan doktrin untuk bisa berbicara didepan orang banyak, metode ini bagus dan menarik.

Hanya saja, komunikasi ini lebih cenderung menjadikan individu untuk menjadi orang lain, seolah-olah, ataukah meniru gaya-gaya tertentu, layaknya pemeran sebuah adegan, jelas itu tidak mencirikan diri masing-masing.

Karakter Komunikasi Vs Publik Speaking

Publik Speaking mulai Ketinggalan Zaman

Kenapa?

Karena, keunikan manusia, yang berbeda antara satu dengan yang lain, dari hal itu membutuhkan pencirian antara satu dengan yang lainnya, yang disebut khas, maka hal ini dibutuhkan.

Metode ini telah diteliti sejak tahun 1995, dan menghasilkan beberapa orang yang sukses mengatur pola komunikasi yang dimiliki.

Menangani ribuan orang, metode-metode yang dipaparkan berikut ini, hampir tidak pernah didapatkan dari bangku kuliah.

Awal mula diajarkan metode ini tahun 2002 (17 tahun lalu), yang menangani beberapa pejabat : Anggota DPRD, Bupati, bahkan Dosen yang intinya pejabat publik dan menjaga privasi atau kerahasiaan dirinya.

Setelah mereka mengikuti program Karakter Komunikasi ini, hanya dengan 8 jam pembelajaran ketika itu, semua peserta merasa puas dan bisa menguasai komunikasi dengan metode pembelajaran karakter berkomunikasi.

Metode terbaru ini berkesimpulan bahwa Publik Speaking Ketinggalan Zaman.

Metode Karakter Komunikasi tersebut, selama 25 tahun tidak pernah dipublikasikan.

Bahkan peserta yang diajarkan sebelumnya tidak membaca teori, hanya mendapatkan praktinya secara langsung.

Karakter berKomunikasi Bisa Dipelajari Kapan Saja, namun sebelum membahas karakter komunikasi.

Jika berkeinginan membuka kembali definisi-definisi komunikasi, Bisa di buka pada link ini.

Siapakah pembicara hebat didunia?

Jangan Pakai Publik Speaking sebab telah Ketinggalan Zaman

Jika menjadi pendengar yang baik, merespon dengan mengangguk, maka itu berarti memiliki ciri sebagai pembicara hebat, kenapa bisa demikian?

Jika publik speaking lebih cenderung satu arah, maka karakter komunikasi dengan sistem feedback dan responsif.

Pemahaman Awal Komunikasi

Komunikasi menguasai seluruh sendi kehidupan, Bukan hanya Publik Speaking“Publik Speaking akan Ketinggalan Zaman”

Boleh kita melihat kemampuan komunikasi, Winston Churchill, John F.Kennedy, Socrates, Martin Luther, James Baldwin, Abraham Lincoln, Dhemosthenes, Nelson Mandela, Ronald Reagen, sampai Barrack Obama.

Namun jangan lupa kemampuan komunikasi, Soekarno dengan gaya intonatif, Bung Tomo dengan penekanan-penekanan intonasi.

Abdullah Gymnastiar yang lebih melembut, Ustadz Yusuf Mansyur dengan sentuhan logika dan keyakinan.

Ustadz Abdul Somad dengan pendekatan komunikasi keseharian disela kajian agama.

Karakter Komunikasi Vs Publik Speaking
Karakter dalam Komunikasi Soekarno yang intonatif, dan kehebatan Soekarno bukan sekedar Publik Speaking (Foto Istimewa)

Soekarno tidak menggunakan publik speaking sebab Komunikasi publik tersebut sudah mulai Ketinggalan Zaman, melainkan Soekarno membentuk Karakter Komunikasinya sendiri.

Masih ingat dengan KH.Zainuddin MZ, pada pendekatan mimik dan intonasi patah patah, Mario Teguh lebih kepada Gestur dan pendekatan logika serta ilmu Tasawwuf.

Karakter Komunikasi Zainuddin MZ,
Karakter setiap Komunikasi Zainuddin MZ, dengan patahan intonasi yang khas bukan sekedar komunikasi publik (Foto: Kompasiana)

Sudah membayangkan para pembicara ini?

Apakah mereka memiliki Karakter Komunikasi yang sama?

Saya kira jawaban kita sama.

Memang kemampuan komunikasi publik mereka harus diberikan apresiasi, tetapi kemampuan mereka bukan sekedar publik speaking semata.

Mereka menggunakan karakter komunikasi, dan bukan publik speaking sebab sekali lagi Publik Speaking suatu waktu Ketinggalan Zaman.

Begitulah karakter komunikasi dibentuk, sebab kurang menarik, jika meniru Karakter berkomunikasi oranglain (kecuali untuk melawak), maka jangan jadi orang lain, cukup jadi diri sendiri saja.

Kita akan kupas, bagaimana Karakter Komunikasi para tokoh (orator) handal tersebut, dan segera membentuk Karakter berKomunikasi masing-masing, tidak harus belajar kursus publik speaking berbulan-bulan, dengan biaya yang banyak.

Ada 3 Hal Dasar Karakter Komunikasi

Ketiga hal dalam Karakter Komunikasi yang akan dikaji mendalam adalah : Adaptasi, Logika dan Estetika (bukan retorika saja).

Adaptasi

Diatas, pertanyaan tentang Siapakah pembicara hebat didunia?

Pendengar yang baik jawabannya.

Apakah disaat tampil dengan teori Publik Speaking, ada hubungan timbal balik?

Tidak.

Disini titik lemah Publik Speaking dari Karakter Komunikasi, Publik Speaking akan Ketinggalan Zaman sebab cenderung satu arah.

Bermakna bahwa menjadi pendengar yang baik dan tidak serta merta memotong pembicaraan orang lain, merupakan ciri orang yang akan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Disini perbedaan Publik Speaking dengan karakter komunikasi, sebab karakter berkomunikasi memberikan perhatian komunikasi interpersonal.

Dalam hal karakter didalam komunikasi, penekanannya mendahulukan oranglain berbicara, adalah etika komunikasi yang harus dimiliki oleh pembicara, sebab pembicara tidak senang, ketika pembicaraannya di potong secara tiba-tiba, ini hukum manusiawi yang dimiliki setiap orang.

Mengangguk, memperhatikan, dan berbicara pada saat yang tepat, beradaptasi dengan komunikasi orang lain, mampu menahan diri untuk tidak melakukan klarifikasi secara tiba-tiba.

Belajar ritme bicara orang lain, meski pada sebagian orang memiliki keluhan, bahwa ketika tidak memotong pembicaraan sekarang, biasanya lupa apa hal yang akan diklarifikasi.

Tetap pertahankan adaptasi (jangan memotong pembicaraan oranglain), sebab tidak lebih penting melakukan klarifikasi dengan memotong pembicaraan, daripada adaptasi (ini sisi etika komunikasi), itu alasan kenapa kajian karakter komunikasi mendahulukan Adaptasi dibanding 2 hal lainnya (logika dan estetika).

Tunggu diwaktu yang tepat, jika tidak cukup waktu yang diberikan, maka masih ada hari lain, untuk melakukan klarifikasi, penekanan adaptasi adalah membuat orang yang sedang berbicara dengan anda, merasa senang dengan adaptasi ini.

Logika

Adaptasi bagus, tapi komunikasi tidak bersinergi, atau ketika waktunya berbicara, semuanya telah dilupakan apa yang seharusnya akan diungkapkan, apakah kita merasakan keluhan ini? itu biasa saja!

Semua orang pernah mengalami hal tersebut.

Tapi kajian logika pada karakter berkomunikasi, bukan pada persamaan isi otak setiap orang. Sebab tidak ada manusia yang memiliki isi file pengetahuan/ilmu yang sama dalam isi otaknya.

Berbeda jurusan saat kuliah, pasti beda pandangan salam satu objek, sama jurusan sekalipun, tapi file-file yang mengisi dalam otak manusia memiliki banyak perbedaan, hal ini dipengaruhi oleh self experience (pengalaman pribadi) yang berbeda, kultur yang tidak sama, intinya kita memiliki banyak perbedaan dengan orang lain.

Kajian logika pada karakter komunikasi, adalah bagaimana mengaktifkan file-file yang berbeda dalam sistem saraf otak, untuk disampaikan kepada orang lain, dengan cara yang cepat, tepat dan akurat, ini akan dikaji lebih dalam pada metode karakter komunikasi.

Publik speaking tidak membuka kemampuan komunikasi dengan logika, tapi karakter komunikasi belajar tentang logika.

Estetika

Retorika atau Seni komunikasi, ini yang banyak dipelajari dalam kegiatan publik speaking, lebih kepada bagaimana mengatur gestur, mimik muka, dan intonasi.

Kajian retorika, telah diajarkan saat kita mulai SMP, SMA dan sampai kepada kajian-kajian di dalam kampus, baik kegiatan intrakokurikuler maupun ekstra kokurikuler, namun tidak sedikit yang gagal dalam mengaplikasikan retorika tersebut.

Masih gemetaran didepan umum, apakah retorika bermasalah?

Tidak selamanya begitu, karena gemetar ketika berbicara didepan umum disebabkan oleh kecepatan berpikir, terkunci dengan kata-katanya sendiri, dan tidak mengetahui mau berbicara apa.

Estetika, akan banyak mengupas tentang keindahan atau seni komunikasi, namun seni saja tidak cukup, tanpa logika dan adaptasi. Retorika itu penting, namun adaptasi (etika komunikasi) dan isi komunikasi (isi pesan/logika) lebih penting.

Metode Karakter Komunikasi

Metode Karakter komunikasi disebut IMPHAS PILAR (Intonasi, Mimik, Penguasaan Bahasa, Penampilan, Adaptasi dan Cakrawala Berpikir)

Intonasi

Bukan tinggi rendahnya suara

Intonasi adalah kemampuan olah seni suara dalam bentuk penekanan terhadap setiap kalimat(kata). Intonasi tidak diukur pada tinggi dan rendahnya suara (volume), tetapi lebih kepada penekanan suara.

Tidak sedikit dalam kehidupan keseharian yang menyangkut relasi dengan orang lain, terjadi mispersepsi dalam komunikasi karena pemaknaan intonasi yang berbeda antara pemberi dan penerima pesan.

 Karakter komunikas, Tri Rismaharini (Foto : Liputan6)
Publik Speaking bisa Ketinggalan Zaman, Tapi Karakter Komunikasi

Pernah, melihat video ketika Tri Rismaharini, bicara dengan intonasi tajam/tinggi? Bagaimana sikap kita melihat video tersebut?

Seorang Walikota, sah saja dengan intonasi seperti itu dalam hal penataan birokrasi.

Untuk menjadi perbandingan, kita lihat bagaimana dengan yang satu ini.

 Publik Speaking Ketinggalan Zaman Karakter komunikasi, Intonasi Yusril Ihza Mahendra yang berat tapi segar (Foto : Detik.News)
Karakter komunikasi, Intonasi Yusril Ihza Mahendra yang berat tapi segar (Foto : Detik.News)

Kita tidak bicara pilihan presiden, tapi dari Yusril kita belajar intonasinya, Mantan protokoler Soeharto ini, memiliki Karakter komunikasi, pada intonasi yang berat namun segar.

Karakter komunikasi lebih memandang intonasi pada nada suara, bukan suara kedengaran besar atau kecil.

Suara tinggi belum tentu tekanannya tinggi, begitupun sebaliknya tekanan suara tinggi tidak berarti volume tinggi.

Penting pada intonasi adalah kesesuaian antara kata yang disebutkan dengan tekanan/nada suara. Sementara intonasi ini seirama dengan mimik dan atau Body language (bisa dibaca pada materi berikutnya).

Materi ini adalah pendalaman dari konsep retorika yang diajarkan oleh guru atau instruktur kita sebelum ini, sebab teori-teori retorika telah di ajarkan sebelumnya.

Seorang komunikator (pembicara/pengirim pesan), harus mengasah Karakter komunikasi pada kemampuan olah tekanan suara, untuk mengetahui apakah intonasi yang dimiliki sudah sesuai atau belum.

Pada pengalaman beberapa peserta training yang dibimbing, melatih dan mengevaluasi Karakter komunikasi intonasi dengan merekam suara, atau meminta kepada orang tertentu untuk mengevaluasi intonasi peserta training tersebut.

Merekam suara sendiri, mungkin sepele, tapi kenyataannya, banyak peserta training yang kaget, dan biasanya mengevaluasi Karakter komunikasi sendiri ketidak sesuaian intonasi yang dimiliki, cara ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi rekaman pada android atau IOS.

Banyak yang merasa malu untuk belajar memperbaiki intonasi dengan melibatkan oranglain, ini harus dihargai, terapi alternative adalah merekam pembicaraan, kemudian mengevaluasi Karakter komunikasi sendiri.

Lho katanya tidak boleh meniru?

Ia, tidak boleh meniru dengan menjadikan intonasi tersebut menjadi ciri khas, tapi ketika sulit memulai belajar intonasi, bisa dimulai dengan menirukan.

Jadilah fans untuk diri sendiri, dan seobjekjif mungkin menilai, pada beberapa peserta training, dalam hal belajar awal, boleh mencoba meniru Karakter komunikasi intonasi orang lain seperti : Soekarno atau siapa saja idola peserta.

Setelah itu, menemukan Karakter komunikasi intonasi sendiri sebagai ciri khas.

Aa Gym dan Zainuddin MZ, memiliki gaya intonasi yang berbeda, tapi keduanya memiliki karakter komunikasi masing-masing.

Perhatikan gaya komunikasi Soekarno dengan intonasi-intonasi tajam, bandingan dengan gaya komunikasi John F.Kennedy, sama-sama pada penekanan suara, namun berbeda satu sama lain.

Mimik (ekspresi wajah)

Sedikit ekspresi muka itu enak. Terlalu banyak ekspresi bisa merusak perhatian. Kalau orang bicara dengan mimik yang baik, maka orang mendengar ucapannya dan membuat cocok dengan mimik mukanya. Jangan seperti bersandiwara.

Publik Speaking Ketinggalan Zaman dari Karakter Komunikasi
Karakter dalam Komunikasi, mimik wajah Puan Maharani (Foto : VOA Indonesia)

Kita tidak akan membahas soal partai Puan, tapi kita membahas mimiknya, dalam beberapa komunikasi publik, Puan Maharani, dalam hal mimik lebih berisi, terkadang mimik datar yang dimilikinya menarik.

Perhatikan senyum tipis dibirinya, dan gerakan kepala yang tidak terlalu menghentak, mimiknya berisi.

Saya kira, google punya data tentang penampilan politisi ini.

 Publik Speaking Ketinggalan Zaman. Karakter Komunikasi Akbar Tanjung lebih dominan mimik datar (Foto : UNY)
Karakter dalam Komunikasi Akbar Tanjung lebih dominan mimik datar (Foto : UNY)

Kita tidak membahas bagaimana perjalanan politisi senior ini, yang menarik adalah Karakter berkomunikasi mimiknya, lebih banyak datar dan hampir tidak pernah ditemukan tertawa lebar, tapi menarik dengan gaya mimik seperti itu.

Kesesuaian gerak wajah untuk memaknai kalimat yang dibahasakan, disini dibutuhkan latihan menggerakkan otot wajah.

Dalam hal Karakter Komunikasi, Intonasi dan Mimik adalah satu bagian yang tak terpisahkan satu sama lain, ada hubungan yang erat.

Bahwa ketika ingin menekan suara dalam bentuk intonasi maka mimik secara otomatis memberikan reaksi, meski tidak selamanya pembicara memainkan mimik diwajahnya.

Publik Speaking akan Ketinggalan Zaman dari Karakter Komunikasi

Contoh : Ayu meminjam buku pada Beby. Kemudian Beby bereaksi dengan mengatakan ”ini ambil!” (Beby menyebut kalimat dengan suara dipercepat).

Dalam hal ini Ayu memiliki persepsi bahwa Beby tidak setuju jika bukunya dipinjam oleh Ayu. Mimik yang bekerja kemudian ditranslate oleh orang lain, apakah seseorang marah atau tersenyum.

Dalam hal tersenyum, bibir harus seimbang, gigi sedikit kelihatan. Ketika berbicara.

Seorang komunikator harus mampu menganalisa mimik diri sendiri dan orang lain, untuk membantu pesan yang disampaikan serta menganalisa orang lain apakah mengerti pembicaraan atau tidak.

Karakter Komunikasi,
Publik Speaking telah Ketinggalan Zaman dari Karakter setiap Komunikasi, mimik wajah Dilraba Dilmurat (Foto : Istimewa)

Penguasaan Bahasa

Dalam hal Karakter Komunikasi, kita perlu menguasai 3 hal bahasa, yaitu :

Bahasa Komunikan (Audience/Pendengar)

Komunikator harus mampu memahami bahasa komunikan, dengan tidak memaksanakan bahasa yang tidak dipahami oleh komunikan.

Karakter Komunikasi seorang komunikator yang handal, Perlu mengenali latar belakang pendidikan, pekerjaan, status sosial dan suku dari pendengar sebab unsur-unsur tersebut mempengaruhi bahasa yang dipakai.

Contoh : Rahmat seorang politisi hebat dalam bidang kajian politik melakukan kampanye terbuka disebuah lapangan, para team sukses Rahmat telah bekerja mengumpulkan masyarakat pesisir, tukang becak serta pedagang kaki lima. Rahmat memberikan pemaparan sebagai berikut “…bahwa kompleksitas pembangunan, idealnya adalah bersinergi dengan kebutuhan masyarakat diakar rumput, setiap  leader diharuskan memiliki keakuratan dalam membuat visi dan misi yang realistis…”.  

Bahasa diatas indah narasinya serta bernuansa akademis, tetapi belum tentu dapat dipahami oleh pendengar, disini menunjukkan bahwa pembicara memaparkan konsepnya kepada pendengar dengan formulasi bahasa tinggi namun belum tentu bisa diikuti oleh pendengar.

2 Periode Bupati Gowa
Karakter berkomunikasi, Memahami bahasa pendengar : Syahrul Yasin Limpo (Foto : Republika)

Karakter Komunikasi Menteri pertanian, memiliki kemampuan penguasaan bahasa audiance yang baik, dalam beberapa kesempatan, mampu menunjukkan gaya komunikasi yang sesuai kebutuhan pendengar.

Seorang pembicara, tidak boleh memakai kata-kata yang tidak dimengerti oleh pembicara itu sendiri.

Sebab menurut ilmu jiwa bahwa seseorang yang memakai kata-kata yang tidak dimengerti oleh pembicara itu sendiri disebut mengalami kelainan “neologisme”.

Bahasa yang dipakai dalam Karakter pada komunikasi adalah bahasa yang dipahami oleh komunikan atau minimal bahasa yang diketahui komunikan secara mayoritas.

Memakai bahasa daerah komunikan misalnya, bukanlah suatu pelanggaran besar terhadap komitmen satu bahasa Indonesia, sepanjang hal tersebut dilakukan demi menjalin hubungan emosional dengan audiance untuk tujuan yang positif.

Publik Speaking dinilai Ketinggalan Zaman dari Karakter Komunikasi

Bahasa Baku Nasional

Hilangkan Syndrom E atau Ya saat berbicara

Bahasa baku nasional dipergunakan pada pembicaraan formal, dalam sebuah kegiatan diskusi, dialog, pidato dan sebagainya.

Yang manakah bahasa baku nasional?

Zaman teknologi komunikasi sekarang, dimanapun kita bisa mendownoad aplikasi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dalam KBBI tersebutlah semua bahasa baku nasional, atau bahasa resmi.

Namun jangan terlalu kaku tentang pemakaian bahasa baku nasional tersebut, sebab pada beberapa pembicara juga sesekali memakai bahasa daerah pendengar disaat tampil, tujuannya adalah lebih mendekatkan diri secara emosional (adaptasi) dengan pendengar.

Kurangi, dan lebih baik jika dihilangkan Syndroma E (menyebut e…e…), atau Syndroma Ya (mengulangi kata-kata ya…ya….) atau kata-kata lain yang sering diulangi.

Semua orang yang mengalami hal demikian, biasanya tidak menyadari bahwa hal tersebut terjadi pada dirinya.

Contoh :…..Ini adalah suatu kondisi eee dimana eee semua warga negara Indonesia eee diharapkan eee berpartisipasi eee membangun bangsa eee dan seterusnya.

Atau

….Ini adalah suatu kondisi       dimana    semua warga negara Indonesia       diharapkan   berpartisipasi   membangun bangsa   dan seterusnya, Tidak ada eeee.

Contoh lain : ya jadi dalam membangaun ya organisasi pada masa datang ya kita semua sebagai anggota oraganisasi ini ya diharapkan menghidupkan ya organisasi ya bukan sebaliknya

Perlu diakui bahwa menyebut “eee atau ya” yang banyak, bisa Karakter untuk berkomunikasi karena mempengaruhi pesan yang disampaikan.

Bahasa Tubuh/Body Language

Bahasa tubuh yang dimaksudkan disini adalah; gerakan tangan, gerakan kepala serta sikap tubuh (gestur)

Meskipun bahasa tubuh bukanlah hal yang paling utama dalam Karakter setiap Komunikasi , namun peranannya tidak bisa diabaikan.

Berikut beberapa hasil penelitian Karakter Komunikasi sehingga menganggap Publik Speaking telah Ketinggalan Zaman.

Gerakan kepala

Gerakan kepala, bukan gerakan bola mata

Saat berkomunikasi, kurangi artikulasi (gerakan) mata, sebab saat melihat dari satu sisi kesisi yang lain, maka yang bergerak bukanlah bola mata tetapi kepala, pusat artikulasinya (gerakannya) pada leher.

Dalam Karakter Komunikasi mengenal beberapa gerakan kepala, yakni: Titik, Datar, n, I dan V.

Karakter berkomunikasi, gerakan kepala titik (Foto : Beritaku.Id)

Titik adalah gerakan mempertahankan kontak mata. Gerakan ini tepat ketika dilakukan pada komunikasi inter personal (antar pribadi) tetapi tidak tepat disaat tampil didepan kelompok atau orang banyak, karena akan menghasilkan kesan monoton (kaku).

Dalam pelaksanaannya, maka mempertahankan kontak mata disini, adalah sedikit menunduk untuk mensejajarkan pandangan mata pada pendengar.

Tetapi juga, jangan mengartikan bahwa titik, berarti mata tidak bergeser, serta juga tidak selamanya bertatap-tatapan.

Geser mata pada titik alis, dahi serta dagu. Singkatnya adalah pada area muka pendengar.

Publik Speaking Ketinggalan Zaman sebab tidak detail mengajarkan gerakan ini

Karakter Komunikasi,
Karakter Komunikasi, gerakan kepala datar (Foto : Beritaku.id)

Datar adalah gerakan kepala yang datar dari satu sisi kesisi yang lain (dari kiri ke kanan atau sebaliknya), biasanya juga disebut gerakan pandangan menyapu, dilakukan pada pertemuan yang jumlah pesertanya cukup banyak.

Disini terjadi perpindahan titik dari satu orang ke orang lain.

Publik Speaking dijadikan Ketinggalan Zaman tidak mengarahkan gerakan ini

  Karakter Komunikasi, gerakan kepala n (Foto : Beritaku.Id)
Gerakan kepala n (Foto : Beritaku.Id)

n adalah gerakan kepala yang biasa ditunjukkan pada orang yang berprilaku “sombong” atau juga sedang bergurau.

Publik Speaking akan Ketinggalan Zaman sebab tidak memiliki konsep ini.

Karakter Komunikasi, gerakan kepala I (Foto : Beritaku.Id)
Gerakan kepala I (Foto : Beritaku.Id)

I biasanya terlihat seperti gerakan mengangguk. Gerakan ini penting sebagai tanda setuju atau memberi respon pada orang lain. Gerakan ini terlihat pada seseorang yang menjadi pendengar yang baik atau mengerti pembicaraan.

Publik Speaking mungkin Ketinggalan Zaman tidak memiliki publikasi seperti ini.

  Karakter Komunikasi, gerakan kepala v (Foto Beritaku.Id)
Gerakan kepala v (Foto Beritaku.Id)

V berupa gerakan yang biasa ditunjukkan oleh para pejabat yang sedang menyampaikan pidato diatas mimbar.

Gerakan titik dan i biasanya dilakukan pada komunikasi interpersonal, sementara n, datar dan v untuk komunikasi massa.

Sebaiknya latihan menggerakkan kepala, latihan ini bisa dilakukan dibawah pengawasan orang lain, sebaiknya bukan didepan cermin, sebab latihan didepan cermin akan membuat bola mata terpusat ke cermin.

Gerakan tangan

Jangan menyilangkan tangan didepan dada pada suatu pertemuan formal.

Irama bahasa tubuh dibantu oleh gerakan tangan. Tangan itu, terdiri dari, lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari, sementara itu pergerakannya yakni sendi pada bahu, siku, pergelangan tangan dan jari-jari.

Maksudnya, dengan beberapa bagian yang ada ditangan, maka gerakan monoton bisa dihindari.

Tetapi gerakan tangan tidak boleh berlebihan sebab dalam beberapa kalangan masyarakat tertentu, menilai lain jika seseorang banyak menggerakkan tangan, artinya jika gerakan tangan tidak mampu dikuasai, sebaiknya tidak usah menggerakkan tangan saat berkomunikasi.

Terkadang pembicara melakukan gerakan tangan yang menoton, misalnya gerakan membalik telapak tangan sambil memutar kedepan, atau menggenggam satu sama lain.

Hindari gerakan menoton tersebut sebab menciptakan perhatian baru serta mengurangi nilai seni Karakter Komunikasi.

Terdapat area kira-kira area seluas 120˚ didepan, kesamping yang bisa dipakai untuk menggerakkan tangan, namun ingat bahwa jangan berlebihan menggerakkan tangan, jangan pula banyak menunjuk (Kurang Etis).

Publik Speaking Ketinggalan Zaman sebab tidak menemukan sudut 120 derajat.

Sikap Tubuh

Sikap tubuh terbuka terlihat dengan rileks, serta menjauhkan sikap tubuh yang kaku.

Sikap tubuh Soekarno menunjukkan sikap percaya diri (Foto : Suratkabar.Id)

Penampilan

Pakaian adalah pandangan pertama pendengar, untuk memberikan nilai

Karakter Komunikasi tidak mengabaikan Penampilan menjadi hal yang penting diperhatikan terutama saat tampil didepan orang banyak (Seperti pidato/Moderator/Ceramah dll). Sebab penampilan (Pakaian, rambut dan sebagainya) menjadi salah satu faktor pendukung tingginya kepercayaan diri seseorang.

Penampilan juga biasanya menjadi barometer status sosial seseorang, pekerjaan dan sebagainya. Penampilan memiliki arti tersendiri bagi oranglain, sebab hal yang pertama dilihat secara visual adalah penampilan.

Hindari berpenampilan ”kusut” didepan orang banyak.

Intonasi, Mimik, Penguasaan Bahasa dan Penampilan adalah bagian estetika dalam berbicara penggabungan dari keempatnya menghasilkan keindahan Karakter Komunikasi.

Seperti itulah retorika, dalam kajian seni atau estetika Karakter Komunikasi. Namun inti utama Karakter Komunikasi tidak di estetika saja.

Adaptasi (Etika)

Mendahulukan oranglain untuk berbicara lebih dulu adalah ciri pembicara yang baik

Jangan takut kehilangan kesempatan, terutama dalam hal komunikasi antar personal, beri kesempatan orang lain untuk mengungkapkan pendapatnya.

Keuntungan lainnya adalah mengetahu kelemahan dan kelebihan isi pesan orang lain, jangan lupa memberikan pujian atas hal-hal baik yang disampaikan.

Pembahasan etika, menjadi kodrat banyak orang mengenai etika, sebab rata-rata kita terpapar oleh doktrin etika, mulai dari rumah sampai ke ruang pendidikan.

Karakter Komunikasi, sangat menghargai budaya, adat istiadat oranglain, pada dasarnya semua individu berbeda satu dengan yang lain, penyatuan keduanya (asimilasi), karena adanya toleransi, dengan berdasarkan transaksi etika didalamnya.

Publik Speaking kini Ketinggalan Zaman sebab tidak secara konsisten memberikan ruang tentang etika dalam komunikasi.

Cakrawala Berpikir

Menghafal kata-kata saja tidak cukup, tanpa kecepatan berpikir

Karakter Komunikasi, inti komunikasi ada pada kecepatan berpikir, bukan pada adaprasi maupun estetika.

Wawasan luas tidak bisa dihindari sebab keindahan berkomunikasi tidak cukup jika wawasan seseorang tidak bergerak. Disini kita memakai kata cakrawala sebagai suatu penggambaran bahwa berpikir tidak hanya memandang kedepan, tetapi suatu keseimbangan terhadap semua sisi.

Tidak harus menguasai semua dimensi ilmu, karena tidak harus mendalami secara mendetail ilmu-ilmu lain sampai pada kajian tuntasnya. Pemahaman di perifer (permukaan) ilmu-ilmu lain sudah cukup.

Di zaman teknologi sekarang tidak sesulit dulu untuk mendapatkan informasi ilmu-ilmu tertentu, sepanjang paket data cukup, maka googling adalah jawabannya.

Banyak mahasiswa lebih update dari dosen, karena mahasiswa googling disaat perkuliahan berlangsung, sehingga hampir pasti, kita tidak menemukan lagi dosen-dosen membawa buku setumpuk besar.

Karakter Komunikasi, Wawasan ditemukan berdasarkan pengalaman untuk membaca fenomena alam, baik secara langsung maupun dengan membaca hasil pengamatan alam melalui media cetak dan ataupun media elektronik.

Wawasan akan mengarahkan untuk berpikir kreatif, dalam memaknai informasi/pesan yang ditemukan baik secara formal maupun informal.

Karakter Komunikasi tidak dalam kapasitas memberikan ilmu-ilmu baru, tapi membantu kecepatan berpikir.

Publik Speaking Ketinggalan Zaman sebab tidak mengajarkan peserta untuk kecepatan berpikir, melainkan memberi peran, sehingga seperti berackting

Penulis: Fauzi

PILIHAN Beritaku

Komentar