Kisah Nabi Nabi Ilyas dan Berhala Baal
Berhala yang jadikan Tuhan bernama Baal (Ba’al atau Ba’l) oleh Bani Israil, Oleh Raja Ahab yang Dzalim.

Berhala Baal Dari Raja Ahab Untuk Nabi Ilyas AS Dan Kaum Israil

Diposting pada

Berhala yang jadikan Tuhan bernama Baal (Ba’al atau Ba’l) oleh Bani Israil, Oleh Raja Ahab yang Dzalim.

Beritaku.Id, Kisah Islami – Diatara derertan 25 Nabi dan Rasul Allah. Sebagaimana kisah pada Urutan Lengkap 25 Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui dan Kisahnya

Nama Nabi Ilyas AS diabadikan dalam  Al-Qur’an sebanyak empat kali, yaitu di

  1. Surat al-An’am (ayat 85)
  2. Surah Ash-Shaaffaat (ayat 123, 129, dan 130
  3. Surat ash-Shaaffaat ayat 124 hingga 128.

Memang, tidak banyak ayat yang menceritakan tentang Nabi Ilyas. Namun, keberadaannya sebagai Rasul Allah sangat jelas disebutkan dalam surat Ash-Shaaffaat ayat 123 tersebut.

Siapakah Nabi Ilyas?

Sebagaimana nabi yang lain, bahwa satu Nabi dengan Nabi yang lain memeiliki hubungan darah sacara langsung dengan Nabi sebelumnya. Nabi Ilyas sendiri putra Yasin bin Fanhash.

Sementara Fanhash adalah Putra Aizar Bin Harun. Sehingga, Nabi Ilyas generasi ke-4 dari Nabi Harun AS. Baca kisah Lahir Hingga Wafat, 25 Nabi Dan Rasul, Bagian 3  

Diturunkan untuk Bani Israil yang berada Daerah Baalbek yang terletak di daratan Libanon.

Berhala Baal, Nabi Ilyas Pada Bani Israil

Nabi Ilyas terlahir untuk Bani Israil yang syirik menyembah berhala yang dianggap Tuhan yang diberinya nama Baal. Adalah kekuasaan Raja di daerah itu yang bernama Ahab.

Dengan segala daya yang dimiliki, membangun sebuah berhala bernama Baal.

Raja Ahab adalah pemimpin yang dzalim. Dengan power yang dimiliki. Kuasa. Tidak ada yang boleh melarang. Melanggar sama dengan siap disiksa.

Kehadiran Nabi Ilyas

Setelah mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk berdakwah kepada mereka. Raja Ahab tidak bertaubat. Bahkan Nabi Ilyas As dianggap menurunkan wibawanya sebagai Raja.

Kondisi tanah yang subur dan peternakan yang banyak serta mewah. Tumbuhan dan pertanian yang melimpah. Membuat Raja Ahab berpikir bahwa dia dan umatnya bisa berjaya selamanya.

Mereka sudah diperingatkan oleh Nabi Ilyas. Namun mereka melawan. Menganggap bahwa dakwah Nabi Ilyas AS adalah kebohongan.

Nabi Ilyas berkata kepada mereka, bahwa tidak lama lagi. Akan terjadi kemarau yang panjang jika kalian tidak segera bertaubat.

Mereka tertawa an mencemooh Nabi tersebut.

Nabi Ilyas Meninggalkan Kaumnya Penyembah Berhala Baal

Ucapan bahwa akan terjadi kemarau dan kekeringan panjang. Benar terjadi. Raja menjadi berang. Memerintahkan untuk menangkap Nabi Ilyas.

Namun Nabi Ilyas As sudah tidak ada. Telah meninggalkan daerah tersebut.

Kemarau panjang benar telah datang. Kekeringan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Kelaparan dan kematian, begitu pula dengan hewan-hewan ternak.

Bahkan, semua tanaman yang awalnya subur, dan siap untuk dipetik hasilnya,  kini beruba menjadi tanaman yang berdaun cokelat.

Hampara tanaman yang luas, kini telah menjadi lautan tanaman yang mati dan gagal panen.

Air berhenti mengalir. Kepanasan yang luar biasa terjadi dimana-mana. Bencana kerajaan melanda mereka dengan kelaparan dan kehausan selama berbulan-bulan.

Nabi Ilyas yang dalam pelarian, mendapatkan sungai yang terus mengalir. Disekitarnya terdapat tumbuhan yang bisa digunakan oleh Nabi Ilyas untuk bertahan hidup.

Disana ia tinggal dalam beberapa waktu lamanya. Setelah air mulai mengering. Nabi Ilyas meninggalkan tempat.

Sebab Prajurit Raja Ahat selalu mengejarnya. Dan mencari untuk membunuhnya.

Dalam pelarian tersebut, bertemu dengan satu keluarga yang sangat baik. Keluarga memiliki anak sedang sakit. Dia adalah Ilyasa’ yang kelak akan emnjadi penerusnya.

Dengan Doa Nabi Ilyas akhirnya Ilyasa sembuh. Kemudian keduanya menjadi sahabat yang sangat dekat satu sama lain.

Kemarau berkelanjutan

Kemarau Panjang
Ilustrasi : Kemarau di Kaum Israil (Sumber: Istimewa)

Kemarau panjang. Tidak berhenti. Jazad manusia ada dimana mana. Kelaparan.

Seorang nenek membawa gandum dan sedikit air. Untuk keluarganya dirumah.

Nabi Ilyas memintanya, air dan Gandum tersebut. Nabi Ilyas berjanji bahwa gandum tidak akan habis. Dari dalam tempat yang dibawa oleh nenek tersebut.

Gandum itu untuk anaknya yang sakit. Kemudian setelahs ampai dirumah. Nenek tersebut memberikan gandum itu kepada sang anak.

Namun celaka! Anak itu justru meninggal. Sang nenek sangat bersedih. Akhirnya Nabi Ilyas mendoakan anak tersebut. Untuk dihidupkan kembali. Atas Kuasa Allah SWT.

Berhala Baal atau Ba’al atau Ba’l yang dibuat oleh Raja Ahab tidak bisa menolong. Kekeringan di daerah tersebut menelan ribuan korba jiwa.

Kisah Lainnya : Manajemen Waktu Nabi Daud AS Yang Patut Di Contoh

Bagikan Ke
  • 1
    Share